Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 108


__ADS_3

Setelah kepergian Rayhan ke kantor, hari ini seperti biasa Eliza membersihkan rumah di bantu oleh ART yang di sewa Rayhan untuk menemani Eliza yang setiap hari datang dari pagi hingga Rayhan kembali pulang.


Hari ini Eliza merasa ada yang beda pada tubuhnya karena entah mengapa ia merasa tubunya cepat lelah di banding biasanya.


Setelah mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga Eliza lebih memilih merebahkan diri mengistirahatkan dirinya yang terasa lemas hingga sore hari menjelang, Eliza baru terbangun. Eliza pun bergegas ke dapur untuk memasak makan malam. Selesai memasak Eliza bergegas membersihkan diri di kamar mandi.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam tapi Rayhan masih belum juga kembali dan tidak memberi kabar. Sejenak Eliza berpikir apakah suaminya sedang lembur hingga akhirnya ia memutuskan untuk menelpon suaminya.


Alangkah terkejutnya Eliza, ketika ponsel terhubung dan yang mengangkat telp adalah seorang wanita yang suaranya tidak asing baginya.


"Jangan mengganggu kami yang sedang bersenang-senang" Ucap wanita itu.


JEDAAR......sontak kata-kata itu membuat Eliza menutup mulut tak percaya dengan pendengarannya. "Apa yang kamu lakukan, dimana kak Ray" Lirih Eliza yang seketika merasa lemas hatinya terasa sakit.


"Kamu jangan khawatir dengan suamimu karena aku pasti akan jauh lebih bisa memuaskannya daripada gadis kecil sepertimu" Ucap wanita itu kemudian memutus sambungan. Semua percakapan itu secara tidak sengaja terekam di ponsel Eliza karena sejak menghubungi Rayhan tadi tangan Eliza tidak sengaja menekan tombol rekam pada poselnya.


Eliza seketika wajahnya berubah pucat. "Nona ada apa" Tanya bi Ijah ART yang di sewa Rayhan merasa khawatir dengan wanita cantik itu yang saat ini terlihat sedih di hadapannya.


"Bi saya pergi kantor kak Ray dulu ya" Ucap Eliza dengan air mata mengalir membasahi pipinya membuat bi Ijah khawatir.


"Sudah malam Non, apa gak bahaya" ujar bi Ijah melihat Eliza yang saat ini mengambil jaketnya.


"Tidak apa-apa bi" Ucap Eliza beranjak meninggalkan bi Ijah dan keluar rumah.


Di depan rumah sudah ada taksi online yang sudah di pesan Eliza. Taksi online itu melaju setelah Eliza masuk kedalamnya.


Sampai di perusahaan Rayhan yang tampak sepi, Eliza berusaha menguatkan kakinya untuk melangkah menuju lift yang mengantarkannya ke lantai di mana ruangan Rayhan berada.


Eliza sudah berada di depan pintu ruang Rayhan, "Kak Ray....." Teriak Eliza. "Kak buka pintunya" Teriak Eliza lagi memukul pintu itu. Tak lama pintu mulai terbuka terlihat seorang wanita mengenakan baju tidur seksi dibalik pintu. Eliza menegang dengan nafas sedikit tercekat tubuhnya bergetar menggeleng terkejut dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Dimana kak Ray, apa yang kalian lakukan?"


Bella tersenyum menyeringai. "Kenapa kau kesini, kau mengganggu kesenangan kami" Bella mendorong tubuh Eliza yang lemah untuk memaksa masuk.


"Tidak mungkin.....tidak mungkin kak Ray seperti itu. Kau pasti bohong" Ucap Eliza yang masih mencoba untuk tidak percaya.


"Dasar kau anak kecil, Lihatlah...." Tunjuk Bella yang memegang lengan Eliza menariknya untuk sedikit masuk ke dalam pintu itu.

__ADS_1


"Kak Ray.......Kak....." Teriak Eliza melihat Rayhan duduk bersandar di sofa membelakanginya dengan bertelanjang dada. Rayhan sama sekali tak menyahuti panggilan istrinya. Eliza berharap ini mimpi, dia merasa dunianya runtuh seketika. Hatinya menjerit sakit. "Kenapa.....kenapa kak Ray tega" Teriaknya. "Jawab aku kak Ray" Ucap Eliza di iringi isak tangis dan tubuhnya masih tertahan oleh Bella.


"Kau sudah tahukan kalau suamimu itu sama sekali tak perduli denganmu. Jadi pergilah kau sudah mengganggu kami" Ucap Bella mendorong Eliza hingga ia hampir terjatuh dan menutup kembali pintu ruangan Rayhan.


Eliza perlahan berjalan keluar dari perusahaan Rayhan dengan menahan rasa sesak yang menghimpit jantungnya, langkah kakinya terasa berat, hatinya hancur berkeping-keping menyaksikan kejadian itu.


Eliza terus berjalan tak tentu arah hingga kepalanya terasa pusing hampir saja ia terjatuh jika saja seseorang laki-laki tampan yang sangat menyanyanginya tidak menahan tubuhnya. "Gadis kecilku ada apa?" Tanya Reza yang menahan tubuh Eliza di pelukannya.


Setelah kepergian Eliza dengan taksi online, mobil Reza terlihat mendatangi rumah Eliza. Reza sengaja ingin menemui adiknya yang sudah seminggu tidak ia jumpai. Tapi saat sampai di rumah Eliza, bi Ijah yang merasa khawatir menceritakan kepergian Eliza dalam keadaan menangis ingin menemui suaminya di perusahaan. Reza pun menjadi cemas dan memutuskan menyusul Eliza dan akhirnya menjumpai adiknya dalam keadaan menyedihkan hampir terjatuh.


"Kak, bawa Eliza dari sini. Eliza ingin pulang kerumah kakak. Eliza takut" Teriak Eliza menangis histeris pada kakaknya hingga akhirnya ia pingsan dalam dekapan Reza.


Reza yang merasa bingung dan khawatir pada adiknya pun menggendong Eliza dan memutuskan membawa pulang kerumahnya.


Reza melajukan mobilnya. Ia kembali menggendong tubuh Eliza saat mobilnya berhenti di halaman depan rumahnya. Reza merebahkan perlahan tubuh Eliza di kamarnya kemudian terlihat ia membuka laci yang berada di meja mencari minyak kayu putih guna untuk menyadarkan adiknya.


Minyak kayu putih itu di dekatkan di hidung Eliza, tak berapa lama Eliza pun mulai mengerjap membuka matanya. "Kamu sudah sadar, apa yang kamu rasakan" Tanya Reza merasa cemas melihat kondisi adiknya.


Eliza mulai tersadar hingga memori ingatannya kembali berputar tentang kejadian yang baru ia alami. Tubuh Eliza mendadak bergetar, lidahnya terasa keluh. Di pelupuk matanya sudah mengenang air dan seketika mengalir deras membasahi pipinya sembari ia berteriak histeris. "Eliza takut kak...." teriaknya memeluk erat kakaknya yang berada di hadapannya.


Eliza tidak menjawab pertanyaan kakaknya, ia masih terus menangis. "Aku ingin ikut kakak, aku tidak mau pulang kerumahnya. Eliza ingin bersama kakak...." Ucap Eliza yang masih di barengi isakan tangis membuat Reza mengambil kesimpulan bahwa Rayhan pasti sudah menyakiti adiknya.


"Iya sayang, kamu ikut kakak. Kakak akan selalu ada untukmu" Reza ikut merasakan sakit melihat adiknya seperti itu. "Sekarang kamu tidur ya, kakak akan berada di sini menjagamu" Ucap Reza kembali membaringkan Eliza dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Reza membelai kepala adiknya lembut dengan kasih sayang membuat Eliza yang merasa lelah sedikit demi sedikit isakan tangisnya pun tak terdengar. Eliza merasakan belaian tangan Reza sama seperti belaian tangan mamanya.


Eliza tertidur dengan keringat yang masih membasahi wajahnya, dengan igauan yang sering muncul dari bibirnya.


"Eliza takut......"


" Kak Ray, kenapa tega....."


"hiks.....hiks......" Racau Eliza dalam tidurnya membuat Reza semakin penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.


Reza yang masih di liputi rasa penasaran akhirnya mengambil ponsel Eliza dan mencoba mencari tahu.


Reza begitu terkejut ketika mendengar percakapan Eliza dan seorang wanita yang sangat ia kenali suaranya. Ia rasanya tidak percaya kenapa sahabat sekaligus adik iparnya bisa menyakiti adiknya. "Shit" Umpat Reza merasa geram, tangannya sudah memgepal. Ia butuh penjelasan Rayhan. "Apa yang telah kalian lakukan pada adikku" Amarah Reza sudah mulai berkobar, rasanya ia ingin segera menemui keduanya dan memberi pelajaran tapi ia berusaha menahan karena tidak tega melihat kondisi adiknya yang menyedihkan.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


Ikutin terus ceritanya ya......Kalau waktu Author longgar pasti Author akan sering Update dan harap di maklumi ya, kalau Author sibuk sering telat update tapi Author akan berusaha berikan yang terbaik.......Semoga para Readers tercinta terhibur dengan cerita Author....love you All😍😍


__ADS_2