Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 55


__ADS_3

Ron masih tetap setia menunggu Eliza di ruang Eliza di rawat. Sedangkan Nancy, Ron memintanya untuk pulang di temani John.


Dokter Danu pun masih terus memantau keadaan Eliza, ia sama sekali tak beranjak dari rumah sakit meskipun ia sudah lepas dari jam kerja.


"Jika malam ini nona Cantik bisa melewati masa kritis maka InsyaAllah ia akan selamat, hanya saja.... " Dokter Danu menjeda ucapannya sambil memegang keningnya.


"Hanya saja apa Dok" Tanya Ron yang juga di liputi rasa cemas pada dokter Danu.


" Saya belum bisa memastikan tapi semoga perkiraan saya salah" Terlihat jelas gurat cemas di wajah dokter Danu yang saat ini duduk di dekat ranjang Eliza berada bersama Ron.


 ------------------


Pagi hari tiba, semalam Dokter Danu dan Ron sama sekali tidak memejamkan mata, berharap dentuman jam bergerak cepat.


Hening...... hanya terdengar suara monitor.


Satu jari tangan Eliza mulai bergerak, membuat kedua orang yang terjaga semalam itu beranjak dari duduknya dan mendekati Eliza.


Eliza perlahan mulai membuka kedua matanya. Mata sayu Eliza mulai menelusuri keadaaan di sekitarnya sembari memegangi keningnya yang terlingkar perban pada lukanya.


" Nona Cantik" Panggil dokter Danu pelan. Eliza perlahan menoleh pada dokter Danu dan Ron yang berdiri di dekat ranjangnya. "Apa yang kamu rasakan" Tanya dokter Danu kemudian.


Eliza masih memegang keningnya, mengercap merasakan sakit. "Saya di mana, kalian siapa" Pertanyaan itu terlontar dari bibir manis Eliza, membuat dokter Danu jadi semakin yakin dengan dugaaannya.

__ADS_1


" Nona Cantik, apa kamu tidak mengenali saya" Tanya dokter Danu menatap Eliza, Eliza pun menatap dokter Danu kemudian menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Ya tuhan, ini yang saya takutkan" Guman dokter Danu pelan menoleh pada Ron. Sedangkan Ron mulai bisa menangkap arti dari kecemasan dokter Danu.


"Nona Cantik, apa kamu tidak ingat dengan apa yang terjadi? " Tanya dokter Danu masih ingin menguatkan dugaaannya. Lagi-lagi Eliza hanya menggeleng sebagai jawaban. "Apa kamu tidak ingat siapa kamu" tanya dokter Danu.


" Siapa saya.... " Bukannya Eliza menjawab tetapi Eliza malah bertanya balik, Pandangan Eliza menatap lurus pada dinding langit rumah sakit mencoba mengingat-ingat. "Aaaaaa...... sakit" Teriak Eliza memeggangi kepalanya.


Dokter Danu pun yang melihat kondisi Eliza mencoba menenangkan Eliza, satu suntikan ia berikan di selang infus Eliza agar bisa menghilangkan rasa sakit yang di rasakan Eliza. Selang beberapa menit Eliza yang merasakan sakit di kepalanya pun perlahan mulai tenang dan kembali memejamkan mata indahnya.


"Dokter, apa yang terjadi kenapa dia kembali pingsan" Tanya Ron cemas, mencengkeram pundak dokter Danu. Dokter Danu sempat merasa heran, karena sejak kemarin ia memperhatikan kecemasan Ron yang berlebihan.


"Ikut saya tuan" Ucap dokter Danu beranjak keluar dari ruangan Eliza bersama Ron di belakangnya. Dokter Danu memerintahkan salah seorang perawat untuk menjaga Eliza sementara ia pergi ke ruang kerjanya bersama Ron.


"Nona Cantik mengalami benturan di kepalanya cukup keras hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatannya" Ucap dokter Danu menjelaskan.


"Apa ada kemungkinan dia sembuh dan ingatannya kembali pulih" Tanya Ron masih menatap map berisi hasil pemeriksaan Eliza.


"Saya belum bisa memastikan. Kebanyakan kasus yang pernah saya tangani, ingatan nona Cantik bisa saja kembali pulih secara bertahap dalam waktu cepat ataupun lambat. Kita bisa membantu mengembalikan ingatannya dengan sering-sering mengulang memorinya dengan lingkungannya dan orang-orang yang ia kenal terutama orang yang paling berarti dalam hidup nona Cantik" Sejenak dokter Danu berpikir dengan ucapannya ia kembali teringat, bahwa Rayhan lah orang yang berarti bagi Eliza.


" Sebentar tuan" Dokter Danu mengambil ponsel dari sakunya hendak menghubungi Rayhan tapi belum sempat ia menekan nomor Rayhan, ponselnya bergetar terlebih dahulu.


Dokter Danu menekan tanda hijau, menerima panggilan itu beranjak keluar dari ruangan meninggalkan Ron yang masih terus bergelut dengan pikirannya.

__ADS_1


Setelah selesai menerima panggilan, dokter Danu kembali keruangannya yang masih ada Ron di sana.


"Tuan kalau boleh saya tahu siapa anda, sejak kemarin saya perhatikan kecemasan yang anda tunjukkan pada nona Cantik, seolah anda sudah kenal dengan nona Cantik" Tanya dokter Danu penasaran......


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung........


Ikuti terus kisahnya ya...... Author akan berusaha sering up date di tengah kesibukan Author........ Jangan lupa jaga kesehatan..... love you All.... 😍😍

__ADS_1


__ADS_2