Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 93


__ADS_3

Mobil Rayhan saat ini sudah berhenti, berada tidak jauh dari kediaman Ron. "Sayang, apa sebaiknya kamu tidak usah kembali ke rumah Ron. Nanti biar aku belikan lagi cincin yang baru" Ucap Rayhan yang entah kenapa tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak.


"Itu kan cincin pernikahan kita kak dan lagi kakak tenang saja, saat ini Ron tidak ada di rumah sedang miting" Eliza memegang tangan Rayhan. "Kak Eliza. masuk dulu ya" Rayhan tersenyum melihat Eliza memegang tangannya.


"Baiklah sayang, kamu nyalain terus ya ponsel kamu. Jika kamu tidak cepat kembali maka jangan salahkan jika saya menjeputmu" Rayhan benar-benar merasakan firasat yang tidak baik dengan istri tercintanya itu.


Eliza menatap Rayhan, yang masih terlihat cemas. "Kak Ray kalau seperti itu nanti kadar tampan nya berkurang loh" Canda Eliza menggoda Rayhan.


"Oh jadi kamu mengakui juga kalau suami mu ini tampan, sayang" Rayhan meraih tubuh Eliza lalu ciuman ia daratkan di pipi hingga berlabuh di bibir mungil istrinya itu. Rayhan menekan tengkuk leher Eliza memperdalam ciuman itu sampai kedua nya hampir kehabisan nafas.


(Author : πŸ™ˆπŸ™ˆ Lain kali kalau mau ciuman bawa tabung elpiji biar gak kehabisan nafas)


(John. : πŸ™ˆπŸ™ˆTabung oksigen thor.......emang mau masak pake elpiji segalaπŸ€¦πŸ»β€β™‚πŸ€¦πŸ»β€β™‚)


(Author: πŸ™ˆπŸ™ˆ sejak kapan loe disini John??)


(John : πŸ™ˆπŸ™ˆsejak Author disini....)


(Autbor: Dasar penguntit.... πŸ™„)


(John : Penguntit teriak penguntit thor......😏)


(Author : hei, kalau Author gak ngintip gimana Author bisa cerita ke kalian semua.... πŸ˜ŒπŸ˜›)


(John :πŸ€¦πŸ»β€β™‚πŸ€¦πŸ»β€β™‚)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Eliza masuk ke kediaman Ron, ia melangkah kan kaki menuju kamar tidurnya yang terletak dilantai atas.


Setelah membuka pintu kamar, Eliza segera mendekati laci meja yang berada di dekat tempat tidurnya. Eliza masih fokus mengacak-acak laci mencari cincin pemberian suaminya itu yang entah kenapa tidak ada, padahal ia yakin kalau semalam menaruhnya di laci itu.


"Kamu mencari ini kan Jolie sayang" Sebuah suara yang terlihat penuh amarah dan kekecewaan berasal dari seorang pria yang duduk di sofa memperhatikan Eliza yang sedang sibuk mengacak-acak lacinya.


Sejak melihat cincin mahal di jari Eliza, Ron mulai curiga. Ron secara diam-diam mengawasi pergerakan Eliza. Ron begitu kaget ketika tahu siapa laki-laki yang di temui Eliza apalagi melihat kemesraan mereka dan mendengar percakapan Eliza dan Rayhan tentang kepura-puraan Eliza yang hilang ingatan. Ron merasa kecewa dan di hianati oleh wanita yang di cintainya itu.


"Paman....!!" Seru Eliza kaget dengan keberadaan Ron yang entah sejak kapan sudah berada di dalam kamarnya. "Paman.....sa... ya" Suara Eliza terbata.


Dengan senyuman sinis Ron mendekati Eliza yang terlihat kaget dan ketakutan. "Kamu mencari ini kan Jolie" tunjuk Ron yang membawa cincin di tangannya. Eliza tidak menjawab, ia hanya menatap cincin pemberian suaminya itu yang berada di tangan Ron. " Why Jolie..... Why...." tanya Ron dengan mata memerah penuh dengan kekecewaan.


"Paman itu cincin saya" Ucap Eliza memberanikan diri.


Ron tertawa sinis. "Apa kurangnya saya Jolie, saya bisa berikan cincin seperti ini yang jauh lebih mahal dari pemberian Rayhan Syarif" Ron mendekati Eliza yang beringsut mundur hingga menatap pinggiran ranjang. "Katakan Jolie.....katakan...... kenapa kamu berpura-pura masih hilang ingatan membohongiku. Apa saya begitu buruk di mata kamu sampai kamu tega membohongiku" tangan Ron sudah memegang erat legan Eliza.


"Kamu tanya kenapa? Haha......" Ron tertawa melepas tangannya dari lengan Eliza, Ron mengalihkan pandangan dari Eliza dan meraup wajahnya kasar. "Oh my god. Are you stupid girls?" Bentak Ron kembali menatap tajam pada Eliza membuat Eliza kaget dan tak terasa air matanya mengalir. "Apa kamu tidak bisa melihat cinta di mataku Jolie. Cinta yang begitu besar yang hanya ku berikan untukmu" Suara Ron terdengar serak karena sudah ada genangan air yang tertahan di pelupuk matanya.


"Tapi saya tidak mencintai paman. Jika paman bertanya seburuk apa paman di mataku.......buat Eliza, paman itu sangat menakutkan, seorang laki-laki yang bisa dengan mudah merencanakan pembunuhan pada Kak Ray yang sama sekali tidak bersalah pada paman" Ucap Eliza yang lagi-lagi mendapat tawa dari Ron.


"Tidak bersalah katamu, Jolie apa kau tahu seberapa menderita nya aku dan Momy karena Bara jaya" Eliza sejenak berpikir, ia baru sadar seorang laki-laki berada di foto sedang menggedong Ron itu ternyata adalah Bara jaya kakek Rayhan yang pernah ia lihat fotonya di rumah Rayhan.


"Jadi paman adalah....." Eliza tidak melanjutkan ucapannya, ia mendekap mulutnya kaget.


"Ya aku adalah anak dari Bara jaya, paman tiri dari Rayhan Syarif" Ucap Ron penuh dengan kebencian yang begitu dalam. "Aku dan Momy begitu menderita sedangkan Bara jaya dan keluarga bisa hidup bahagia melupakan keberadaan kami" Ron mendekati Eliza dan memegang tangan Eliza. "Jolie, tinggalkan Rayhan dan ikutlah bersamaku" Pinta Ron melembut terlihat tatapan mata yang begitu tulus.


Eliza sejenak merasa kasihan dengan Ron karena ia merasa sebenarnya Ron orang yang baik hanya saja dendam yang membuatnya menjadi kejam. "Maaf paman, Eliza tidak bisa" tutur Eliza membuat Ron menjadi geram.

__ADS_1


"Baiklah Jolie jika itu yang kamu mau, aku hanya bisa berkata padamu suka atau tidak, kamu hanya boleh menjadi milikku" Ucap Ron yang secara tiba-tiba menunduk dan membopong tubuh Eliza.


"Paman apa yang kau lakukan..... lepaskan Eliza" Teriak Eliza sembari memukul punggung Ron yang membopongnya di pundak. "Paman Lepaskan Eliza, Eliza tidak mau ikut paman" Teriak Eliza tapi tak membuat Ron bergeming. Ron terus berjalan membawa Eliza menuju ruang kerjanya dan membuka lemari pintu ruang rahasia membawa Eliza masuk ke dalam nya....


"Kita akan menikah Jolie...... "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


Maaf Readers tercinta baru sempat up date...... semoga terhibur...... love you All 😍😍


__ADS_2