
Setelah Eliza menutup pintu rumah, Eliza bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ketika selesai mandi Eliza memgambil mukenanya dan menjalankan sholat isya.
Eliza hari ini merasa lelah sekali, apalagi setelah kejadian di perusahaan tadi. Setelah selesai sholat isya, Eliza yang merasa kepalanya pusing, akhirnya ia memutuskan meminum obat karena sudah tidak tahan.
" Mungkin vertigo ku kambuh" Guman Eliza sebelum menelan obat dengan segelas air putih.
Selang beberapa menit obat itu bereaksi dengan efek samping mengantuk, Eliza tak henti-hentinya menguap hingga akhirnya ia memutuskan untuk tidur. Eliza begitu lelap dalam tidurnya hingga pukul 23:00, ia tak menyadari seseorang telah masuk dalam rumahnya.
Ceklek........
Pintu kamar Eliza terbuka. Langkah kaki Ron perlahan mendekat ke tempat di mana Eliza berada.
Seutas senyum terbit di bibir Ron melihat gadis cantik yang di cintainya itu sudah terlelap ke alam mimpi.
__ADS_1
"Sungguh sangat manis" Guman Ron menatap lekat Eliza. Ron mendekat ke ranjang Eliza, ia duduk di pinggiran kasur itu.
Ron begitu mengaggumi kecantikan gadis yang berada dihadapanya saat ini. "Gadis kecilku, tidurmu sungguh imut dan menggemaskan kau seperti bidadari".
Ron masih menatap Eliza, hingga saat Eliza yang tanpa sadar dalam tidurnya menggeliat sehingga selimut yang menutupinya tubuhnya tersikap dan memperlihatkan kaki putih mulusnya, di tambah lagi Eliza menggenakan drres tidur yang membuatnya terlihat semakin cantik.
Ron yang melihat pemandangan itu, seketika hasratnya naik sebagai laki-laki. Susah payah Ron menelan salirvanya. Seolah tanpa sadar dan tak bisa mengendalikan dirinya lagi, Ron mendekati tubuh Eliza.
Perlahan tangan Ron membelai lembut wajah putih mulus Eliza hingga sampai turun ke leher. Aroma harum khas tubuh Eliza tercium sampai ke hidung Ron hingga rasanya ia sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi. Kini tatapan mata Ron beralih pada bibir Eliza yang terlihat sangat menggoda baginya. Ron mendekatkan bibirnya pada bibir Eliza,
"Hiks..... hiks...... Mama jangan tinggalin Eliza" Suara tangisan Eliza seketika menghentikan Ron yang ingin mencium bibir Eliza. Hatinya tersentak melihat Eliza dalam tidur mengeluarkan air mata.
"Shit" Umpat Ron meraup wajahnya kasar. "Apa yang telah aku lakukan, kenapa aku bisa kehilangan kendali seperti ini. Kau sungguh berbahaya Jolie" Ron yang biasanya dengan mudah bisa mengendalikan dirinya dengan banyaknya wanita yang menggodanya, tapi kini hanya dengan melihat gadis ini tidur saja sudah bisa mengobrak-abrik pertahanannya sebagai laki-laki.
__ADS_1
Ron menarik nafas dalam dan mengeluarkannya dengan kasar, menetralisir degupan jantungnya yang berdegup begitu kencang. "Hampir saja, aku menyakitimu Jolie" Ucap Ron, kemudian mencium kening Eliza dan kembali menutupi tubuh Eliza dengan selimut.
"Andai aku dulu mendekapmu dan tak melepaskanmu setelah pertemuan pertama kita, apa kau sekarang akan mencintaiku Jolie" Tanya Ron dalam hati. Ia sungguh tak pernah bosan menatap wajah Eliza yang terlihat damai dalam tidurnya. Cukup lama Ron berada di dalam kamar Eliza.
"Maaf Jolie, sampai kapanpun aku tidak akan melepasmu. Apalagi hanya untuk seorang staf seperti Abdul" Ron pun meninggalkan kamar Eliza dan mengunci kembali pintu rumah dan pagar rumah Eliza seperti semula. Ia beranjak masuk dalam mobil, sesaat matanya kembali menatap rumah yang di dalamnya ada gadis yang bersemayam di hatinya. Ron pun akhirnya melajukan mobilnya memecahkan heningnya jalan menuju ke kediamannya ketika waktu sudah menunjukkan dua malam.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, pada karya author. Author pasti akan berterima kasih dan lebih semangat lagi menulis. Terima kasih banyak All yang sudah mampir, jaga kesehatan ya. 🙏😍😊