
"Tatap mata saya El, apa kamu tidak mencintai saya"
"Tidak tuan" Eliza berusaha bertahan menatap mata Rayhan meskipun ia tidak tahu mengapa hatinya merasa sakit ketika bibirnya mengucapkan kata itu.
"Apa begitu sulit untuk mencintaiku El" Suara Rayhan lirih menunduk merasakan sakit yang teramat mendengar jawaban dari gadis yang ia cintai. "Apa hubungan mu dengan Ron Fernandes El ? Apa kamu mencintainya" tanya Rayhan kembali menatap Eliza. " Jawab El"
"I..... iya sa....saya mencintainya" Suara Eliza terbata. Rayhan sudah tidak tahu lagi harus berkata apa. Hatinya benar-benar hancur sehancur-hancurnya sampai tidak ada kata yang bisa terucap untuk mewakili perasaannya. Tapi ia harus berbesar hati menerima keputusan Eliza, meskipun ia masih tidak bisa menerima itu.
Perlahan Rayhan melepas tangan Eliza, "Nona Eliza, apa kamu bahagia bersama dengannya?" Suara Rayhan kembali bertanya. Eliza tidak menjawab, ia hanya perlahan mengangguk.
Tangan Rayhan terangkat membelai lembut kepala Eliza, Rayhan mencoba memaksakan bibirnya untuk tersenyum. "Selamat tinggal nona Eliza semoga kamu bahagia selalu" Ucap Rayhan perlahan beranjak melangkahkan kakinya. Saat tepat berada di hadapan Ron."Jaga dan jangan pernah sakiti Elizaku, karena aku tidak akan tinggal diam jika itu terjadi" Ucap Rayhan, kembali melangkahkan kakinya di ikuti dengan Reno.
Eliza masih terus memandang kepergian Rayhan, Entah mengapa hatinya terasa sakit. Ia terus memegangi dadanya yang terus bergemuruh tanpa terasa ia sudah ambruk terduduk di lantai itu seketika, punggungnya bergetar dengan tangis yang pecah begitu saja. "Sakit paman, kenapa hatiku sakit.....hiks.... hiks....." Ucap Eliza di sela tangisnya.
Ron melangkah mendekati Eliza, ia ikut terduduk di samping Eliza. Sedang John dan bodyguardnya beranjak meninggalkan tuannya dan Eliza. Ron menarik Eliza kedalam pelukannya. "Itu karena kamu gadis yang baik sayang" Ron merasa sakit melihat Eliza menangis tapi ia merasa lega karena setelah ini ia yakin kalau Rayhan tidak akan mencari Jolie nya lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rayhan dengan perasaannya yang hancur pulang ke rumahnya di antar Reno karena Reno begitu cemas dengan keadaan Rayhan. "Ma, sakit ma" Ucap Rayhan yang kini memeluk Nani.
__ADS_1
"Ada apa Nak" Ucap Nani kaget mengelus lembut punggung anak laki-laki nya itu. Nani yang merasakan punggungnya basahpun sudah bisa menebak jika anaknya itu menangis dan ini pasti ada hubungannya dengan Eliza gadis yang sangat di cintainya selama ini. Rayhan adalah laki-laki yang kuat dan tegar, selama ini ia tidak pernah mengeluarkan air mata seburuk apapun keadaannya, baru kali ini Nany mendapati dua kali anaknya menangis untuk gadis yang bernama Eliza.
"Elizaku ma, dia tidak mencintaiku" Rayhan semakin mengeratkan pelukannya. Sedangkan Nani berusaha menenangkan anaknya.
"Nak, kamu percaya pada takdir tuhan kan" Rayhan mengangguk dan Nancy bisa merasakan itu. "Serahkan semuanya pada takdir tuhan. Jika Eliza adalah jodohmu, pasti suatu saat nanti kalian akan bersatu kembali. Percayalah"........
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sudah seminggu setelah kedatangan Rayhan, Eliza selalu terlihat murung dan jadi pendiam. Eliza lebih sering mengurung diri di kamar. Nancy yang melihat itu pun merasa kasihan pada Eliza. "Jolie sayang, kamu kenapa" tanya Nancy yang saat ini berada di kamar Eliza, duduk di samping Eliza.
Eliza tidak menjawab pertanyaan Nancy, ia hanya tersenyum terdapat gurat sedih di balik senyum Eliza. Nancy sejenak terdiam sebelum memulai ucapannya kembali. "Kamu pasti jenuh di rumah?" Nancy memegang bahu Eliza. "Sayang Momy menginjikanmu pergi keluar rumah sekarang, kamu bisa jalan-jalan ke manapun yang kamu suka. Biar nanti supir yang mengantar kamu" Eliza seketika menoleh pada Nancy. Apakah mungkin Ron mengijikan, tanya Eliza dalam hati.
"Saya ingin jalan-jalan keluar tanpa supir, apakah boleh Mom" tanya Eliza sedikit takut. Nancy kembali tersenyum.
"Sayang kamu tenang saja, supir itu orang kepercayaan Momy jadi dia tidak akan memberi tahu Ron"
"Tapi bagaimana dengan para bodyguard itu pasti tidak mengijinkan saya keluar Mom" Ucap Eliza melemah karena merasa tidak ada kemungkinan buat dirinya bisa keluar menghirup udara bebas meskipun Ron tidak berada di rumah.
" Kamu tenang saja, biar Momy yang mengurus" Ucap Nancy tersenyum.......
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.........
__ADS_1
Ikuti terus ceritanya ya 😊......Jangan lupa tinggalkan like juga..... biar Author semangat nulisnya..... Terima kasih🙏.......Jaga kesehatan selalu......love you All 😍😍