
"Apa yang kau inginkan, tuan Rayhan Syarif" tanya Ron yang saat ini berhadapan dengan Rayhan di ruang jenguk.
"Aku harus memanggilmu apa tuan Ron Fernandes? Om atau paman" Ucap Rayhan karena ia baru mengetahui semalam dari istrinya Eliza bahwa Ron adalah anak dari kakeknya Bara Jaya. Rayhan begitu kaget dan tidak menyangka bahwa Ron adalah paman tirinya.
"Aku tidak perduli dengan semua itu, sama seperti kakekmu Bara Jaya yang tidak memperdulikan kami, lari dari tanggung jawab" Sindir Ron dengan tatapan sinis penuh dendam pada Rayhan.
"Apa maksudmu Ron, kakekku bukan orang seperti itu. Beliau adalah orang yang bertanggung jawab" Ucap Rayhan tak terima dengan ucapan Ron yang menghina almarhum kakeknya. Meskipun Rayhan tidak pernah tahu tentang almarhum kakeknya karena pada saat ia lahir kakeknya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Rayhan banyak mendengar cerita kebaikan Bara Jaya dari almarhum Papanya jadi ia merasa yakin tidak mungkin kakeknya orang yang seperti di ceritakan Ron.
"Kau tahu apa huh, Jika dia orang yang bertanggung jawab, kemana dia meninggalkan anak dan istrinya" Ron terlihat emosi. "Kalian semua tidak pernah tahu tentang penderitaan kami" Mendengar itu Rayhan sejenak terdiam.
"Jadi itu alasan kau membenciku dan berulang kali ingin membunuhku" tanya Rayhan yang kini mulai mengerti kebencian Ron terhadap dirinya. "Lupakanlah dendammu pada kami, ini semua pasti salah paham karena aku yakin kakekku tidak bersalah dan aku akan membebaskanmu" Rayhan sebenarnya merasa kasihan dengan Ron, biar bagaimanapun dia bagian dari keluarganya yang meskipun baru ia ketahui.
"Bagaimana jika aku memintamu melepaskan Jolie untukku dan aku akan melupakan semua dendamku pada keluargamu"Tawar Ron dengan seringai di bibirnya.
"Kau" Bentak Rayhan emosi menggebrak meja. "Dia itu istriku, apa kau sudah gila" Rayhan benar-benar sudah tidak bisa menahan emosi, ia mencengkeram baju Ron hendak melayangkan pukulan.
"Aku sudah bilang, selama aku masih hidup dia adalah Jolie ku dan aku tidak akan membiarkan dia bersamamu" Ucap Ron tertawa membuat Rayhan sudah tidak bisa mengendalikan diri, satu pukulan ia layangkan pada Ron membuat polisi yang berjaga menghampiri keduanya.
"Dasar kau psikopat Ron. Tidak akan ku biarkan kau merebut istriku" Teriak Rayhan yang tubuhnya di tahan oleh petugas polisi yang berjaga.
"Maaf tuan jangan buat keributan disini" Ucap petugas membawa Ron yang masih dengan tawanya dan tatapan sinis pada Rayhan.
"Dia Jolieku...... sampai kapanpun tak akan ku lepas" Ucap Ron berlalu dengan petugas polisi yang membawanya.
Hari ini Rayhan benar-benar kesal dan menyesal mengunjungi Ron, Ia tidak habis pikir Ron masih saja mengejar Eliza yang sudah jelas-jelas menjadi istrinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah menjenguk Ron, Rayhan saat ini sudah berada di depan kampus Eliza karena hari ini Eliza menjalani ujian akhir.
__ADS_1
"Maaf Kak Ray nungguin lama" Ucap Eliza menghampiri Rayhan yang sudah menunggunya bersandar di depan mobil.
"Gak apa-apa kok sayang, baru saja" Jawab Rayhan tersenyum.
"Eliza siapa dia, kakak kamu ya?" tanya tiba-tiba seorang teman laki-laki Eliza menghampirinya dan Rayhan berada. "Siang kak, kenalkan saya Roni calon pacar Eliza" Ucap laki-laki tersenyum menyodorkan tangannya membuat Eliza dan Rayhan mengernyitkan dahi.
"Roni dia itu.... " Ucap Eliza terjeda karena Rayhan sudah mengangkat suara.
"Saya Rayhan Syarif suaminya Eliza" Ucap Rayhan lantang membuat Roni seketika melongo tak percaya.
" Beneran za?" Tanya Roni kaget menoleh pada gadis yang di taksirnya itu. Eliza tak menjawab, ia hanya mengangguk sebagai jawaban. "Ya sayang sekali Za, harusnya kamu menikah dengan saya yang lebih muda dan lebih tampan kenapa malah memilih laki-laki yang jauh lebih tua" Gerutu Roni membuat Rayhan kesal.
"Eh siapa yang kamu maksud tua" Teriak Rayhan tak terima pada Roni yang berlalu meninggalkan mereka.
"Kak Ray kenapa marah? memang dia benar kok, Kak Ray kan lebih tua dari Eliza" Ucap Eliza polos seperti tidak mengerti kekesalan suaminya. "Ya sudah kak ayo kita pulang" Ajak Eliza masuk ke dalam mobil sedangkan Rayhan terdiam kesal karena kepolosan istrinya yang bukannya membela dirinya tapi membenarkan kata tua pada dirinya. Tapi sebenarnya memang benar juga kalau ia pikir-pikir karena usianya 8 tahun lebih tua dari istrinya di tambah lagi wajah Eliza yang seperti masih gadis remaja belasan tahun membuat dirinya semakin terlihat jauh lebih tua dari Eliza.
"Sayang, memang suamimu ini terlihat sangat tua apa?" Protes Rayhan saat sudah masuk dalam mobil.
"Meskipun suamimu lebih tua darimu sayang, tapi aku sangat kuat kalau urusan olah raga malam kau tidak meragukannya kan sayang" Ucap Rayhan menggoda Eliza dengan seringai di bibirnya.
Mendengar ucapan Rayhan membuat wajah Eliza memerah seketika. "Kak Ray mesum" Celetuk Eliza mengalihkan pandangannya menatap ke arah keluar mobil yang sudah mulai di lajukan Rayhan.
Setelah mengajak Eliza makan siang Rayhan kembali mengajak Eliza ke rumah mamanya karena Nany dan Hanna sudah menghubunginya berulang kali merasa kangen dengan keduanya.
"Assamuallaikum" Ucap Rayhan dan Eliza memasuki rumah di mana Nany dan Hanna sudah menunggu kedatangan mereka. Eliza dan Rayhan mencium punggung tangan Nany.
"Kak Ray jahat kenapa lama sekali baru mengajak kakak ipar cantik pulang" Gerutu Hanna pada Rayhan. Nany dan Hanna sudah mengetahui pernikahan Rayhan dan Eliza karena sebelum menikah Rayhan sudah meminta restu terlebih dahulu pada Nany dan menjelaskan keadaan yang membuat mereka menikah secara diam-diam.
"Iya maaf, ini kan sudah kakak bawa pulang kakak iparmu" Jawab Rayhan santai duduk di kursi ruang tamu berseberangan dengan Eliza yang duduk diantara Mama dan adiknya.
__ADS_1
"Ray, apa rencana kamu selanjutnya? Apa kamu tidak ingin mengumumkan pernikahan kalian?" Tanya Nany menoleh pada Rayhan.
Rayhan tersenyum sembari memencet tombol remote TV yang ia tonton. "Pasti Ma, Ray akan mengumumkan pernikahan Ray dengan menggelar acara resepsi pernikahan kami" Ucap Rayhan yang sudah melakukan persiapan resepsi pernikahannya dengan bantuan Reza kakak iparnya sekaligus sahabatnya. "Resepsi pernikahan kami rencananya sebulan lagi Ma, sambil nunggu Eliza selesai ujian" Ucap Rayhan merubah posisi duduknya menatap ketiga wanita yang di sayanginya itu.
"Ya sudah, Mama cuman ingin semua tahu kalau Eliza adalah menantu Mama" Ucap Nany tersenyum menatap Eliza.
"Aku juga ingin menunjukkan pada semua temanku kalau Hanna punya kakak ipar yang cantik dan baik" Ucap Hanna membuat Eliza malu dan Rayhan berdecak kesal.
"Tidak boleh, aku tidak mau nanti teman laki-lakimu jadi suka pada istriku" Gerutu Rayhan cemburu dan tidak ingin punya Rival lagi karena menghadapi seorang Ron saja ia sudah kesal sekali.
" Iih dasar kak Ray suami possessive"..........
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....
Mohon maaf Readers tercinta.... Author telat up date karena di tengah kesibukan pekerjaan, Author juga lagi persiapan buat lebaran yang tinggal sebentar lagi..... semoga semua terhibur..... love you Allππ