
Waktu istirahat kedua ini Hana habiskan di perpustakaan. Kebetulan setelah istirahat ini jam berikutnya kosong dikarenakan guru yang seharusnya mengajar absen.
Hana larut ke dalam buku bacaannya. Dia membaca sebuah novel yang kemarin dibelinya bersama dengan Kendrict. Novel genre fantasi yang baru terbit. Hana memang sudah lama telah menantikan novel ini, ia seorang penggemar dari penulisnya.
"Kak, nggak ke kantin?" tanya sebuah suara mengalihkan Hana dari novelnya.
"Oh? Arya. Nggak, Ar. Lagi seru baca, tempat yang tenang cuma di sini," jawab Hana tersenyum. "Arya juga mau baca buku?"
"Tadi baru balikin buku yang beberapa hari lalu dipinjam, ini mau pinjam lagi," jawab Arya memperlihatkan sebuah buku.
"Oh gitu."
"Kak Hana sendiri? Arya temani, ya?"
"Bo ...."
"Biar gue yang nemenin Hana. Lo cari tempat lain sana!" ucap sebuah suara memotong perkataan Hana.
Kedua orang itu serempak menoleh. Mereka sama-sama terkejut melihat Kendrict berdiri di hadapan Arya. Cowok itu menunjukkan ekspresi garangnya dengan tatapan tajam menghunus pada Arya.
Arya mengkeret, dia pun segera pamit pergi dari sana. Hana menggeleng melihat tingkah pacarnya itu. Kendrict masih menatap Arya hingga cowok itu keluar dari perpustakaan.
Setelah kepergian Arya, Kendrict duduk di sebelah Hana yang kembali melanjutkan buku bacaannya. Sementara itu, Kendrict meraih sebuah buku di atas meja. Dia membuka-buka buku tersebut dengan kepala berada di bahu Hana.
"Ken, kepala kamu berat," kata Hana menggoyangkan bahunya.
"Sebentar aja, aku lagi pusing."
Mendengar perkataan Kendrict membuat Hana langsung menoleh dan menatap cowok itu. Tangannya segera terulur untuk menyentuh dahi Kendrict.
"Kamu sakit?" tanya Hana mengernyitkan dahinya.
"Iya," jawab Kendrict disertai anggukan kepala. "Aku pusing mikirin kenapa kamu tiap hari tambah imut," lanjutnya.
Hana memutar bola matanya malas. "Siapa yang ngajarin sih?"
"Nggak ada, aku belajar sendiri."
Hana menggelengkan kepalanya dan melanjutkan membaca. Sedangkan Kendrict masih bertahan pada posisinya. Sesekali memperhatikan wajah serius Hana. Kendrict menopang dagunya dan menatap wajah gadis di sebelahnya.
Hana membiarkan apa yang sedang dilakukan oleh Kendrict. Suara bel membuat Hana menghentikan aktivitasnya. Dia menoleh pada Kendrict.
"Udah bel, masuk kelas sana."
"Ayo bareng!"
"Aku masih mau di sini. Kelasku jam kosong."
__ADS_1
"Enak banget," gumam Kendrict. "Ya udah aku temenin kamu di sini aja."
"Jangan bolos, Ken!" peringat Hana.
"Cuma sekali ini aja kok."
"Balik ke kelas sana!" perintah Hana kesal.
Hampir saja Kendrict menyemburkan tawanya melihat wajah Hana sekarang. Namun, sebisa mungkin dia menahannya. Akhirnya Kendrict mengalah dan pergi dari perpustakaan.
"Sorry, gue nggak sengaja!" ucap seseorang membuat Kendrict kembali menoleh.
Kendrict melihat Hana sedang menyentuh kepalanya dan cowok itu melihat serbuk putih di tangan Hana. Mata Kendrict menatap seorang anak di balik jendela yang terbuka.
"Gue tandain lo!" bentak Kendrict menunjuk anak itu.
Suara keras Kendrict membuat semua yang ada di dalam perpustakaan menoleh. Penjaga perpustakaan sempat memperingatkan Kendrict, tapi cowok itu tidak menghiraukannya.
Kendrict segera keluar dari perpustakaan dan berniat memberi pelajaran pada anak tadi. Sedangkan Hana segera menyusul Kendrict, dia tidak mau kembali terjadi keributan.
Memang awalnya salah anak tersebut. Dia merokok tepat di belakang Hana, tapi sepertinya anak itu tidak tahu jika ternyata ada Hana di sana. Abu rokok anak itu dibuang ke dalam perpustakaan dan tepat mengenai rambut Hana.
Hana membulatkan matanya melihat Kendrict sedang mencengkeram kerah seragam anak tersebut. Benar apa yang tadi Hana perkirakan, kejadian yang tidak diinginkan terjadi tepat di depan matanya.
"Udah, Ken! Stop!" kata Hana berusaha menarik Kendrict.
"Nggak, Han! Cowok brengs*k ini udah kotorin rambut kamu!" bentak Kendrict yang sudah diselimuti emosi.
"Dia nggak bakal jera kalo belum gue kasih pelajaran!"
BUGH!
Hana memekik melihat Kendrict memberikan bogeman pada anak itu. Cowok itu masih belum puas hanya memberikan satu pukulan. Kendrict berusaha meraih anak itu kembali. Namun, siswa lain mulai berdatangan.
"Han, ada apa?" tanya Adrian yang tadi mendengar suara ribut.
"Nggak usah ikut campur lo!" tunjuk Kendrict pada seorang teman Adrian yang menarik-narik Kendrict.
"Buat masalah apalagi dia?" tanya teman sekelas Hana.
"Bawa ke BK aja mereka!" perintah Adrian.
"Banyak bac*t lo! Gue bilang jangan ikut campur!" bentak Kendrict pada Adrian.
Namun, Adrian tidak gentar. Dia berdiri tepat di depan Kendrict dan menatap lurus matanya. Selanjutnya, Adrian menarik Kendrict dan menyeretnya menuju ruang BK.
"Bawa dia juga!" perintah Adrian.
__ADS_1
Kedua orang itu sudah pergi dari sana dan anak-anak tadi mulai membubarkan diri. Hana memijat pelipisnya. Lagi-lagi Kendrict membuat masalah, walau memang ingin membelanya, tapi caranya salah.
"Lo jangan deket-deket si Ken lagi, Han," kata teman Hana dan diangguki yang lain.
"Iya, bener. Bisa bahaya nanti. Lo lihat tadi dia ngehajar anak itu kayak gimana."
"Ken nggak peduli lawannya cewek atau cowok."
Mereka semua setuju dan kompak mewanti-wanti Hana agar menjaga jarak dengan Kendrict. Bahkan, mereka semua berkata akan membantu Hana.
"Makasih, gue mau ke BK dulu," pamit Hana.
Hana menghembuskan napasnya lelah. Ternyata sulit juga mengubah kebiasaan Kendrict. Emosi cowok itu masih sulit dikendalikan. Padahal selama ini Hana sudah sangat berhati-hati agar cowok itu tidak mengeluarkan emosi berlebih.
"Kenapa lo ke sini?" tanya Adrian yang baru keluar dari ruang BK.
"Mau buat keterangan," jawab Hana.
"Nggak usah, udah gue urus tadi. Balik ke kelas aja sekarang."
"Tapi ...."
"Lo nggak percaya sama gue?"
"Bukan gitu, Dri," ucap Hana menggelengkan kepala, dia tidak ingin Adrian salah sangka padanya.
"Ya udah ke kelas sekarang."
Hana hanya bisa menurut untuk saat ini. Ia dan Adrian pun berjalan bersama ke kelas. Niat hati ingin menghabiskan waktunya di perpustakaan harus kandas.
Gadis itu duduk di bangkunya. Hana kembali membersihkan rambutnya yang masih ada sisa abu rokok.
"Jadi bau rambut gue," gumam Hana.
"Han, mau ikut main nggak?" tanya salah seorang teman Hana yang sedang bermain game.
"Nggak dulu, nanti kalo gue pengen ikut nyusul ke sana."
"Oke."
Suasana kelas sangat ramai karena jam kosong, penghuni kelas ini melakukan kegiatan masing-masing. Ada yang tidur di belakang kelas, ada yang push rank di depan kelas, ada yang berkumpul dengan gosip terbaru, dan kegiatan lainnya.
Namun, tiba-tiba seseorang masuk ke kelas Hana membuat anak-anak yang duduk di depan mengalihkan fokusnya.
"Mau ngapain lo ke sini?" tanya mereka sengit.
"Keluar lo dari kelas kita!"
__ADS_1
Kendrict menatap tajam mereka semua yang kini telah berani padanya. Namun, setelahnya dia dibuat bingung ketika mereka mendorongnya hingga keluar kelas dan langsung membanting pintu.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...