Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 116


__ADS_3

"Ray, apa rencana kamu selanjutnya untuk menghadapi Ron?" Tanya Reza yang saat ini berada di kantor Rayhan. Rayhan berdecak sembari menarik nafas dalam, meraup wajahnya kasar.


Sudah seminggu ini setelah penolakan Eliza, Rayhan menyibukkan diri bekerja di perusahaannya. Atas ijin Reza setiap malam tiba ia akan ke rumah kakak iparnya itu secara sembunyi-sembunyi hanya untuk melihat istrinya yang sedang tertidur lelap.



Menungguinya sampai hampir subuh baru ia meninggalkan istrinya itu. Rasa cinta yang tulus dan begitu besar yang Rayhan rasakan membuat ia benar-benar bingung bagaimana meyakinkan Eliza dan menghilangkan rasa trauma istrinya pada dirinya akibat perbuatan Ron dan Bella.


"Entahlah....Kalau saja menghabisi orang itu bukanlah dosa dan melanggar hukum pasti sudah aku lakukan" Geram Rayhan mengingat perbuatan Ron. Rayhan kemudian beranjak dari duduknya melangkah bersandar di meja kerjanya mendekati Reza berada. "Aku sudah mengutus anak buahku untuk mengikuti pergerakan Ron" Ucap Rayhan menatap kakak iparnya itu.


"Jika kau butuh bantuan untuk menghadapi Ron, katakan saja padaku" Tawar Reza pada adik iparnya dan di angguki oleh Rayhan. "Oh ya besok istrimu akan di wisuda, apa kau akan hadir?" Tanya Reza beralih membahas topik pembicaraannya.


"Tentu saja aku pasti akan hadir" Jawab Rayhan menghela nafas. "Kau tahu, aku sudah berkonsultasi dengan spikiater" Ujar Rayhan.


"Lalu" Tanya Reza.


"Untuk menyembuhkan trauma istriku, justru aku harus selalu berada di dekatnya agar rasa trauma pada diriku bisa hilang secara perlahan." Reza terdiam berpikir mendengar ucapan Rayhan. Mungkin memang benar yang di ucap Rayhan, jika Rayhan dan Eliza berada pada posisi seperti ini terus maka bagaimana dengan nasib anak mereka kelak. "Aku tidak bersalah, itu yang harus aku yakinkan pada dirinya" imbuh Rayhan menjelaskan pada kakak iparnya.


"Jika itu yang terbaik buat adikku maka aku akan mendukungmu" Reza beranjak dari duduknya, tangannya terangkat memegang bahu Rayhan. "Berusahalah, tapi jangan pernah sakiti adikku karena jika itu terjadi kau tidak hanya akan kehilangan satu orang yang kau cintai tapi dua....." Ucap Reza ambigu membuat Rayhan bingung, apa maksud dari ucapan Reza.


"Apa maksudmu....?" Tanya Rayhan tak di jawab Reza yang hanya memunculkan seutas senyum pada bibirnya membuat Rayhan semakin penasaran.


"Kelak kau pasti juga akan tahu, aku pergi dulu. Bersemangatlah" Tutur Reza yang kini sudah berlalu pergi meninggalkan Rayhan yang terdiam masih bingung mencoba mencerna perkataan Reza yang ambigu.


Malam hari seperti biasa Rayhan selalu diam-diam datang ke rumah Reza untuk melepas rindu pada istrinya. Eliza yang sedang hamil muda sejak kemarin entah mengapa ia ngidam begitu rindu ingin dipeluk Rayhan, tapi karena rasa sakit hatinya membuat ia berusaha menepis keinginnya itu.


Saat ini Rayhan sudah berada di kamar Eliza, perlahan ia berjalan mendekati ranjang Eliza berada. Ia melihat wajah istrinya yang entah mengapa terlihat pucat dalam lelap tidurnya. Rayhan duduk di pinggiran ranjang, tangannya terangkat kemudian menempelkan punggung tangannya pada wajah Eliza.



"Sayang kamu sakit" Lirih Rayhan khawatir yang merasakan suhu panas pada punggung tangannya.


"Dingin" Lirih Eliza menginggau dan badannya terlihat menggigil. "Jangan tinggalin Eliza, Ma" Igau Eliza lagi refleks memegang tangan Rayhan.

__ADS_1



Rayhanpun ikut merebahkan tubuhnya disamping Eliza dan memeluk tubuh istrinya yang menggigil kedinginan itu.



"Ma, sakit.......kak Ray jahat sama Eliza ma" Rayhan merasa sedih mendengar istrinya yang masih terus meracau mengungkapkan kesedihan dan rasa sakit yang ia rasakan karena dirinya.



"Maafkan aku istriku. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku tidak bersalah, aku sangat mencintaimu" Lirih Rayhan yang menangis masih memeluk erat istrinya.


Malam semakin larut, Rayhan masih merasa cemas dengan keadaan istrinya.



Ia masih terus menepelkan tangannya memeriksa suhu tubuh Eliza dan ia merasa sedikit tenang ketika suhu tubuh Eliza sudah mulai menurun serta tubuhnya juga sudah mulai menghangat dengan pelukan eratnya.




Cukup lama Rayhan terjaga hingga perlahan mulai merasakan kantuk dan akhirnya ikut terlelap bersama istrinya.



Eliza dalam tidurnya merasa nyaman di pelukan Rayhan. Ngidam yang ia rasakan dari kemarin sudah dapat terpenuhi tanpa ia sadari.



Malam kian berlalu, terdengar suara adzan subuh berkumandang membangunkan Rayhan perlahan.


__ADS_1


"Alhamdulillah" Lirih Rayhan saat merasakan suhu tubuh Eliza sudah mulai normal.


Rayhan perlahan beranjak dari tidurnya setelah mencium kening Eliza. "Aku mencintaimu sayang" Rayhanpun berlalu meninggalkan istrinya yang masih tertidur.


\=\=\=\=\=\=\=


"Maaf Ron, aku tidak bisa membantumu lagi" Ucap Bella yang saat ini berhadapan dengan Ron di apartemennya. Atas perintah Rayhan, Reno sudah membebaskan Bella yang sudah beberapa hari berada dalam tawanannya. Bella sudah menyesali perbuatannya, ia memang salah tidak seharusnya merusak rumah tangga orang lain apalagi dengan rencana liciknya. Ia sadar cinta Rayhan begitu besar pada Eliza sama halnya dengan Ron yang juga terlihat cinta yang begitu besar di matanya pada Eliza hanya saja cinta Ron di sertai dengan sebuah obsesi yang begitu tinggi hingga Ron tega melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Eliza.


Ron tertawa menyeringai. "Jadi hanya sebatas itu cinta yang kau miliki untukku" Ejek Ron pada Bella.


"Terserah kau mau meragukan cintaku, yang jelas aku sudah tidak mau menjadi wanita yang bodoh karena cinta lagi" Bella beranjak dari duduknya beralih mendaratkan tubuhnya duduk disamping Ron. "Ron, lebih baik kau lupakan Eliza. Dia sudah menjadi istri Rayhan" Bella memeluk lengan Ron mencoba membujuk laki-laki tampan itu yang terlihat masih menyeringai.


"Tidak akan, aku tidak akan pernah melepasnya apapun yang terjadi" Ucap Ron masih kekeh. "Dan kau, sudah ku ingatkan jangan pernah menyentuhku karena hanya Jolie yang boleh menyentuhku" Ron hendak beranjak dari duduknya tapi Bella dengan cepat menarik Ron dan ia dengan segera duduk di pangkuan Ron mengalungkan kedua tangannya pada leher Ron, seolah tidak takut pada ucapan Ron.


Bella membelai pipi Ron, mencoba mencium bibir Ron tapi seketika Ron mendorongnya. "Kau tahu sikapmu itu malah membuatku jijik" Ron berdiri membiarkan Bella yang terjatuh karena dorongannya.


"ha.....ha.....kau bodoh Ron" Teriak Bella tertawa menyeringai. "Kau bodoh karena cinta butamu. Sadar Ron, sampai kapanpun Eliza tidak akan pernah menjadi milikmu" Bella masih tertawa membuat Ron geram. Ron berjongkok di hadapan Bella yang masih terduduk di lantai.


"Tutup mulutmu" Ron menjambak rambut Bella. "Aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi siapapun yang menghalangiku untuk mendapatkan jolie" Ucap Ran melepas rambut Bella dan berdiri melangkah pergi meninggalkan Bella.


"Kau bodoh Ron....." Teriak Bella..


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


Maaf para readers tercinta karena suatu halangan Author baru bisa Up date. Semoga terhibur. Love you All😍😍


__ADS_2