Malaikat Penolong

Malaikat Penolong
Akankah Berakhir?


__ADS_3

Keinginan Hana untuk mengajak Kendrict ke rumahnya harus tertunda. Alasannya karena setelah selesai ujian, Hana langsung disibukkan dengan persiapan pendaftaran ke perguruan tinggi dan acara kelulusan.


Hana kembali dipercaya untuk menuangkan idenya guna acara kelulusan yang bersamaan dengan acara perpisahan. Bahkan, ada beberapa siswa yang mengusulkan untuk membuat acara promnight.


Walau acara tersebut akan dilaksanakan kurang lebih dua bulan ke depan, Hana harus sudah mulai mempersiapkan konsepnya. Hana hanya bisa bertukar kabar lewat pesan saja dengan Kendrict. Keduanya bertemu hanya satu dua kali saja.


Itupun harus benar-benar mencari hari dimana keduanya tidak sibuk. Entah apa yang sedang Kendrict kerjakan sehingga cowok itu kini sangat sibuk. Ketika Hana bertanya, cowok itu pasti akan mengalihkan topik pembicaraan.


Hana berjengkit kaget ketika pipinya tiba-tiba terasa dingin. Gadis itu yang sejak tadi asyik dengan lamunannya pun mendongak. Dalam hati Hana berucap panjang umur untuk sosok yang sedang tersenyum padanya itu.


Kendrict duduk di sebelah Hana dan memberikan minuman dingin ditangannya pada gadis itu. Namun, sebelumnya Kendrict sudah membuka segel botol tersebut agar sang pacar tidak kesulitan membukanya.


"Yang lain kemana?" tanya Kendrict.


"Pada ke kantin mungkin," jawab Hana setelah meneguk minuman dingin itu.


"Kamu nanti pulang jam berapa? Mau aku jemput?" tanya Kendrict mengelus rambut hitam Hana.


Hana menikmati sentuhan lembut itu, matanya terpejam dengan kepala berada di bahu Kendrict. Gadis itu tidak berniat langsung menjawab pertanyaan cowok disebelahnya ini, dia sedikit memberi jeda.


"Kalo kamu nggak sibuk jemput aku. Nanti sekalian kamu main ke rumah, bunda kangen kamu katanya."


Ada suara kekehan keluar dari mulut Kendrict membuat Hana tersenyum kecil. Jemarinya memainkan jari tangan panjang milik Kendrict. Hana sangat menikmati momen saat ini.


Namun, momen manis ini harus berakhir ketika suara bel yang disambut dengan sorakan anak-anak terdengar. Beberapa anak mulai keluar dari kelas masing-masing.


Kendrict pun pamit pada Hana dengan mencuri sebuah kecupan di pipi kanan gadis itu dan berhasil menciptakan semburat merah.


"Nanti kabarin kalo kamu udah selesai," kata Kendrict melambaikan tangannya.


Hana tertawa dan mengangguk, ia pun juga memutuskan untuk segera ke ruang OSIS. Hari ini akan diadakan rapat guna membahas konsep yang akan dipakai ketika perpisahaan nanti.


"Udah kumpul semua?" tanya Hana pada semua anak yang hadir di ruang ini.

__ADS_1


"Ada beberapa yang izin nggak bisa ikut, tapi yang hadir kayaknya udah di sini semua," kata Arya.


Kali ini yang menjadi ketua adalah Hana dan wakilnya Arya. Rapat pun dimulai dengan beberapa anak yang memberikan ide serta suara mereka.


Hana mulai larut dengan rapatnya. Hingga rapat selesai dan satu persatu anak-anak membubarkan diri, chat yang Hana kirim untuk Kendrict belum dibaca.


Namun, Hana masih berpikir positif. Mungkin Kendrict sedang sibuk sehingga tidak dapat menjemputnya.


"Lo balik sama siapa?" tanya Anggun.


"Sama ojol kayaknya," jawab Hana.


"Ayo, sama gue aja," ajak Anggun mengamit lengan Hana.


Akhirnya Hana menurut dan pulang bersama dengan Anggun. Mereka tidak langsung pulang, melainkan mampir terlebih dulu ke sebuah cafe. Anggun ingin nongkrong berdua dengan Hana. Begitu katanya.


Hana menurut dengan sebelumnya sudah meminta izin pada Mira untuk pulang terlambat. Lagipula sudah lama Hana dan Anggun tidak bermain bersama seperti ini.


"Gue kok bisa jadi deket sama lo, ya?" tanya Anggun tiba-tiba.


"Dulu kita nggak terlalu deket, 'kan? Sekedar tau nama aja."


Hana menganggukkan kepalanya membenarkan, memang dulu hubungannya dengan Anggun tidak sedekat sekarang. Namun, Hana merasa senang memiliki teman dekat seperti ini.


"Lo jadi kuliah di kota B?"


"Jadi, Nggun. Lo juga di sana, 'kan?"


Anggun mengangguk. "Mau kos bareng?"


"Boleh, nanti gue bicarain lagi sama orang tua gue. Kalo mereka setuju kita kos bareng."


Senyum Anggun bertambah lebar, rasa bersalah pada Hana yang bertahun-tahun hinggap dalam hatinya sedikit menghilang. Kini gadis itu bertekad untuk melindungi Hana, sahabatnya.

__ADS_1


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...


Ternyata hari itu di taman belakang sekolah adalah pertemuan Hana bersama Kendrict untuk yang terakhir. Mendadak Kendrict menghilang tanpa ada kabar satu pun, chat yang Hana kirim malam itu pun belum dibaca hingga saat ini.


Hingga Hana sudah diujung batas kesabarannya. Karena siswa kelas tiga sudah dibebaskan, mereka jarang datang ke sekolah. Hana kesulitan menemui teman-teman Kendrict jika seperti ini. Juga teman-teman Kendrict masih belum tahu hubungan mereka.


"Lo lagi sama Ken?" tanya Hana pada Putra sahabat Kendrict.


"Nggak, gue juga bingung cari dia. Dia nggak ada hubungin lo?"


"Nggak, Put. Tolong cari kabar dia, Put. Dia tiba-tiba hilang nggak ada kabar."


"Iya, gue harus cari dia sampe ketemu. Dia masih ngutang sama gue," kata Putra dari seberang sana.


Hana pun mengakhiri percakapannya dengan Putra. Ia membuang napasnya. Ternyata Putra pun tidak tahu dimana keberadaan Kendrict. Kemarin Hana juga sudah mengirim chat pada Aldi, menanyakan keberadaan cowok itu.


Namun, hanya jawaban mengecewakan yang didapat. Hana pikir Aldi akan tahu mengingat ia adalah sepupu Kendrict.


"Gue udah jarang main ke rumah dia, Han. Gue lagi persiapan ujian masuk soalnya sama bantuin bokap," jawab Aldi kala itu.


Ada air mata mengumpul di pelupuk mata Hana. Hatinya mulai resah memikirkan Kendrict. Bagaimana bisa cowok itu menghilang tiba-tiba tanpa ada kabar? Apakah memang ada masalah dalam hubungan mereka?


Kepala Hana terasa penuh dengan berbagai pertanyaan tentang hubungan mereka. Hingga sebuah pertanyaan terakhir terlintas di dalam benak gadis itu.


"Jangan-jangan dia udah bosen sama gue. Kalo memang bener itu alasannya 'kan bisa bilang sama gue nggak tiba-tiba hilang kayak gini," kata Hana yang berakhir menangis sesenggukan.


"Gue jadi yakin kalo gini, pasti Ken udah bosen sama hubungan kita. Jahat banget lo, Ken! Gue salah apa sama lo? Kenapa lo nyakitin gue kayak gini?"


Emosi Hana meluap malam ini. Kesabarannya sudah habis untuk menunggu Kendrict dan sudah merasa lelah mencari keberadaan cowok itu. Setelah agak tenang, lagi-lagi ada pikiran lewat dalam benak gadis itu.


"Apa kayak gini akhirnya hubungan gue sama Ken? Dia mau mutusin sepihak gue? Dengan ngilang tiba-tiba kayak gini?" tanya Hana pada dirinya sendiri.


Lagi, air matanya kembali meleleh keluar. Hingga Hana merasa lelah dan akhirnya terlelap dengan sisa air mata di wajahnya.

__ADS_1


...🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️...


__ADS_2