Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 119


__ADS_3

Eliza kini di pindahkan di ruang VIP karena akan mendapatkan perawatan sementara sampai ia sadar.


Rayhan perlahan berjalan memasuki ruangan Eliza setelah memberi kabar pada Reza bahwa adiknya saat ini baik-baik saja bersama dirinya.


"Maafkan aku sayang, hampir saja aku mencelakai kalian" Lirih Rayhan duduk di pinggiran ranjang Eliza berada. Rayhan membelai lembut perut Eliza yang masih terlihat rata kemudian menciumnya. "Maafkan papa sayang" Lama Rayhan mencium perut Eliza kemudian beralih mencium kening Eliza.


Rayhan merasa lega karena istrinya sudah mau memaafkannya dan semoga trauma yang Eliza rasakan sedikit demi sedikit bisa pudar. Ia juga begitu bahagia ada benih cinta mereka di rahim Eliza.


Rayhan larut dalam lamunannya sampai tiba- tiba ponselnya berbunyi menyadarkannya. Ia menerima panggilan itu sambil melangkah agak menjauh dari ranjang Eliza.


"Baiklah terus awasi pergerakannya" Ucap Rayhan menutup sambungannya lalu kembali melangkah menghampiri istrinya dan kini ia duduk di kursi samping ranjang Eliza, memandang istrinya yang masih terpejam.


Cukup lama ia memandang Eliza hingga tanpa terasa matanya ikut terpejam di samping istrinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Seorang pria yang terlihat gagah di usia paru baya tampak sedang mendatangi dimana perusahaan Ron berada. "Silahkan ayah mertua" Ucap Ron mepersilahkan duduk pada Baron ayah dari Eliza dan Reza ketika sampai di ruang kantornya.


"Ron, maaf aku baru bisa menemuimu karena aku baru saja tiba dari perancis ada yang harus aku selesaikan disana" Ucap Baron duduk di sofa berhadapan dengan Ron.


"Tak masalah ayah mertua, selagi kau masih ingat untuk membantuku mendapatkan anak gadismu" Ucap Ron dengan seringai dibibirnya.


Baron tersenyum mendengar ucapan Ron, ia tidak menyangka sebegitu tertariknya Ron pada Eliza. "Kau tenang saja Ron, aku sudah mempunyai rencana agar kau bisa bersama gadis itu" Ucap Baron memantikkan api pada rokok yang sudah berada dibibirnya. "Gadis itu polos Ron, pasti mudah untuk mengelabuinya" kepulan asap keluar dari mulut Baron dengan pikiran licik yang sudah bersarang di otaknya.


"Kau benar ayah mertua, karena kepolosannya, kebaikannya serta kecantikannya semua yang ada di dirinya membuatku jatuh cinta dan begitu tergila-gila" Bayangan Eliza selalu menghantui Ron, ia benar-benar merindukan gadis kecil penyelamatnya itu.


"Dia seperti mamanya, dulu aku juga tergila-gila pada wanita itu" Imbuh Baron masih dengan rokok di tangannya


"Tapi aku berbeda denganmu ayah mertua" Seru Ron pada Baron. "Karena aku tak akan pernah melepas dan menyia-nyiakannya seperti yang kau lakukan pada istrimu" Sindir Ron sedikit merasa kesal dengan perlakuan Baron pada mamanya Eliza. Ron meskipun kejam tapi ia begitu menghargai wanita yang di cintainya yaitu Momynya dan jolie

__ADS_1


"Well, terserah apapun yang kau katakan. Kali ini aku akan membantumu karena aku banyak berhutang jasa padamu" Ucap Baron mematikan api rokok ditangannya kemudian beranjak dari duduknya. "Aku pergi dulu, nanti akan aku beritahu rencanaku" Pamit Baron melangkah keluar ruangan Ron.


Dis sisi lain seorang wanita paruh yang masih terlihat cantik dan anggun dengan wajah kebarat-baratan berjalan menelusuri loby perusahaan Ron. Nancy mama Ron saat ini ingin menemui anak tunggalnya itu di kantornya.


BRUUGH.....


"Maaf tuan, saya tidak sengaja" Ucap Nancy pada orang yang tak sengaja bertabrakan dengan dirinya.


" Kau......" Ucap keduanya bersamaan saat pandangan mereka saling bertemu.


Seketika wajah Nancy berubah menjadi pucat, ingatan masa lalu kembali berputar di pikirannya melihat laki-laki paruh baya yang ia kenal, saat ini berada di hadapannya.


"Rupanya kau Nancy, lama kita tidak bertemu" Ucap laki-laki paruh baya itu yang tak lain adalah Baron. "Apa yang kau lakukan disini" Tanyanya dengan tertawa sinis.


"Bukan urusanmu.." Seru Nancy dengan cepat melangkah pergi meninggalkan Baron yang menyeringai.


Semoga dia tidak bertemu dengan Ron anakku. Batin Nancy.


Nancy mengusap air matanya kemudian beranjak dari toilet menuju ruangan Ron berada. "Momy kesini kenapa tidak bilang sama Ron" Ucap Ron saat Nancy sudah berada dalam ruangannya.


"Momy cuman jenuh di rumah nak" Ron sekilas melihat mata Nancy sembab.


"Momy ada apa? Momy habis menangis?" Tanya Ron bingung mendudukkan Nancy di sofa.


"Momy tidak menangis Ron, tadi mata momy kemasukan debu jadi tampak seperti habis menangis" Ucap Nany mengelak, ia tidak ingin Ron khawatir.


"Apa momy merindukan Jolie" Tanya Ron lirih mencoba menebak. Nancy menghela nafas mendengar pertayaan Ron.


"Tentu saja momy merindukannya nak" Ucap Nancy jujur.

__ADS_1


"Momy tenang saja, jika momy mau Ron akan bawa momy menemuinya dan tidak lama lagi Jolie pasti akan kembali pada kita" Ron tersenyum, sedangkan Nancy yang mendengar ucapan Ron seketika menajamkan tatapannya pada anak satu-satunya itu.


"apa maksukmu nak? momy harap kamu tidak berniat buruk pada hubungan Eliza dan Rayhan. Ingat nak mereka sudah menikah kamu harus bisa melupakannya" Tegas Nancy pada Ron membuat wajah Ron seketika murung.


"Mom, jangan berkata seperti itu. Dia itu bukan Eliza tapi Jolie ku. Selamanya dia akan menjadi Jolie ku dan aku ingin menikahinya." Ucap Ron pada Nancy dengan wajah setengah memohon pada momy nya agar tidak melarang nya untuk mendapatkan Eliza.


"Sudahlah Nak momy tidak mau tahu, kamu berhenti mengejar Eliza karena dia sudah menikah" Nancy beranjak dari duduknya, ia terlihat kesal karena sudah sering kali mengingatkan anak tunggalnya itu untuk melupakan Eliza tapi sama sekali tak di gubris.


Ron terdiam menatap kepergian Momy nya dari ruangan itu yang terlihat kesal pada dirinya.


Maafkan aku Mom, untuk yang satu ini aku tidak bisa menuruti permintaan momy karena aku sangat mencintai Jolie. Bathin Ron.


Ron membuka ponselnya terlihat foto gadis cantik dengan senyuman manis menghiasi pada layar utamanya.


"Aku merindukanmu jolie" Lirih Ron duduk di sofa menyandarkan punggungnya menatap semua foto-foto Eliza dari sewaktu masih SMU saat pertama kali mereka bertemu sampai foto Eliza saat ini. Ron menyimpan semua foto foto itu. "Jolie......andai kau juga mencintaiku meskipun aku harus meninggalkan dunia mafia ini pasti dengan senang hati akan aku lakukan asal kau mau bersamaku selamanya." Ron larut dalam lamunannya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2