Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 92


__ADS_3

"Tolong...... " teriak Eliza masih menahan tubuh Randy yang terus memaksa........


"Ayolah Eliza sayang" Randy masih terus memaksa Eliza, Randy seperti orang kesetanan karena sudah lama menahan hasrat pada gadis incarannya itu.


Eliza masih terus melawan hingga Randy menjatuhkan tubuh Eliza di sofa yang berada di ruang tamu. "Jangan sentuh saya......Tolooong..... " Teriak Eliza sembari menangis ketakutan karena Randy sudah berada di atas tubuhnya dengan nafas memburu......


PLAAAK....... satu pukulan Randy layangkan pada Eliza hingga membuat lebam pada pipi Eliza.


"Jangan sok jual mahal Eliza, aku bisa bayar berapapun yang kamu inginkan" Ucap Randy yang sudah dikuasai hawa nafsu yang memburu.


Buuugh......... Randy terpental oleh sebuah tendangan.


"Damn it" Teriak Ron sudah tak bisa di bayangkan lagi seberapa marah dan emosinya dia menyaksikan wanita yang ia cintai di perlakukan seperti itu.


Ron meraih baju Randy, "Kau anggap apa Jolie ku, pria brengsek" Kepalan tangan Ron sudah melayang dengan keras membuat Randy kembali tersungkur.


"Maaf tuan, maafkan saya" Ucap Randy menahan sakit sembari bangkit.


"Beraninya kau ingin menyentuh Jolie ku" Ron menghajar Randy kembali. Ron benar-benar sudah tidak bisa menahan emosi, ia pun mengeluarkan senjata api dan menodongkan pada Randy.....


"Jangan Paman..."Teriak Eliza menahan Ron, Ron menoleh pada Eliza yang ketakutan, ia pun seketika tersadar bahwa gadis yang di cintainya itu tidak boleh melihat dirinya dalam posisi seperti itu atau jika tidak maka Jolie nya akan merasa takut pada dirinya. Ron ingin terlihat baik di depan Eliza karena ia ingin Eliza mencintai dirinya dengan tulus dan melupakan rivalnya Rayhan.


"Maafkan saya tuan, saya tidak tahu kalau dia adalah kekasih anda karena yang saya tahu dia adalah Eliza pegawai.... "


"Tutup mulutmu" Bentak Ron tidak membiarkan Randy meneruskan ucapannya karena tidak ingin Eliza yang hilang ingatan tahu tentang jati dirinya. "Pergilah dari sini, sebelum aku lebih hilang kendali lagi" Ucap Ron membiarkan Randy dengan menahan sakit akibat pukulannya berlalu keluar dari kediamannya.


"Kamu tidak apa-apa Jolie sayang" Ron menghampiri dan duduk di samping Eliza. Ron merasa geram melihat pipi Eliza yang lebam akibat pukulan Randy sedangkan Eliza yang masih menangis merasa takut hanya bisa menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Sudah jangan takut lagi" Ron meraih tangan Eliza. "Ada saya disini yang akan selalu melindungimu" Ucap Ron hendak mencium punggung tangan Eliza tapi seketika terhenti karena pandangan matanya menatap cincin yang berada di jari manis Eliza.


Ron mengeryitkan dahi berpikir sejak kapan Eliza memakai cincin itu karena yang ia tahu saat Eliza kembali ikut bersamanya, gadis yang di cintainya itu tidak memakai cincin atau perhiasan apapun apalagi cicin itu termasuk cicin dengan harga yang mahal.


Eliza yang mengetahui Ron menatap cincinnya pun segera menarik tangannya dari genggaman Ron. "Paman saya ke kamar dulu ya" Ucap Eliza beranjak meninggalkan Ron yang terdiam di ruangan itu dengan kecurigaan yang mulai muncul di pikirannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi hari Eliza sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja setelah sarapan pagi bersama Ron. Ron sudah menunggu Eliza di dalam mobilnya. "Paman maaf menunggu lama" Ucap Eliza masuk ke dalam mobil.


"Tidak apa-apa sayang" Jawab Ron sebelum mobil yang di kemudi John itu melaju menuju perusahaan.


Saat ini semua karyawan memandang heran Eliza yang berjalan di samping Ron karena selama mereka bekerja tidak pernah melihat sekalipun pemilik perusahaan itu membawa wanita kecuali rekan bisnis. Ron ingin Eliza bekerja sebagai sekretarisnya tapi Eliza menolak karena ia ingin bekerja sebagai staf biasa sama seperti saat bekerja di perusahaan Rayhan.


"Sayang siang nanti saya ada miting, jika ingin pulang kamu bisa minta diantar sama supir" Ucap Ron pada Eliza saat Eliza hendak masuk ke ruangannya.


"Baik paman" Ucap Eliza sembari mengangguk.


Ron pun berlalu menuju ruangannya yang berada di lantai atas. Saat ini Eliza sudah mulai berkutat dengan pekerjaannya. Salah satu karyawan seruangan, meminta Eliza untuk menfotokopy berkas-berkas laporan yang mereka kerjakan. Eliza pun bergegas mencari ruang tempat untuk menfotokopy. Saat hendak menuju pintu lift, Eliza melihat Randy yang sudah masuk ke dalam lift menuju lantai atas.


Eliza berpikir sejenak, pasti Randy akan menemui Ron dan ia pun memutuskan untuk mengikuti Randy.


Eliza saat ini sudah berada di depan ruang kantor Ron, ia melihat Randy sedang berbicara dengan Ron, kebetulan pintu sedikit terbuka memudahkan Eliza mendengarkan dan merekam percakapan mereka.


"Berani sekali kamu menampakkan diri di depanku, apa kau sudah bosan hidup" Ucap Ron yang masih merasa kesal dan emosi pada Randy.


"Kesalahanmu sungguh sangat fatal Randy, beraninya kamu menyakiti gadis yang ku cintai" Ron masih merasa emosi mengingat perlakuan Randy pada Eliza.


"Tuan, tolong pertimbangkanlah permintaan maaf saya. Selama ini saya selalu setia pada anda, saya selalu membantu semua rencana-rencana anda untuk menghancurkan perusahaan tuan Rayhan termasuk dua kali rencana pembunuhan tuan Rayhan yang gagal" Ucap Randy. Ron memang mengakui Randy termasuk salah satu bawahan yang selalu setia padanya.


" Baiklah kali ku maafkan kesalahan fatalmu mengingat kesetiaanmu selama ini" Ucap Ron sembari menatap laptop yang sedari tadi berada di depannya.


Eliza mematikan ponselnya yang telah merekam video percakapan Ron dan Randy di ruangan itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Karena Ron yang mengatakan akan miting, siang ini Eliza pun menggunakan kesempatan itu untuk menemui suaminya yang sejak semalam terus menghubunginya. Rayhan dari semalam merasakan khawatir dan cemas pada istri yang sangat di cintainya itu.


"Sayang, wajah kamu kenapa" Ucap Rayhan kaget dan khawatir memegang pipi Eliza yang masih terlihat sedikit lebam akibat tamparan Randy semalam.

__ADS_1


"Ini..." Eliza tampak ragu bercerita. Rayhan tampak marah, ia tahu bekas lebam dipipi istrinya itu pasti akibat pukulan atau tamparan.


"Apa Ron yang menyakitimu sayang" Geram Rayhan beranjak dari duduknya yang saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah restoran sedang menikmati makan siang. Rayhan akan melangkah pergi untuk membuat perhitungan dengan Ron.


"Kak Ray, mau kemana? Bukan Ron yang melakukannya tapi pak Randy." Ucap Eliza yang sudah meraih tangan Rayhan mencegahnya untuk pergi. Eliza menarik tangan Rayhan kembali duduk bersamanya. "Semalam pak Randy ingin menemui Ron, tapi Ron belum pulang jadi pak Randy mencoba menyakiti Eiza" tutur Eliza membuat Rayhan menggertakkan giginya menahan emosi.


"Kurang ajar Randy, aku pasti akan membuat perhitungan dengannya" Amarah Rayhan sudah tidak bisa di bendung lagi mengingat perbuatan Randy yang sudah dua kali ingin menyakiti istrinya.


"Semalam untung Ron datang tepat waktu menyelamatkan Eliza, kalau saja Ron bukan orang yang jahat Eliza pasti sudah menganggapnya sebagai seorang kakak" Tutur Eliza membuat Rayhan mengeryitkan dahi.


" Sayang mana mau Ron kamu anggap kakak, dia sangat mencintai kamu sayang dan itu yang membuatku tidak pernah bisa tenang" Ucap Rayhan menatap Eliza. "Sayang sudahilah semua rencana ini" Pinta Rayhan tulus menatap istrinya.


"Iya kak, Eliza juga berencana seperti itu karena Eliza sudah mendapatkan buktinya" tutur Eliza mengeluarkan ponsel dari sakunya dan memberikan pada Rayhan. Rayhan membuka ponsel Eliza kemudian melihat video percakapan antara Ron dan Randy, ia pun menyeringai.


Rayhan memegang tangan Eliza. "Sayang dengan bukti ini dan video ruang selundupan senjata api itu, sudah cukup bisa membuat Ron di penjara" Rayhan mencium tangan Eliza. Rayhan tampak bingung "Di mana cincin kamu sayang" Tanya Rayhan tidak melihat cincin pernikahan mereka di tangan istrinya.


"Maaf kak, cincin Eliza tertinggal di rumah Ron karena semalam Ron terlihat curiga dengan cincin yang ada di tangan Eliza akhirnya Eliza melepas cincin pernikahan kita" tutur Eliza pada Rayhan. "Nanti habis ini Eliza akan mengambilnya di rumah Ron kak"


"Baiklah sayang kamu hati-hati ya, saya akan mengantarkan kamu kesana, setelah itu kamu ikut pulang bersamaku dan semua bukti ini sekarang akan saya kirim ke temanku" Ucap Rayhan mengirim semua bukti video pada teman polisinya.


Rayhan dan Eliza pun melanjutkan makan siang mereka dengan penuh kemesraan sampai tidak menyadari di bangku dekat tempat duduk mereka sudah ada seseorang yang sedari tadi menahan emosi dan kekecewaan di hatinya......


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.............


Ikutin terus ceritanya ya...... Author akan selalu berikan yang terbaik..... love you All, 😍😍


__ADS_2