
"Tuan kalau boleh saya tahu siapa anda? Sejak kemarin saya perhatikan kecemasan yang anda tunjukan pada nona Cantik, seolah anda sudah kenal dengan nona Cantik" Tanya dokter Danu penasaran......
"Saya Ron Fernandes. Jauh dari sebelum anda mengenal dia, saya sudah terlebih dahulu mengenalnya. Gadis itu sungguh sangat manis sejak pertama kali bertemu saat dia masih sekolah. Saya juga termasuk salah satu dari orang yang di selamatkan gadis itu" Jawab Ron dengan wajah berbinar membayangkan Eliza.
"Gadis itu memang gadis penyelamat" Guman dokter Danu pelan sembari memperhatikan Ron, ia bisa menangkap bahwa ada perasaan khusus Ron pada Eliza. "Apa anda menyukai nona Cantik?" Tanya dokter Danu to the point. Ron mencoba menghela nafas.
"Sama seperti anda, saya juga jatuh hati pada gadis penyelamat itu sejak pertama kali bertemu" Jawaban Ron tidak membuat dokter Danu heran, karena seorang Rayhan yang anti perempuan pun bisa dengan mudah jatuh hati pada Eliza, bahkan dirinya sendiripun juga sama. Eliza memang spesial di mata ketiga laki-laki tampan itu. Takdir membuat ketiganya jatuh hati pada gadis yang sama dan takdir pulalah yang akan menentukan pada siapa cinta Eliza berlabuh.
"Tapi sayangnya cinta kita bertepuk sebelah tangan, nona Cantik sudah jatuh hati pada seseorang dan kita sebagai laki-laki yang mencintainya harus merelakannya agar nona Cantik bisa bahagia" Ucap dokter Danu tulus, tadinya ia ingin berusaha memperjuangkan Eliza dari Rayhan karena ia tahu perjanjian tiga bulan itu, tapi ketika mengetahui bahwa Eliza juga sangat mencintai Rayhan, dokter tampan itu lebih memilih mundur. Cukup dengan melihat Eliza bahagia saja ia sudah tenang meskipun hatinya terasa sakit tapi kebahagian Eliza lebih penting baginya.
Ron hanya menyeringai mendengar ucapan dokter Danu.
Dasar bodoh...... aku tidak akan merelakan gadis yang aku cintai begitu saja pada laki-laki lain apalagi hanya pada seorang staf . Aku akan berusaha mendapatkan cinta Jolie bagaimanapun caranya......Ucap Ron dalam hati.
Ron masih tidak mengetahui bahwa rival dia yang sebenarnya adalah Rayhan Syarif laki-laki yang dia pikir sudah tiada.
__ADS_1
"Tuan Ron, apa saya boleh meminta tolong" Terlihat kesedihan pada raut wajah Dokter Danu. Dokter Danu sedari tadi sudah berusaha menghubungi Rayhan tapi ponsel Rayhan sulit di hubungi, mungkin karena sinyal yang buruk.
"Katakan dokter" Ron menatap dokter Danu, terlihat dokter Danu seperti sedang bingung.
"Sebenarnya saya tidak tega meninggalkan nona Cantik dalam keadaan seperti ini, tapi barusan tadi adik saya menghubungi saya, Mama saya sedang sakit keras dan meminta saya untuk segera pulang ke Korea" dokter Danu adalah dokter yang berdarah campuran korea. "Saya akan mengambil cuti dan belum tahu kapan bisa kembali" dokter Danu terlihat sedang sulit membuat pilihan.
"Apakah tuan Ron bisa menggantikan saya menjaga nona Cantik, nona Cantik tidak punya keluarga di sini karena ia tidak pernah cerita tentang keluarganya" Selama dokter Danu mengenal Eliza, ia hanya tahu Eliza tinggal di kota XX sendiri.
" Tentu saja dokter itu sudah kewajiban saya" Ucap Ron. Dokter Danu pun menulis sebuah nomor ponsel di selembar kertas dan memberikan pada Ron.
" Tentu dokter" Ucap Ron dengan seringai di bibirnya entah apa yang ada dalam fikiran Ron.
" Terima kasih tuan Ron, saya percaya pada anda. Nanti akan ada dokter yang menggantikan saya untuk menangani kasus nona Cantik" Ucap dokter Danu menjabat tangan Ron. "Sebelum saya pergi, saya permisi akan menemui nona Cantik terlebih dulu" Pamit dokter Danu beranjak keluar ruangannya di ikuti Ron masih dengan senyum seringai di bibirnya.
Mana mungkin aku sebodoh itu menghubungi Abdul karyawan staf itu. Aku tidak akan menyia-nyiakan takdir yang memberikan kesempatan padaku untuk mendapatkan cinta Jolie.........
__ADS_1
Ron meremas kertas berisi nomor ponsel Rayhan itu dan melemparkannya pada tempat sampah.......
.
.
.
.
.
.
Bersambung...........
__ADS_1