Malaikat Penolong

Malaikat Penolong
Anak Tongkrongan


__ADS_3

Tempat nongkrong yang dimaksud adalah sebuah warung bakso yang kala itu pernah Kendrict kunjungi bersama dengan Hana. Putra dan Kendrict segera masuk ke dalam warung tersebut. Hanya ada geng Kendrict di warung ini. Walau begitu suasana sangat ramai oleh gelak tawa teman-teman cowok itu. Asap rokok juga membumbung memenuhi warung ini.


Kendrict telah pergi memesan semangkuk mie ayam pada sang penjual. Beberapa waktu kemudian, mie ayam pesanan cowok itu datang. Dia segera menikmati makanannya tanpa ikut mengobrol dengan teman-temannya yang lain. Perutnya memang sudah keroncongan sejak tadi.


“Ken? Lo di sini ternyata,” kata Nita yang baru datang bersama dengan Devi.


Kendrict hanya melirik saja dan memberikan isyarat tangannya agar Nita segera masuk. Beruntung Nita paham dengan isyarat yang Kendrict berikan, cewek itu masuk dan segera duduk di sebelah cowok itu. Ada sebuah senyum sumringah dari wajah Nita. Matanya tak lepas menatap paras rupawan Kendrict yang sama sekali tidak terganggu.


Suara sendawa dari Kendrict menyatakan bahwa cowok itu telah kenyang dan selesai dengan makanannya. Tangannya meraih gelas berisi es teh, lalu meneguknya hingga tandas. Nita menelan ludahnya susah payah melihat jakun Kendrict yang naik turun ketika minum. Sungguh cowok didepannya ini memang sangat tampan.


“Apa?” tanya Kendrict setelah berhasil menandaskan isi gelas tersebut.


“Kencan sama gue yuk,” ajak Nita dengan menopang dagunya.


“Nggak bisa, gue sibuk.”


“Kapan lo nggak sibuk? Sebentar lagi liburan ‘kan? Kita liburan bareng yuk.”


“Liburan ke mana, Nit?” tanya Angga yang tidak sengaja mendengar ucapan Nita.


“Ckck, kepo lo. Gue ngajak Ken.”


Kendrict hanya diam, dia memikirkan ucapan Nita barusan. Sebenarnya bukan ide buruk ajakan Nita tadi. Saat ini dia juga sedang penat dan membutuhkan liburan. Kendrict menganggukkan kepalanya.


“Boleh, ayo liburan bareng,” kata Kendrict.


Spontan anak-anak di warung itu serempak menoleh pada Kendrict. Sementara Nita menatap cowok di sebelahnya ini dengan tatapan tak percaya. Mata Nita sontak berbinar, dia seperti baru saja mendapat rezeki nomplok.


“Beneran, Ken?” tanya Nita memastikan.


“Iya, lo atur aja ke mana tempatnya. Kalo udah fix kabarin gue,” jawab Kendrict.


Nita dengan semangat empat lima langsung meraih ponselnya dan menjelajah internet untuk mencari tempat liburan yang cocok. Kendrict keluar dari warung memisahkan diri dari anak-anak yang lain. Duduk di kursi yang tersedia di depan warung dan mengeluarkan bungkus rokok dari saku celananya.


“Lo serius terima ajakan Nita?” tanya Putra yang ikut duduk.


Kendrict hanya mengangguk dan menghisap dalam-dalam rokok itu. Sedangkan Putra masih belum percaya jika sahabatnya ini tiba-tiba menyetujui ajakan Nita. Pasalnya Kendrict tidak pernah menggubris semua ajakan cewek itu.


“Tumben,” ucap Putra.


“Lagi pengen aja gue. Lagian udah lama kita nggak liburan bareng.”

__ADS_1


“Ken! Ken!” panggil Nita heboh, “Gue nemu tempat liburan yang cocok nih.”


“Di mana?”


“Bali. Di sana ada tempat-tempat yang bagus banget, pantainya juga indah.”


“Gila,” umpat Putra spontan, “Mau liburan apa honeymoon?”


Putra menggelengkan kepalanya melihat layar ponsel Nita yang menampilkan sebuah tempat wisata di Bali yang menyajikan pemandangan indah dan tentu saja romantis. Di artikel tersebut tertulis jelas jika tempat itu cocok sebagai tujuan bulan madu bagi pasangan baru menikah.


“Ckck, syirik aja lo. Gimana, Ken? Lo setuju?”


“Kejauhan, yang deket aja. Lagian gue cuma punya waktu dua harian.”


Putra menggelengkan kepalanya, menatap Nita secara prihatin. Sementara cewek itu terdiam dan terlihat sedang memikirkan perkataan Kendrict. Namun, selanjutnya dia segera menjelajah kembali internet untuk mencari destinasi wisata.


“Nih deket, tapi kayaknya bakal rame banget deh.”


Kendrict melihat layar ponsel milik Nita, sedangkan cewek itu sedang menahan napasnya. Pasalnya jarak mereka cukup dekat. Nita tidak melewatkan kesempatan begitu saja, dia menatap wajah Kendrict dari jarak dekat. Jarang-jarang dirinya bisa sedekat ini dengan Kendrict yang selama ini selalu menolaknya.


“Oke. Nanti kita bisa nginep di vila gue,” kata Kendrict menjauhkan wajahnya dan kembali menikmati rokoknya.


“Ngajak ke mana dia?” tanya Putra.


“Puncak,” jawab Kendrict.


“Astaga, ke Puncak doang tuh anak senengnya kebangetan.”


“Kalian siapin aja semua yang diperluin, sisanya biar gue yang urus.”


“Bokap lo gimana?”


Kendrict mengedikkan bahunya tak acuh. Menurut informasi yang tidak sengaja dia dengar, orang tuanya akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri selama beberapa minggu. Tentu hal itu Kendrict manfaatkan sebaik mungkin. Kepergian mereka bertepatan dengan liburan sekolah.


“Gue mau cari udara segar selama dua hari,” kata Kendrict menghembuskan asap rokoknya.


“Lo mau ngapain setelah dua hari?”


“Entahlah, gue rasa udah cukup dua hari aja gue liburan.”


Beberapa saat kemudian, Kendrict pamit pergi dari sana. Cowok itu melajukan motornya menjauh dari warung bakso tempatnya nongkrong. Tadi Nita hendak mengikuti Kendrict, tapi langsung ditolak mentah-mentah oleh cowok itu. Hal itu membuat Nita seakan langsung dihempas ke tanah.

__ADS_1


Motor Kendrict berhenti di depan minimarket. Dia memarkirkan motornya di depan minimarket itu dan masuk ke dalam. Mata cowok itu menjelajah seluruh sudut minimarket. Tidak banyak pengunjung di minimarket ini. Langkah cowok itu mendekat menuju kasir.


“Mas, rokok …,” ucapan Kendrict terhenti ketika tidak sengaja netranya melihat sosok yang dikenalnya berdiri tepat disampingnya.


“Rokok apa, Mas?” tanya kasir itu.


“Lo belanja apa?” tanya Kendrict basa-basi.


“Ken?” tanya Hana mengernyitkan dahinya.


“Hai,” sapa cowok itu.


“Mas, rokok yang mana?” tanya kasir itu lagi.


Kendrict menoleh pada kasir itu, pandangannya menatap antara si kasir dan Hana secara bergantian. Sementara Hana masih diam di tempat menunggu giliran untuk pesanannya. Kendrict berdehem pelan, tangannya meraih permen di meja kasir.


“Ini aja, Mas,” kata Kendrict.


Si kasir terlihat dongkol dengan perilaku Kendrict. Sementara cowok itu masih mencuri pandang pada Hana. Kendrict dan Hana keluar bersamaan dari minimarket itu.


“Han, tunggu!” panggil Kendrict saat melihat Hana hendak pergi dari sana.


Spontan cewek itu menghentikan langkahnya dan berbalik. Dahinya berkerut dan ekspresinya terlihat jika dia bertanya alasan Kendrict memanggilnya.


“Lo liburan sekolah mau ke mana?” tanya Kendrict basa-basi.


“Kenapa?”


Kendrict mengusap tengkuknya, “Gue cuma tanya. Kalo lo belum tau mau liburan ke mana, lo bisa gabung sama gue.”


“Makasih atas tawarannya. Kalo gitu gue pamit dulu,” kata Hana.


“Han,” panggil Kendrict lagi.


“Apa lagi?”


“Nih buat lo,” kata Kendrict memberikan permen lollipop pada Hana.


Hana terdiam menatap permen ditangannya, lalu pandangannya beralih pada Kendrict yang sedang tersenyum padanya. Selanjutnya, cowok itu bergegas menuju motornya dan pergi dari sana tanpa sepatah kata.


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...

__ADS_1


__ADS_2