Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 117


__ADS_3

Hari ini adalah acara wisuda bagi Eliza. Eliza tampak sudah bersiap dengan baju toga menutupi kebaya yang ia kenakan dan juga riasan di wajahnya yang membuat dirinya tampak sangat cantik.



Bumil muda satu ini semakin hari aura kecantikannya semakin terpancar hingga membuat semua mata lelaki yang memandang akan merasa kagum dan terpesona.


" Makasih ya kak" Ucap Eliza pada Reza yang sudah menyewa penata rias untuk penampilannya.


"Sama-sama gadis kecilku, kau sangat cantik sekali" Sahut Reza yang saat ini keduanya sedang berjalan memasuki ruang auditorium di gedung lantai enam dimana acara akan berlangsung.


Eliza kini berkumpul dengan teman-temannya di bangku khusus yang di sediakan bagi para wisudawan dan wisudawati ilmu hukum sedangkan Reza berada di bangku tamu. Reza mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Rayhan yang belum muncul juga padahal acara akan segera di mulai.


Acara wisuda itu pun sudah dimulai, senyum Reza terlihat mengembang ketika melihat sosok yang ia kenal berada di dereten tamu kehormatan di atas podium bersejajar dengan dekan, wakil dekan dan para dosen.


Eliza duduk di bangku deretan paling depan hingga pandangan seseorang yang berada di podium tak lepas darinya, Rayhan sebagai tamu kehormatan yang telah banyak berjasa sebagai donatur di fakultas itu tak sedikitpun berkedip mengaggumi kecantikan istrinya. Aura kecantikan Eliza begitu terpancar diantara semua wisudawati yang berada di sana.


Acarapun dibuka dengan lantunan doa. Usai berbagai sambutan-sambutan, acara itu pun di lanjutkan dengan pengalungan gordon pada para wisudawan dan wisudawati.


Kini tiba giliran pemberian penghargaan bagi mahasiswa yang berprestasi yang memiliki nilai IPK tertinggi pada ilmu hukum.


Semua bertepuk tangan ketika nama ELIZA FADIYAH di panggil untuk maju ke depan, Fakultas hukum memberikan penghargaan pada ELIZA FADIYAH murid beasiswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata dengan nilai IPK tertinggi.


Reza begitu bangga dengan kepintaran yang di miliki adiknya dari sejak kecil itu.


Seutas senyum terbit dari bibir Rayhan, ketika nama istrinya di panggil untuk naik ke atas podium.


Eliza perlahan melangkahkan kaki, berusaha berjalan dengan anggun dan kuat meskipun tangan dan kakinya mulai bergetar bayangan-bayangan Bella mulai muncul karena ia melihat keberadaan suaminya diatas podium.


Di podium sudah berdiri dekan, wakil dekan dan Rayhan sebagai tamu kehormatan bersiap memberikan penghargaan pada Eliza. "Selamat ya nona Eliza" Ucap dekan dan wakil dekan memberikan penghargaan pada Eliza. Kini langkah kaki Eliza kembali berjalan perlahan mendekati dimana Rayhan berada yang bersiap memberikan bunga dan sebuah hadiah yang khusus setiap tahun ia berikan dari perusahaannya bagi mahasiswa yang berprestasi.

__ADS_1


Bibir Rayhan tak henti-hentinya tersenyum memandang istrinya yang terlihat sangat cantik kini berada tepat di hadapannya. "Selamat ya sayang" Ucap Rayhan memberikan bunga dan sebuah amplop dan dokumen penghargaan dari perusahaannya.


Tangan Eliza yang bergetar terangkat menerima semua itu. "Terima kasih tuan" Ucap Eliza berusaha tidak menatap manik mata Rayhan. Hati Rayhan merasa sakit melihat tangan Eliza bergetar, raut wajahnya ketakutan di tambah lagi Eliza bersikap seperti orang asing terhadap dirinya. Rayhan menjabat tangan Eliza yang terasa dingin.


Istriku aku akan berusaha menyembuhkan traumamu pada diriku. Guman Rayhan dalam hati.


Lama tangan Rayhan memegang tangan Eliza meskipun Eliza berusaha halus untuk melepas jabatan tangan itu. Semua bertepuk tangan akan keberhasilan Eliza. Kini Eliza berdiri di atas podium bersiap memberikan sedikit ucapan terima kasih buat semua pihak yang membantu dalam usahanya selama ini.


"Pertama-tama saya panjatkan puji syukur pada Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmatnya hingga Eliza bisa berdiri disini. Terima kasih buat para dekan, tuan Rayhan Syarif sebagai donatur di fakultas ini dan para dosen yang sudah sabar membimbing Eliza dan teman-teman selama ini" Terlihat wajah Rayhan sedikit kecewa karena Eliza hanya menyebut dirinya sebagai donatur padahal ia berharap istrinya itu juga menyebut dan meperkenalkan dirinya sebagai suami baginya.


"Eliza juga mengucapkan terima kasih buat Mama yang meskipun telah tiada tapi doanya dan semua nasihat kebaikannya selalu ada buat Eliza...Mama adalah semangat Eliza selama ini agar bisa terus berjuang untuk tetap hidup meskipun kadang hidup seperti tidak adil bagi Eliza. Bayangan mama yang selalu tersenyum membuat Eliza bersemangat..I love you mam" Sejenak Eliza menitikkan air mata mengingat mendiang ibunya.


Semua merasa terharu dengan ucapan Eliza.


"Eliza sekarang sudah bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi mama bagaimanapun dan sesulit apapun keadaan, seorang mama harus kuat dan bersemangat demi anaknya" Ucap Eliza secara tidak sadar meraba perutnya.


Apa istriku hamil.....Pikir Rayhan seketika dengan perasaan berbunga-bunga.


"Eliza juga berterima kasih buat kakakku Reza yang selalu berada di sisiku dan sahabatku Laila serta buat semua yang sayang dan mendukung Eliza hingga Eliza bisa berdiri di sini saat ini. Sekian dan terima kasih" Eliza pun melangkah turun dari podium di iringi tepuk tangan dari semua yang berada di auditorium itu.


Acara wisudapun berakhir dengan hikmat dan lancar. "Selamat ya gadis kecilku" Ucap Reza memeluk adiknya.


" Terima kasih kak" Ucap Eliza mendapatkan ciuman di pipinya dari Reza dan juga buket bunga.


"Maaf ya, kakak tidak bisa menemanimu lebih lama lagi karena kakak sekarang harus kembali ke perusahaan ada miting mendadak yang tidak bisa di tunda nanti kakak akan kirim supir untuk menjemputmu sayang" Pamit Reza pada adiknya itu.


"Tidak apa-apa kak" Ucap Eliza yang kemudian melihat kakaknya beranjak pergi meninggalkannya bersama teman-teman wisudanya.


Terlihat senyum Eliza mengembang saat ia bersama wisudawan dan wisudawati lainnya. Rayhan yang diam-diam terus memandangi istrinya itu merasa senang melihat istrinya bisa tersenyum kembali meskipun ia sedikit merasa cemburu karena Eliza juga di keliling banyak teman laki-laki yang teihat begitu perhatian dengan Eliza.

__ADS_1


"Za, sorry nih. Gue denger loe lagi ada masalah sama suami loe" Tanya teman laki-laki Eliza yang bernama Roni. Roni adalah teman kuliah Eliza yang sedari dulu sudah menaruh hati pada Eliza.


"Maaf Ron, itu bukan urusan kamu" Jawab Eliza seketika senyumnya menghilang mengingat semua masalah yang menimpa rumah tangganya.


"Bukankah tuan Rayhan Syarif itu suami loe dan gue denger dari temanku yang bekerja di perusahaannya, dia selingkuh dari loe."Ucap Roni lagi membuat Eliza meremas baju nya dengan tangan kembali bergetar tidak bisa menjawab ucapan Roni dan tidak tahu harus berkata apa. "Suami loe itu sangat bodoh Za, punya istri masih muda, secantik dan sebaik loe tapi masih saja selingkuh" Ujar laki-laki itu membuat Eliza semakin gemetar.


Rayhan yang sedari tadi duduk berada di dekat merekapun mengepalkan tangan sudah tidak bisa menahan diri mendengar ucapan pemuda bernama Roni itu. Rayhan beranjak dari duduknya dan menghampiri pemuda itu.


"Coba ulangi perkataanmu...!!" Ucap Rayhan memegang baju toga Roni dengan kuat hingga tubuh Roni hampir ikut terangkat ke atas.


"Tuan Rayhan kau sungguh tidak pantas menyakiti gadis sebaik Eliza. Aku tidak takut padamu, jika saja Eliza bercerai darimu maka akan ku pastikan aku tidak akan melepasnya" Roni seolah tidak takut.


"Sampai mati pun, aku tidak akan pernah melepas istriku karena aku sangat mencintainya" Satu pukulan melayang di wajah Roni membuatnya jatuh tersungkur hingga pingsan. Rayhan segera menggandeng tangan Eliza yang sedari tadi terdiam dengan isak tangisnya. Rayhan menarik tangan Eliza untuk melangkah mengikutinya keluar ruangan meninggalkan semua yang menatap keduanya dengan penuh tanya.


Rayhan masih terus menggandeng tangan Eliza dengan sedikit paksa karena Eliza menolak ikut bersamanya. Mereka pun masuk ke dalam lift.........


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2