Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 149 END


__ADS_3

Disebuah taman yang penuh dengan kabut putih, Eliza yang terus berjalan mengikuti tarikan tangan Fadiyah tiba-tiba langkah kakinya terhenti. "Istriku...." Suara tangis Rayhan memanggilnya. Eliza mengedarkan pandangan mencari keberadaan suaminya yang memanggil.


"Kak Ray...." Lirih Eliza ketika mendapati dari kejauhan tampak Rayhan menggendong anak mereka di kedua tangannya.


"Ma....ma..." Tangis kedua anak itu melambaikan tangan memanggil pada dirinya.


"Nak...." Lirih Fadiyah membelai rambut Eliza yang tergerai. "Lihat mereka" Tunjuk Fadiyah pada Rayhan dan kedua cucunya. "Mereka lebih membutuhkan kamu nak" Ucap Fadiyah.


"Tapi Ma, bagaimana dengan Mama" Tanya Eliza menatap Fadiyah yang tersenyum.


"Cinta mereka tulus nak, kamu jangan pikirkan mama. Mama sudah bahagia di sini" Tutur Fadiyah lembut yang terlihat sangat cantik. "Pergilah nak, doa mama selalu bersama kalian" Fadiyah kemudian melepaskan genggaman tangan Eliza dan menghilang bersama kabut asap putih di sekitarnya.


"Ma...." Lirih Eliza memanggil Fadiyah yang telah hilang. Eliza kemudian menoleh pada keberadaan suami dan kedua anaknya. Hati Eliza terasa sedih melihat ketiganya. "Ya Allah aku sangat mencintai suami dan anak-anakku. Ijinkanlah aku kembali bersama mereka" Doa Eliza sembari mendekati suami dan kedua anaknya. Perlahan tangan Eliza terangkat meraih tangan Rayhan yang menggendong kedua anaknya bersamaan genangan air yang keluar begitu saja dari manik mata indahnya.


"Istriku..." Tangis pilu Rayhan terdengar di telinga Eliza seolah menariknya untuk kembali, membuat degup jantungnya yang lemah seketika berdetak lebih cepat.


"Ma....ma...." Tangis keras kedua anaknya juga membuat Eliza berusaha membuka kedua matanya yang sudah sekian lama terpejam.


"Sayang...." Seru Rayhan melihat air mata Eliza menetes, ia juga di kagetkan dengan sentuhan tangan Eliza yang segera ia genggam. "Dokter....Dokter...." Panggil Rayhan. Nany dan Hanna yang melihat itu, segera mengendong kedua anak Rayhan yang masih menangis memeluk Eliza.


Rayhan masih menggenggam tangan Eliza ketika dokter Danu dan dua orang perawat menghampirinya. "Tuan Ray, tolong anda keluar sebentar" Pinta dokter Danu yang sudah menyiapkan alat-alatnya untuk memeriksa Eliza.


Rayhan meregangkan genggaman tangannya pada Eliza. Ia perlahan keluar meskipun sebenarnya tak rela melepas pandangannya pada Eliza. "Bagaimana keadaan adikku Ray" Tanya Ron dan Reza secara bersamaan yang baru tiba.


"Dokter sedang memeriksa" Jawab Rayhan yang diliputi rasa harap-harap cemas dan dalam hati ia tak henti-hentinya berdoa untuk Eliza.


Ron dan Reza segera menggantikan Nany dan hanna menggendong kedua keponakannya agar berhenti menangis. "Didi Yon ma....ma......(Daddy Ron...ma....ma...)" Cadel Zihan menangis berada di gendongan Ron. Sedangkan Zahan juga masih terisak di gendongan Reza. Zahan dan Zihan memanggil kedua kakak Eliza dengan sebutan "Daddy".


"Kalian jangan nangis lagi sayang, ada Daddy Ron di sini" Bujuk Ron kemudian mengeluarkan mainan dari paper bag yang ia bawa. "Daddy Ron bawa sesuatu buat kalian" sebuah mainan robot-robotan dan boneka barbie di berikan Ron pada Zihan dan Zahan agar berhenti menangis dan benar saja kedua malaikat kecil polos itu seketika terdiam mengambil mainan pemberian Ron.


Eliza perlahan membuka kedua manik mata indahnya. Samar-samar tampak pada penghlihatannya yang kemudian berangsur-angsur menjadi terang. "Nona cantik" Ucap dokter Danu yang memeriksa kondisinya.


"Dokter...apa yang terjadi?" Lirih Eliza yang merasakan lemah pada tubuhnya, semua saraf otot pada tubuhnya terasa kaku dan susah untuk bergerak karena lamanya ia terbaring di ranjang.


"Nona cantik alhamdulillah akhirnya anda sudah sadar" Ucap Dokter Danu senang. "jangan banyak bergerak dulu" Cegah dokter Danu yang melihat Eliza mencoba mengangkat kepalanya untuk bangun.


"Bagaimana keadaan kak Ray?" Tanya Eliza kemudian menggerakkan tangan meraba perutnya yang terasa rata. "dokter, dimana anak-anakku?" Tanya Eliza panik, sudah mulai mengingat kembali kecelakaan yang telah terjadi.


"Alhamdulillah jangan khawatir mereka baik-baik saja nona cantik, saya akan panggilkan mereka" Ucap dokter Danu menenangkan Eliza kemudian melangkah keluar ruangan meninggalkan Eliza bersama perawat.


"Bagaimana keadaan istriku dokter?" Tanya Rayhan begitu cemas menatap dokter Danu yang baru membuka pintu. Ron dan Reza yang masih menggendong anak-anak Rayhan seketika ikut mendekati dokter Danu bersamaan Hanna dan Nany.


"Alhamdulillah tuan Rayhan, nona cantik sudah sadar dari komanya" Ucap dokter Danu senang memeluk Rayhan.


"Alhamdulillah" Tangis haru semua seketika secara bersamaan mengucapkan syukur terutama Rayhan yang begitu bersyukur dan merasa bahagia seolah kembali bisa bernafas dari rasa sesak yang selama ini menghimpitnya semenjak Eliza tak sadarkan diri. Rayhan menangis melepas pelukannya dari dokter Danu kemudian beralih memeluk Nany. "Ma istriku kembali" Lirih Rayhan.


Eliza menutup mata ketika dokter Danu beranjak keluar meninggalkannya, rasa lemas dan sakit pada tubuhnya tak sebanding dengan rasa rindu dan khawatir pada suami dan anak-anaknya.


Aku sudah melahirkan, ya Allah bagaimana keadaan suami dan anak-anakku. Dalam benak Eliza masih terus bertanya-tanya. Ia merasa seperti terbangun dari tidur panjang yang begitu lelap hingga memori ingatannya samar-samar mengingat, tangis semua orang terutama Rayhan dan kedua anaknya begitu terdengar di telinganya ketika ia sedang tertidur.


"Istriku..."Lirih suara Rayhan terdengar bersamaan sentuhan lembut tangan Rayhan di wajahnya membuat ia membuka kedua mata.


Eliza mengerutkan dahi melihat sosok di hadapannya, ia menangis seketika itu juga. "Kak Ray" Tangannya terangkat menyentuh wajah Rayhan yang tampak pucat dan tidak terawat, tubuhnya juga semakin kurus. "Maafkan aku" Tangis Eliza semakin menjadi, betapa ia tahu laki-laki di hadapannya ini begitu sangat mencintai dirinya dan pasti sangat menderita karena menghawatirkan keadaannya selama ini.


"Jangan tinggalkan aku lagi ya sayang, aku bisa tiada tanpa mu" Rayhan menangis mencium kening Eliza.


"Ma...ma....." Celoteh Zihan dan Zahan yang berada di gendongan Ron dan Reza seketika terdengar di telinga Eliza.


"Kak Ray, di mana anak-anak kita" Tanya Eliza perlahan bangun dari tidur bersandar pada didinng kasur dengan bantuan Rayhan.


Mendengar tanya Eliza, Ron dan reza mendekat kemudian perlahan memberikan Zihan dan Zahan pada Rayhan. Kedua bayi kembar itu kini duduk di hadapan Eliza. Eliza lagi-lagi mengerutkan dahi, ia menatap kedua anak chubby menggemaskan yang terlihat sangat tampan dan cantik begitu mirip dengan dirinya dan Rayhan.

__ADS_1


"Ma...ma..." Cadel Zahan menarik baju Eliza, sedangkan Zihan lebih memilih memegang tangan Rayhan merasa takut dengan Eliza yang menatapnya.


Eliza masih terdiam menatap kedua anaknya membuat semua yang berada di ruangan itu saling menatap heran, ada apa dengan Eliza seperti merasa bingung.


"Kak Ray apa mereka anak-anak kita" Tanya Eliza bingung tiba-tiba menatap Rayhan. "Kenapa anak-anak kita sudah sebesar ini" polos Eliza yang tidak sadar kalau dirinya sudah lama mengalami koma. Semua yang mendengar ucapan Eliza tersenyum sembari mengusap air mata haru mereka.


"Sayang, mereka buah hati kita. Usia mereka sudah satu setengah tahun" Jawab Rayhan tersenyum kemudian menggendong Zihan untuk lebih mendekati Eliza yang sudah mendekap Zahan yang merangkak mendekatinya.


Eliza begitu kaget mendegar ucapan Rayhan yang berarti dirinya sudah tidak sadarkan diri selama satu setengah tahun. "Ya Allah" Ucap Eliza kemudian tanpa berpikir lagi segera memeluk kedua anaknya. Eliza menangis membuat Zahan dan Zihan ikut menangis. "Anak-anakku, ini mama" Lirih Eliza menghujani banyak ciuman pada kedua buah hatinya.


"Jolie adikku" Panggil Ron mendekati Eliza ketika Rayhan menggendong kedua anaknya kemudian memberikan pada Hanna dan Nany untuk beristirahat.


"Kak Ron" Sahut Eliza ketika Ron duduk di sebelah ranjang memegangi tangannya.


"Maafkan kakak selama ini ya" Lirih Ron merasa menyesal dengan perbuatannya pada Eliza selama ini, ia ingin melihat Eliza bahagia. Ia tidak sanggup melihat Eliza menderita lagi.


"Kak tidak ada yang perlu di maafkan, kita satu keluarga" Ucap Eliza kemudian menoleh pada Reza yang ikut mendekati dirinya berada.


"Gadis kecilku..." Lirih Reza.


Eliza meregangkan kedua tangannya pada Ron dan Reza. "Kalian adalah kakak-kakak yang paling Eliza sayangi di dunia ini" Ucap Eliza memeluk keduanya yang mendekat. Eliza begitu bahagia, begitupun juga dengan Ron dan Reza yang memeluknya hingga tiba-tiba terdengar sebuah suara yang membuat ketiganya melepaskan pelukan.


"Apa papa boleh ikut memeluk kalian" Ucap Baron perlahan mendekati ketiganya. Ron dan Reza saling menatap, keduanya memang sudah memaafkan Baron bahkan diantara mereka sudah tidak ada rasa canggung lagi dalam hubungan antara ayah dan anak tapi berbeda dengan Eliza yang belum tahu, apa bisa memaafkan Baron atau tidak karena di antara mereka bertiga Eliza lah yang paling menderita akibat perbuatan Baron.


Hening seketika suasana di kamar itu, Rayhan masih setia berdiri tidak jauh dari Eliza di temani Nancy dan dokter Danu. Eliza terdiam tatapan matanya terarah pada pria paruh baya itu. Memori ingatannya mulai mengingat ketulusan Baron yang menolong dirinya saat penculikan dan kecelakaan itu.


Baron juga menatap sendu pada anak perempuan satu-satunya yang baru tersadar dari koma itu. "Tentu saja boleh Pa" Ucap Eliza tiba-tiba tersenyum membuat Baron kaget, seolah tidak percaya dengan penuturan Eliza.


"Nak...." Lirih Baron seketika melangkah cepat mendekati Eliza yang meregangkan tangan untuk dirinya. Baron memeluk Eliza, dengan air mata yang mengalir. "Maafkan papa nak" Ucap Baron mencium kening Eliza sekilas kemudian mengeratkan pelukannya kembali. Ron dan Reza seketika juga ikut memeluk keduanya. "Anak-anakku...." Lirih Baron begitu bahagia akhirnya ia mendapatkan maaf dari ketiga anaknya.


*****


Sebulan sudah berlalu, pagi ini tampak kebahagian yang begitu terpancar dari seorang Rayhan Syarif tak henti memandang istrinya yang sedang duduk di depan meja rias mengeringkan rambutnya yang masih basah tergerai. "Biar aku saja sayang" Rayhan mengambil alih pengering rambut di tangan Eliza.


Rayhan tersenyum gemas melihat Eliza yang tampak malu, pipinya sudah terlihat merah merona. "Sayang aku harus tanggung jawab, kan aku yang buat kamu harus mandi keramas sebelum sholat subuh tadi" Ucap Rayhan menggoda Eliza.


"Kak Ray....!!" Teriak Eliza spontan hingga membuat kedua anaknya yang masih tertidur pulas di ranjang menggeliat merasa terganggu.


"Aku memcintaimu sayang" Lirih Rayhan mencium Eliza kemudian beranjak menenangkan kedua anaknya agar kembali tidur.


Kehidupan Eliza dan Rayhan begitu bahagia, apalagi dengan adanya kedua anak kembar mereka yang membuat hidup mereka semakin berwarna. Eliza sangat menyanyangi anak-anaknya, ia berniat kelak menambah anak lagi agar semakin ramai keluarganya tapi Rayhan masih belum siap, ia masih trauma ketika Eliza yang mengalami koma pasca melahirkan anak kembar mereka.


Rayhan tidak ingin terjadi apa-apa lagi pada Eliza, baginya si kembar sudah cukup untuk keluarga bahagianya.


******


Hari ini di rumah Rayhan tampak berkumpul semua keluarga besar dari Eliza dan Rayhan. Rayhan mengadakan syukuran untuk keluarga kecilnya dengan mengundang anak-anak dari panti asuhan dan keluarga besar mereka. Eliza tampak begitu cantik dengan busana hijab yang ia kenakan selaras dengan Rayhan dan kedua anak kembar mereka.


Dalam acara itu tampak Nany dan Hanna sedang membantu para pelayan menyiapkan bingkisan dan hidangan untuk anak-anak yatim dan para tamu dari keluarga besar mereka.


"Sudah sana, temani tunanganmu sayang. Biar mama yang bantu mereka" Ucap Nany pada Hanna yang sedari tadi tidak fokus membantu dirinya karena pandangan Hanna tak lepas dari seorang pria tampan yang baru hadir di acara itu.


"Mama..." Malu Hanna, tapi melangkah juga menghampiri laki-laki itu. Laki-laki yang bersedia menunggu Hanna yang masih kuliah.


"Hmmm....hmmmm..." Dehem Rayhan mendekati kedua pasangan yang sudah ia restui itu. Rayhan kemudian berbisik pada laki-laki yang akan menjadi calon adik iparnya itu. "Dokter Danu, aku sudah merestui hubungan kalian tapi kelak jangan pernah menyakiti adikku" Bisik Rayhan. "Dan satu lagi, kalian tidak boleh melampau batas. Harus bisa menjaga diri sebelum menikah" Cerewet Rayhan yang hanya di tanggapi senyuman dan anggukan oleh dokter Danu.


"Apa yang kak Ray ucapkan pada calon suami Hanna, jangan buat kak Danu yang susah-susah Hanna dapatkan jadi takut ya kak" Polos Hanna yang memang dengan bersusah payah selama ini berusaha menarik perhatian dokter Danu agar bisa melupakan cintanya pada Eliza kakak ipar tersayangnya. Hanna tak pernah menyerah mendekati Dokter Danu yang akhirnya perlahan luluh dengan perhatian dan kegigihan Hanna hingga membuat hatinya kembali bergetar merasakan cinta untuk Hanna. Ia pun menerima Hanna dan berjanji membahagiakan Hanna.


"Urusan laki-laki" Singkat Rayhan tersenyum meninggalkan kedua nya melangkah kembali pada Eliza sedangkan kedua anaknya kini berada di pangkuan Baron dan Nancy.


Rayhan mendekati Eliza yang sibuk membantu Nany, kemudian sekilas Rayhan mencium pipi Eliza membuat Eliza berjingat kaget. " Kak Ray" Pukul pelan Eliza pada bahu Rayhan.

__ADS_1


"Apa sayang" Ucap santai Rayhan kemudian ikut membantu Nany, ia begitu senang menggoda istrinya yang semakin ia cintai.


"Kak Ray..." Panggil Eliza kembali tapi di tanggapi senyuman oleh Rayhan yang masih fokus membantu Nany. "Kak...." Panggil Eliza kembali kini memegang erat tangan Rayhan dengan sedikit bergetar membuat Rayhan seketika menghentikan pekerjaannya dan menatap pada Eliza kemudian mengikuti arah pandang Eliza. Ia melihat Ron baru tiba dengan seorang wanita berada di sampingnya, kini wanita itu tidak lagi berpakaian seksi melainkan memakai busana hijab yang tampak membuatnya terlihat berbeda.


Ron menggandeng wanita itu menghampiri Eliza dan Rayhan berada, sedangkan Eliza kembali bergetar rasa trauma kembali menjalar di dirinya hingga membuat Rayhan yang menyadari hal itu segera memeluk pundak Eliza. "Sayang percayalah padaku, aku mencintaimu. Jangan biarkan pikiran buruk itu kembali" Ucap Rayhan menenangkan Eliza ketika Ron dan Bella yang sudah mendekat pada mereka.


"Jolie, Ray....." Sapa Ron, di tanggapi senyuman oleh Rayhan dan Eliza yang masih merasa takut. "Kalian pasti sudah kenal dengan calon kakak ipar kalian" Ucap Ron menunjuk pada Bella yang berada di sampingnya. Bella tersenyum kemudian mendekati Eliza dan memeluknya.


"Maafkan aku Eliza atas semua kesalahanku, sungguh aku benar-benar menyesal karena kebohonganku dulu" Tulus Bella masih memeluk Eliza, Eliza yang merasakan ketulusan Bella pun seketika rasa takutnya berangsur-angsur menghilang. Ia saat ini merasa sudah sedikit tenang.


"Sudahlah kak, Eliza cuman ingin kak Bella tulus mencintai kak Ron dan jangan pernah sakiti kakakku" Ucap Eliza melepas pelukan Bella. Ron akhirnya mau belajar menerima Bella yang selama ini tulus mencintai dirinya asalkan Bella mau merubah dirinya untuk berpakaian dan bersikap sopan serta bersama belajar dengan dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


"Pasti" Jawab Bella.


Ron dan Bellapun menghampiri Nancy dan Baron berada, untuk meminta restu atas hubungan mereka.


Kini giliran Reza yang baru tiba di acara syukuran itu, kakak Eliza yang satu ini juga tak mau kalah. Reza juga hadir menggandeng seorang wanita cantik di sampingnya yang seketika membuat Eliza berdiri dari duduknya menjatuhkan makanan yang berada di tangannya. Eliza membulatkan mata sempurna menatap wanita yang tersenyum ceria pada dirinya. Reza dan kekasihnya menghampiri Eliza dan Rayhan berada.


Pletaaak...


Jitakan mendarat di kepala wanita itu dari Eliza spontan saat sudah di hadapan Eliza.


"Aduh sakit Za" Keluh wanita itu mengelus-elus kepalanya yang mendapat jitakan. "Dasar calon adik ipar durhaka loe" Gerutu wanita itu.


"Loe kemana aja La" Tangis Eliza memeluk erat sahabatnya Laila yang sekian lama hilang bagai di telan bumi itu.


(Laila : Salahin author noh👆masak gue cuman di masukin di awal cerita sama di akhir cerita doang 😤😤)


(Author : 😁😁😁😁)


(Laila : Lah malah cengengesan gak jelas....dasar author somplak...🤦‍♀)


"Panjang ceritanya Za" Ucap Laila melepas pelukan Eliza kemudian tangannya terangkat mengusap air mata Eliza. Sedangkan Rayhan memilih mengajak Reza duduk di kursi samping Eliza dan Laila kemudian mengambil air mineral untuk Reza dan dirinya.


"Kalau panjang ya di pendekin La" Enteng Eliza menjawab membuat Reza dan Rayhan yang berada di samping keduanya seketika menyemburkan minuman yang baru masuk di mulut mereka. Rayhan dan Reza tak habis pikir sejak dahulu kedua sahabat itu jika sudah bertemu selalu saja ada ucapan yang tidak berfaedah dari keduanya.


Laila mengajak Eliza untuk duduk kemudian menceritakan tentang dirinya yang pada waktu itu terpaksa berhenti kerja karena paksaan kedua orang tuanya yang ingin menjodohkan dengan pria pilihan mereka. Beruntung pada saat itu Laila bertemu dengan Reza.


Reza memang sedari dulu sudah menaruh hati pada Laila kakak kelas Eliza yang sama kocaknya dengan adiknya. Reza pun akhirnya menolong Laila, Reza mengatakan pada orang tua Laila bahwa ia akan menikahi Laila serta membahagiakan Laila dan benar saja orang tua Laila seketika itu juga menyetujui pinangan Reza karena Orang tua mana yang akan menolak laki-laki tampan nan gagah pengusaha nomor satu di kota itu.


Reza bersyukur bisa menemukan Laila cinta pertamanya dan Reza juga sangat berterima kasih pada Laila karena selama ini telah menjaga adiknya menggantikan dirinya.


"La, loe beneran akan jadi kakak ipar gue" Tanya Eliza masih ragu.


"Bener" Jawab Laila tegas dengan anggukan.


Eliza kemudian kembali bertanya seolah tidak puas dengan jawaban Laila sahabatnya. "Elo gak pakai meletin kakak gue kan?" Seketika tangan Laila terangkat hendak menjitak kepala Eliza tapi tertahan ketika mendengar suara dehem Rayhan dan Reza secara bersamaan menatapnya. Sungguh ia saat ini tak bisa berkutik pada Eliza di depan calon suami dan Rayhan mantan bos di mana ia bekerja.


Lailapun mengurungkan niatnya untuk menjitak Eliza. "Iya bener, kakak loe gue pelet kayak gini" Ucap kesal Laila sambil menjulurkan lidahnya membuat Eliza tertawa puas.


"Aku senang La karena loe bisa sama kak Reza. Jaga kakakku ya, jangan sakitin kakakku" Ucap Eliza begitu bahagia.


"Pasti Eliza adik iparku sayang" Ucap Laila.


Kehidupan Eliza sungguh bahagia, ia mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari keluarganya. Ada papa Baron, Momy Nancy, mama Nany, Ron, Reza, Bella, Laila, Hanna beserta dokter Danu yang kini semuanya telah menjadi keluarga besarnya yang bahagia dan yang paling utama Eliza betapa sangat amat bersyukur karena tuhan telah memberikan suami yang paling baik pada dirinya dan dua buah hati dari cinta mereka.


Gambar ini mirip untuk visual keluarga kecil Rayhan dan Eliza yang ketika kedua anaknya kembarnya berumur 5 tahun, Rayhan dan Eliza kembali di karuniai seorang buah hati lagi. Sungguh bahagia dan manis keluarga kecil mereka yang sangat harmonis dan bahagia selamanya.



------__ The End__-----------

__ADS_1


Terima kasih buat semua Readers tercinta yang sudah senantiasa mengikuti cerita Author selama ini. Semoga semua terhibur, mohon maaf bila selama ini ada salah kata dan ucap dari Author. Love you All 😍😍


__ADS_2