
Kini Eliza sudah berada di kediaman Ron setelah mendapat ijin pulang dari dokter Danu. "Jolie sayang, kamu ingin Momy masakan apa?" Tanya Nancy yang saat ini berada di dapur bersama Eliza.
"Apapun yang Momy masak saya pasti suka" Jawab Eliza pada wanita yang sudah di anggapnya ibu itu.
"Sayang, kau tahu semenjak kepergianmu Momy merasa kesepian. Kamu seperti anak perempuan bagi Momy" Nancy begitu menyayangi Eliza. Jika bukan karena ingin mencari bukti kejahatan Ron sudah pasti saat ini Eliza menceritakan semuanya pada Nancy kalau Ron anaknya hampir saja menghilangkan nyawa Rayhan dan dirinya.
"Momy juga seperti Mamaku, aku menyanyangi mu Mom" Ucap Eliza memeluk Nancy. Nancy membalas pelukan Eliza dengan membelai lembut rambut Eliza.
"Ya sudah sekarang tolong kamu panggil Ron, ajak dia makan siang bersama kita" Pinta Nancy yang terpaksa harus Eliza turuti karena sebenarnya ia takut jika harus berhadapan dengan Ron.
"Baik Mom" Ucap Eliza kemudian beranjak meninggalkan Nancy mencari keberadaan Ron.
Eliza terus berjalan di rumah besar itu, ia mencari Ron di kamar nya tapi tak ada respon saat ia mengetuk pintu. Akhirnya Eliza memilih mencari Ron di ruang kerjanya. "Paman" panggil Eliza mengetuk pintu ruang kerja Ron yang sedikit terbuka. "Paman" Panggil Eliza lagi, melangkahkan kaki masuk ke dalam ruang kerja itu. Eliza mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Ron tapi sama sekali tak dapat ia temukan.
Eliza melihat ada sebuah lemari rak buku besar di ruang kerja Ron. "Ternyata paman suka membaca juga" Guman Eliza sembari melihat-lihat sekumpulan buku yang ada di lemari rak itu. "Ah iya lupa, kan di suruh Momy mencari paman" Guman Eliza menaruh kembali buku yang ia baca di lemari rak itu. Eliza melangkah hendak keluar dari ruangan itu. Saat Eliza memegang handle dan akan menutup pintu tiba-tiba saja Eliza kaget melihat lemari rak buku di ruangan Ron bergeser dan Ron bersama John keluar dari balik lemari itu.
"John pastikan besok barang itu sudah di kirim" Suara Ron memberi perintah pada John. Eliza merasa kaget dengan perlahan ia menutup pintu yang hampir tertutup.
Aku harus mencari tahu, ruang apa sebenarnya itu......
BRAAK....... Eliza yang tergesa-gesa tidak sengaja menyenggol vas bunga.
"Siapa?" Ron membuka pintu ruang kerjanya di ikuti John. "Sayang apa yang kamu lakukan?" Ron menghampiri dan ikut berjongkok dekat Eliza yang sedang memunguti vas bunga yang pecah. "Sudah biarkan saja, biar nanti pelayan yang membereskan" Ron mencegah tangan Eliza dan mengajaknya berdiri.
Eliza berusaha bersikap tenang di depan Ron agar tidak di curigai. "Paman dari mana? kenapa bisa keluar dari ruangan itu. Tadi saya cari kenapa paman tidak ada di ruangan itu?" tanya Eliza polos menunjuk ruang kerja Ron membuat Ron menoleh pada John.
"Sayang, dari tadi saya disitu sama John. Kamu nyari saya ada apa? " Ron berusaha mengalihkan pertanyaan Eliza dengan pertanyaannya. Eliza meskipun pintar tapi tetap saja dia gadis yang polos.
"Oh itu paman, disuruh Momy nyari paman buat makan siang bareng" Ucap Eliza tersenyum melupakan pertanyaannya yang tidak di jawab oleh Ron.
Salah satu kepolosan dari Eliza itulah yang membuat Rayhan, Ron dan dokter Danu makin jatuh cinta pada gadis itu.
Ron tersenyum hendak membelai rambut Eliza, tapi Eliza secara refleks menghindari tangan Ron. "Ayo paman, Momy pasti sudah menunggu" Ajak Eliza kemudian menoleh pada John. "Mmm, paman IMUT juga mau ikut makan" John merasa kaget dengan panggilan Eliza pada dirinya karena baru kali ini ada yang memanggilnya IMUT.
__ADS_1
Ron menoleh pada John. "Sayang, kenapa kamu panggil John dengan IMUT? bukannya aku yang lebih IMUT dan tanpan?" tanya Ron kembali menatap Eliza. "Aku tidak senang mendengarnya sayang" Ucap Ron kesal.
"Paman, IMUT itu artinya item mutlak" Eliza terkekeh dengan ucapannya. "Ha...ha... Maaf paman John, saya hanya bercanda" Eliza masih tertawa lirih meninggalkan keduanya menuju kedapur di mana Momy berada.
Ron tertawa menoleh pada John, "Kau memang IMUT john" tawa Ron semakin keras meninggalkan John yang tersenyum kecut sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
dreet...... dreeet...... Eliza melihat layar ponsel kemudian dengan segera mungkin masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar.
Eliza segera menekan tanda menerima panggilan video pada ponselnya.
"Assalamualaikum kak" Ucap Eliza melihat layar ponsel. Terlihat laki-laki tampan yang telah resmi menjadi suaminya menatapnya.
"Waallaikum salam istriku sayang" Ucap Rayhan tersenyum memandang Eliza. "Sayang apa kamu tidak merindukanku" tanya Rayhan dengan wajah sedikit murung. Eliza tak menjawab pertanyaan Rayhan. Ia hanya tersenyum di depan layar ponsel yang menghubungkan dengan suaminya itu. "Baiklah jika kau tak menjawab, aku akan segera menemui di rumah Ron sekarang juga" Ucap Rayhan.
"Kak Ray...." Eliza kaget mengeryitkan dahi dan memanyunkan bibir mungilnya.
"Apa maksud kak Ray" Tanya Eliza bingung.
"Kau ini sangat manis sayang, aku ingin sekali mencium mu kalau kau seperti itu" Goda Rayhan tersenyum dengan mengedipkan satu matanya.
"Kak Ray Mesuum" Teriak Eliza.
"Sayang, masak sama istri sendiri di bilang mesum" Rayhan benar-benar senang sekali melihat istrinya yang seperti itu, terlihat salah tingkah karena malu. "Sayang jangan lupa, kalau ada apa-apa kamu segera hubungi suamimu ini. Aku selalu berada di dekatmu" Ucap Rayhan yang saat ini sedang berada di sebuah apartemen yang lokasinya sangat dekat dengan kediaman Ron. Rayhan sengaja membeli apartemen itu karena ia benar-benar tidak ingin berjauhan lagi dengan istrinya apalagi saat ini istri tercintanya itu sedang berada di rumah rivalnya.
"Kak Ray, tadi Eliza lihat di ruang kerja Ron ada ruang rahasia di balik lemari. Nanti Eliza berencana ingin menyelidikinya" Ujar Eliza pada suaminya.
"Ruang rahasia, apa mungkin itu berhubungan dengan bisnis gelap yang di jalani Ron" Ucap Rayhan berpikir. Selama ini ia sempat mendengar kalau Ron memiliki hubungan dengan geng mafia yang berada di perancis.
"Mungkin saja kak, Eliza akan mencari tahu" Eliza memang penasaran dengan ruang rahasia di ruang kerja Ron.
"Hati-hati sayang, saya tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu" Rayhan terlihat khawatir karena ia tahu dunia geng mafia itu sangat berbahaya, jika Eliza ketahuan bisa jadi Ron akan sangat murka dan menyakiti istrinya.
__ADS_1
"Iya kak, Eliza akan hati-hati" ucap Eliza tersenyum agar suaminya tidak cemas.
"Sayang apa tidak lebih baik kamu hentikan rencana kamu itu. Biar saya yang akan berusaha mencari bukti kejahatan Ron" Pinta Rayhan yang sedari awal tidak setuju dengan rencana Eliza.
"Mana boleh seperti itu....." Belum selesai Eliza melanjutkan bicaranya sudah terdengar.....
Tok..... tok....
Suara ketukan pada pintu kamar Eliza.....
"Jolie sayang....Kau bicara dengan siapa?".....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung........
Semoga semua Readers terhibur...... love you All 😍😍
__ADS_1