Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 141


__ADS_3

Beberapa bulan pun berlalu semenjak kejadian itu, kehidupan Eliza dan Rayhan yang penuh warna begitu bahagia hingga tanpa terasa perut Eliza terlihat sudah membesar di usia kehamilannya yang menginjak ke sembilan bulan.


Reza masih di sibukkan dengan perusahaannya dan juga perusahaan yang baru ia dirikan untuk adiknya. Sedangkan Ron juga terlihat sibuk dengan dunia bisnisnya dan ia sudah terlihat meninggalkan dunia mafia. Berkat permintaan Nancy dan Eliza, kini Ron sudah meninggalkan dunia hitamnya.


Ron berusaha menerima kenyataan bahwa wanita yang dia cintai adalah adiknya. Ron menyibukkan diri dengan perkerjaan dan pekerjaan, meskipun ia masih sering kali teringat dengan Eliza.


Baron masih terus menyendiri, ia juga sudah menjauhi dunia hitamnya dan terus merenung menyesali semua kesalahan-kesalahan yang telah ia lakukan selama ini. Ketika rindu, Baron akan mengikuti dan memandang satu persatu ketiga anaknya dari kejauhan secara diam-diam.


**


Malam ini Rayhan baru selesai mandi setelah pulang dari kantor. Rayhan tersenyum melihat istrinya sedang duduk di ranjang kamar sembari memainkan ponsel. Di mata Rayhan istrinya benar-benar terlihat sangat mempesona dengan kehamilannya. Badan Eliza masih tetap sama meskipun perutnya terlihat sangat besar karena ada dua calon anak di dalamnya. "Halo anak-anak papa" Ucap Rayhan menidurkan kepalanya di pangkuan Eliza, menempelkan telinga dan tangannya meraba di perut Eliza merasakan pergerakan kedua anaknya. "Hari ini kalian nakal tidak? apa masih membuat mama kalian bolak balik ke kamar mandi" Tanya Rayhan, karena di usia kehamilan ini, Eliza masih sering kali merasakan mual dan muntah bahkan ngidamnya masih terus berlanjut.


Rayhan begitu menikmati masa-masa kehamilan istrinya dan ia juga berusaha untuk menjadi suami yang selalu siaga bagi istri dan kedua calon anaknya meskipun ia sering kali di bingungkan dengan ngidam Eliza yang aneh-aneh tapi ia sama sekali tidak merasa lelah justru ia merasa menjadi laki-laki yang paling bahagia dan beruntung di dunia ini bisa memiliki Eliza dan kedua calon anak-anaknya.


"Kak Ray, hari ini kenapa pulangnya malam?" Tanya Eliza menaruh ponsel yang ia mainkan kemudian mengusap lembut rambut Rayhan yang tidur di pangkuannya.


"Maaf sayang aku sengaja lembur begitu juga untuk beberapa hari ke depannya aku akan lembur agar pekerjaan ku yang selama sebulan ke depan bisa cepat aku selesaikan" Tutur Rayhan tangan nya terangkat memberikan sentuhan-sentuhan halus di pipi Eliza yang terlihat sedikit chubby dan mengemaskan.


"Kenapa seperti itu, apa pekerjaan kak Ray lebih penting dari pada kami" Tanya Eliza terlihat sudah mulai cemberut membuat Rayhan tersenyum kemudian mencubit gemas hidung istrinya, ia sudah terbiasa menghadapi perubahan sikap Eliza yang kadang mendadak merasa sedih, senang dan marah karena ia tahu pada masa kehamilan, hormon akan menpengaruhi naik-turunnya suasana hati seorang ibu hamil.


"Sayang, justru karena aku sayang sama kalian makanya aku mempercepat pekerjaanku agar bisa menemanimu saat nanti mendekati kelahiran anak-anak kita"


Eliza tersenyum mendengar ucapan Rayhan, ia tahu suaminya itu sangat menyanyangi dirinya dan kedua calon buah hatinya. "Kak Ray janji ya, menemani Eliza saat lahiran nanti"


"Iya sayang, aku akan selalu berada di dekat kalian nanti saat lahiran. Oh iya , istriku sudah makan belum?" Tanya Rayhan bangun dari pangkuan Eliza.


"Belum kak, Eliza nunggu kak Ray pengen di suapin" Jawab Eliza kembali mengambil ponselnya.


"Ya sudah sayang ayo kita makan sekarang" Ucap Rayhan tersenyum tangannya mengambil ponsel yang baru di ambil Eliza membuat Eliza cemberut memanyunkan bibirnya kesal karena ia baru saja membuka aplikasi game di ponselnya. "Ayo sayangku" Rayhan segera menggendong tubuh istrinya tak memperdulikan ekpresi kesal wajah Eliza yang terlihat lucu baginya.

__ADS_1


"Kak Ray"


"Apa sayang" Tanya Rayhan melangkah keluar kamar kemudian mencium sekilas bibir Eliza yang berada di gendongannya.


"Kak Ray kok masih kuat gendong Eliza padahal semakin hari perut Eliza kan semakin membesar, apa gak berat?" Tanya Eliza menarik satu tangannya yang melingkar di leher Rayhan kemudian mengusap halus wajah Rayhan yang terlihat semakin tampan baginya.


"Untuk istriku, aku akan selalu kuat sayang bahkan kalau sekarang kamu meminta aku menjenguk calon anak-anak kita sampai pagi pun, aku akan selalu kuat" Ucap Rayhan menyeringai menatap istrinya sekilas kemudian fokus dengan langkahnya lagi menuju ruang makan yang tak begitu jauh dari kamarnya berada, karena kamar mereka tak lagi berada di lantai atas semenjak kehamilan Eliza. Rayhan tak ingin terjadi apa-apa pada Eliza dan kandungannya.


"Kak Ray mesum" Teriak Eliza refleks memukul pundak Rayhan.


"Ha...ha.....aku mesum kan cuman sama istriku" Jawab Rayhan tertawa sembari mendaratkan tubuh Eliza di kursi ruang makan.


"Awas saja kalau kak Ray mesum sama wanita lain" Gerutu Eliza membuat Rayhan yang menyendok nasi ke piring Eliza semakin tertawa.


"Istriku juga awas saja kalau melirik laki-laki lain" Balas Rayhan ikut mendaratkan tubuhnya duduk di sebelah Eliza.


"Melirikpun juga percuma...siapa yang suka sama Eliza, badan udah kayak badut gini" Ceplos Eliza membuat Rayhan menatapnya tajam.


"Ngak ada niatan seperti itu kak, Eliza gak suka melirik-lirik bikin mata sakit mending lihat aja langsung, kan ada laki-laki yang sangat tampan di depan Eliza saat ini...he...he...." Eliza tertawa lirih sembari tangannya mencubit pipi Rayhan sontak membuat Rayhan merona karena baru kali ini Eliza berinisiatif mencubit pipinya,


"Sekarang istriku sudah pintar merayu ya... Gimana kalau aku buat kamu hamil terus tiap tahun biar kamu gak melirik laki-laki lain dan hanya melihatku seorang" Rayhan menakup wajah Eliza dan menghujani dengan ciuman bertubi-tubi.


"Kak Ray...."


******


Ting.....ting......


Sebuah notifikasi pesan masuk secara bersamaan di ponsel Rayhan dan Reza yang saat ini keduanya sedang mengadakan miting bersama.

__ADS_1


"Istriku..."


"Gadis kecilku...."


Teriak keduanya kaget melihat sebuat foto di pesan itu. Foto di mana Eliza sedang di sekap di sebuah tempat. "Ada apa ini Ray, apa maksud dari foto ini" Tanya Reza cemas pada Rayhan yang juga sama cemasnya dan terlihat sedang menghubungi anak buahnya.


"Maaf Za, aku juga tidak tahu kenapa istriku bisa di culik dan siapa yang menculiknya" Rayhan terlihat begitu ketakutan tidak ingin terjadi apapun pada istri dan calon anak-anaknya, apalagi sudah beberapa hari ini ia bermimpi buruk tentang istrinya.


Ting.....ting......


sebuah pesan masuk lagi ke dalam ponsel Rayhan dan Reza secara bersamaan.....


Jika ingin wanita kesayangan kalian ini selamat, malam nanti datang ke alamat ini. xxxxxxxxxxxx


Ingat kalian datanglah sendiri tanpa polisi dan anak buah kalian. Kalian berada dalam pengawasan kami.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


Semoga para readers semua terhibur dan memberikan dukungan serta komentar yang baik biar author semangat nulisnya di episode² menjelang ending....Terima kasih banyak juga buat yang masih mengikuti alur ceritanya🙏🙏....jaga kesehatan kalian semua ya....love you All😍😍


__ADS_2