Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 104


__ADS_3

"Heran banget aku lihat wanita itu, kenapa genit sekali sama kak Ray" Sewot Eliza, berada di samping Rayhan yang sedang menyetir. "Kenapa kak Ray tersenyum, Apa kak Ray senang dengan wanita itu" Kesal Eliza pada suaminya yang sedari tadi tersenyum, Eliza pun mengalihkan pandangannya pada luar kaca mobil.


"Sapa bilang saya senang dengan wanita itu, di dunia ini hanya istriku seorang yang aku sayangi dan cintai" Ucap Rayhan tersenyum masih fokus menyetir.


Eliza menoleh pada suaminya dengan bibir mencebik, "Kak Ray bohong, dari tadi tersenyum seperti itu. Pasti senang dengan wanita itu yang suka mengedipkan mata sama kak Ray" Gerutu Eliza membuat Rayhan malah melebarkan senyumnya menjadi tawa.


"Saya tersenyum karena gemas sekali melihat istriku cemburu" Rayhan masih tertawa dengan pandangan fokus menyetir sesekali menatap gemas istrinya itu.


Mendengar kata Rayhan Eliza hanya terdiam, ia merasa bersalah karena selalu marah pada suaminya setiap kali bertemu Bella. Eliza memejamkan mata, mencoba menghilangkan rasa kesalnya. "Istriku jangan marah ya! Aku akan membatalkan kerjasama jika wanita itu masih tidak tahu batasan" Ucap Rayhan masih fokus menyetir.


"Istriku".......


"Sayang"........


Panggil Rayhan membujuk Eliza tapi tak ada jawaban.


Rayhanpun akhirnya menoleh pada istrinya ketika mobil mereka sudah sampai di depan sebuah rumah yang sudah selesai di bangun. Rumah dengan satu tingkat meskipun tidak sebesar dan semewah rumah utama Rayhan yang di tempati oleh mama dan adiknya. Ada sebuah taman kecil yang terpampang saat memasuki pagar rumah itu.


Rumah sederhana yang terlihat indah, sejuk dan nyaman. Rayhan membuatkan rumah itu untuk Eliza sesuai dengan impian istrinya. Ia tahu Eliza istrinya bukanlah wanita matrealistis dan ia masih ingat jelas saat itu Eliza pernah berkata,


"Eliza rajin menabung karena kelak Eliza ingin bisa punya rumah sederhana tapi indah dan nyaman, rumah yang ada taman kecilnya biar Eliza bisa menanam banyak bunga. Rumah yang tidak terlalu besar biar tidak jarak diatara keluarga jika nanti Eliza sudah menikah dan punya anak" Ucap Eliza saat itu pada Rayhan.


Dan aku adalah orang yang beruntung bisa menjadi suami dan ayah buat anak-anak kita kelak sayang. Aku ingin selalu bersamamu di dunia dan akhirat kelak. Batin Rayhan menatap istrinya yang berada di sampingnya.


"Pantas saja istriku dari tadi tidak menjawab, manis sekali melihatmu cemburu sampai tertidur" Guman Rayhan melihat Eliza yang sudah mendengkur halus larut ke dalam mimpi. Rayhan membuka pintu mobil dan menggendong istri yang sangat di cintainya itu melangkah masuk ke dalam rumah baru mereka.


Perlahan Eliza mengerjap, membuka mata indahnya. "Kak Ray" Ucap Eliza melihat suaminya yang sedang tersenyum menatap dirinya. "Kenapa gak bangunin Eliza" Seketika Eliza terperangah ketika ia mulai sadar tertidur di pangkuan Rayhan yang saat ini duduk di sofa ruang tamu.


"Melihat tidur istriku yang sangat manis, mana mungkin suamimu ini tega membangunkan" Ucap Rayhan menahan tubuh Eliza yang hendak beranjak dari pangkuannya. "Cium dulu sayang" Goda Rayhan melihat Eliza memberengut saat tangannya semakin melingkar erat di perut istrinya.


"Kak Ray".....

__ADS_1


"Cium sayang" Rayhan mengedipkan matanya.


"Tuh kan kak Ray sudah ketularan wanita itu, suka ngedipin mata" Ketus Eliza membuat Rayhan tergelak gemas dan dengan segera memberikan ciuman bertubi-tubi pada istrinya itu membuat Eliza berteriak. "Kak Ray geli..... ampun" Saat tangan Rayhan juga ikut menggelitik perut Eliza. Keduanya pun tertawa bahagia bersama hingga Eliza baru menyadari berada di rumah yang tak ia kenali ketika Rayhan sudah menyudahi ulahnya.


"Kak Ray, kita sekarang di rumah siapa?" Tanya Eliza mengedarkan pandangannya menatap ke segala arah pada rumah yang saat ini ia berada"Rumahnya bagus sekali kak" Kagum Eliza bangun dari pangkuan Rayhan melangkah sembari tak henti bibirnya mengucapkan kata "Wah" melihat-lihat semua yang ada di rumah itu,


"Rumah kita sayang" Jawab Rayhan mendekati di mana istrinya berdiri dan mencium pipi Eliza.


Eliza mendelik, matanya membelalak "Maksud kak Ray" Tanyanya kaget tak percaya.


"Rumah kamu, aku dan anak-anak kita nantinya" Ucap Rayhan memeluk pinggang Eliza.


Eliza tidak bisa berkata apa-apa ia senang dan masih tak percaya, suaminya itu bisa membuatkan rumah sesuai dengan yang ia impikan. "Terima kasih kak Ray" Ucap Eliza memeluk Rayhan dan mencium pipinya sebelum beranjak menaiki tangga meninggalkan Rayhan yang tersenyum mendapat ciuman inisiatif dari Eliza.


Eliza membuka pintu kamarnya setelah menaiki tangga, langkah Eliza terhenti pada balkon yang terletak di kamar itu, dari balkon ia dapat melihat pemandangan ke bawah sekitar rumah itu. "Kamu suka sayang" Tangan Rayhan sudah melingkar di perut dengan dagu bersandar di pundak Eliza. Keduanya menatap keluar balkon menikmati pemandangan yang tertampang dari posisi mereka berada.


"Suka Sekali kak, terima kasih" Ucap Eliza yang kini merasakan geli pada ceruk lehernya karena ciuman yang Rahan daratkan hingga berbekas.


"Jika kau benar-benar mencintaiku, buktikan" Ucap Ron pada seorang wanita yang menjenguknya.


"Apa yang wanita itu miliki yang tidak ada dalam diriku Ron sayang" Ucap Wanita itu menatap laki-laki yang ia cintai, laki-laki yang membuatnya saat ini berada di kota ini. "Apa karena usianya yang jauh lebih muda dariku" Wanita itu merasa tidak terima melihat Ron yang saat ini berada di hadapannya dengan baju narapidana.


"Kau sama sekali tidak bisa di bandingkan dengan Jolieku" Ucap Ron dengan tatapan nyalang pada wanita itu. "Bukankah kau bilang tulus mencintaiku tanpa mengharapkan apapun dariku karena kau tahu sejak awal hanya Jolie yang berada dalam hatiku" Kata-kata itu terlontar dari mulut Ron seolah tak perduli dengan rasa sakit yang dirasa wanita itu ketika mendengarnya.


"Tentu saja Ron sayang, aku bisa melakukan apapun untukmu bahkan nyawaku pun akan aku taruhkan untukmu, asal kau bahagia" Ucap wanita itu yang di butakan oleh cintanya pada Ron.


"Baiklah, jalankan sesuai dengan rencanaku. Aku ingin kau menghancurkan pernikahan Rayhan Syarif dan Jolie ku sayang" Perintah Ron dengan mata menghunus tajam setelah mengetahui Eliza dan Rayhan akan mengumumkan pernikahan mereka.


"Bolehkah aku meminta sesuatu darimu" Timpal wanita itu pada Ron.


"Katakan"

__ADS_1


"Jika Eliza menolakmu jangan pernah lari pada wanita manapun datanglah padaku dan hanya aku wanita yang boleh ada dalam hidupmu setelah Eliza" Permintaan terlontar dari bibir seksi wanita itu pada Ron.


"Tentu saja...." Ucap Ron ambigu tapi bisa membuat kedua sudut bibir wanita itu terangkat ke atas. "Tentu saja tidak akan ku biarkan Jolie menolakku karena dia hanya milikku" Lanjut Ron menyeringai membuat wanita itu menghela nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara kasar, merasa kesal dengan laki-laki yang dicintainya karena sama halnya dengan dirinya sama-sama mencintai orang yang sudah mencintai orang lain.


"Baiklah demi cintaku padamu akan ku buat Rayhan dan Eliza berpisah meskipun aku tahu itu pasti akan sangat sulit karena Rayhan sangat mencintai istrinya" Ucap wanita itu pada Ron..........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......



Author mengucapkan selamat hari raya idul fitri... Mohon maaf lahir dan batin.🙏🙏😊

__ADS_1


Maafin Author bila selama ini ada setiap kata, lisan yang tak terjaga hingga membuat semua para Raiders tercinta kecewa..... Author hanya manusia biasa yang tak lepas dari dosa dan kesalahan.....semoga semua terhibur.......love you All 😍😍


__ADS_2