
Sore hari setelah pulang dari restoran XX, saat ini Rayhan dan Eliza sudah berada di depan rumah besar kediaman di mana mama dan adiknya berada.
Nany dan Hanna yang sedang berada di ruang tamu pun seketika merasa senang dengan kedatangan Rayhan dan Eliza. "Mama begitu merindukan kalian" Ucap Nany memeluk Rayhan dan Eliza bergantian dengan Hanna.
"Kakak ipar sekarang terlihat semakin cantik" Puji Hanna setelah memeluk Eliza. Eliza menanggapi ucapan Hanna dengan tersenyum.
"Kamu juga semakin cantik Hanna" Ujar Eliza membalas pujian Hanna pada dirinya.
Melihat istri dan adiknya Rayhan tersenyum, "Kenapa hanya memuji istriku, apa kamu lupa Hanna kalau di sini juga ada kakakmu yang tampan" Ucap Rayhan ingin menggoda adikknya.
"Kak Ray memang tampan tapi sudah tua" Ketus Hanna sengaja meledek kakaknya. "Aduh....aduh ampun kak" Keluh Hanna mendapat jeweran gemas di telinganya.
"Kalian ini sudah besar tapi masih saja suka bertengkar" Ucap Nany sedikit menggelengkan kepala pada kedua anaknya.
"Iya nih ma, kak Ray udah tua juga masih saja suka marah sama Hanna" Ledek Hanna seketika bersembunyi di balik tubuh Eliza takut mendapat jeweran lagi dari Rayhan.
"Kau bilang kakakmu ini sudah tua, tunggu saja sebentar lagi kau juga akan menjadi tua saat ada dua anak kecil yang akan memanggilmu bibi" Jawab santai Rayhan membuat Nany dan Hanna kaget seketika.
"Ray, apa maksud kamu? Apa Eliza....." Tanya Nany menunjuk pada perut Eliza.
"Iya ma sebentar lagi mama akan menjadi oma buat cucu-cucu oma?" Ucap Rayhan tersenyum bahagia sembari mengangguk.
"Jadi aku akan punya keponakan kak?" Tanya antusias Hanna.
"Benar dan bukan hanya satu tapi dua keponakan" Sahut Rayhan.
"Maksud kamu Eliza mengandung anak kembar" Tanya Nany lagi kaget.
"Benar Ma" Giliran Eliza menjawab.
"Alhamdulillah ya Allah" Ucap Nany memeluk Eliza. "Terima kasih sayang" Nany memeluk Eliza tak terasa air mata kebahagian menetes dari manik matanya, begitu juga Hanna yang terlihat senang ikut memeluk keduanya.
------------------
Malam ini Rayhan dan Eliza menginap di rumah besar atas permintaan Nany. Setelah makan malam Eliza di sibukkan dengan perbincangan dan membuka beraneka oleh-oleh yang di bawa oleh Nany dan Hanna sepulang dari liburan di luar negri. Ketiganya terlihat begitu bahagia. Sedangkan Rayhan berada di ruang kerjanya setelah Reno datang atas panggilannya.
__ADS_1
Rayhan dan Reno terlihat berbicara serius, hingga ada sedikit rasa marah yang terlihat dari wajah Rayhan setelah mendapat laporan dari Reno. "Terus awasi pergerakannya, aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu pada istri dan anak-anakku" Ucap Rayhan mengepalkan tangan.
Sudah larut malam ketika Rayhan berada di depan pintu kamarnya setelah Reno pamit pulang.
Cekleek......suara Rayhan membuka pintu kamar. Rayhan perlahan masuk ke dalam kamar tapi ia tidak mendapati istrinya berada di kamar. Akhirnya Rayhan kembali keluar kamar menuju kamar mamanya dan benar saja ia melihat istrinya sudah tertidur pulas berada ditengah-tengah antara Nany dan Hanna yang juga tertidur.
Rayhan tersenyum melihat betapa imutnya Eliza memakai baju daster ibu hamil yang sudah lama di belikan oleh Nany semenjak Rayhan dan Eliza menikah. Nany sengaja tidak memberikan pada Eliza karena ia memutuskan untuk menyimpan baju hamil itu dan baru sekarang ia bisa memberikan pada Eliza.
"Ray..." Panggil Nany yang terbangun merasakan keberadaan Rayhan yang sedang asyik menatap ketiga wanita yang di sayangi.
"Maaf, Ray jadi menganggu tidur mama" Ucap Rayhan melihat mamanya bangun dari tidur, duduk di pinggiran ranjang dan ia pun ikut mensejajarkan tubuhnya duduk di samping Nany.
"Gak apa-apa" Nany memegang tangan Rayhan. "Tak terasa sebentar lagi anak laki-laki kesayangan mama akan menjadi seorang ayah" Ucap Nany membuat Rayhan beralih berjongkok kemudian duduk bertumpu pada kedua lututnya di hadapan Nany.
"Mama doain Ray ya ma, agar Ray bisa menjaga anak dan istri Ray dari orang-orang yang berniat jahat pada kami" Rayhan merebahkan kepalanya di pangkuan Nany.
"Pasti Nak, doa mama akan selalu bersamamu. Kamu harus selalu kuat dan jangan lengah apalagi saat ini di dalam rahim istrimu ada anak-anak kalian" Ucap Nany membelai lembut kepala Rayhan.
"Terima kasih ma, doa mama adalah kekuatan buat Rayhan" Ucap Rayhan.
"Anak ini" Guman Rayhan perlahan memindahkan tangan dan kaki adiknya dari tubuh Eliza. " Ya sudah ma, Ray bawa Eliza ke kamar" Ucap Rayhan yang sudah membawa Eliza dalam gendongannya melangkah keluar menuju kamarnya.
Perlahan Rayhan merebahkan tubuh Eliza di kasur bersamaan dengan tubuhnya yang ikut berbaring di samping istri tercintanya itu. "Istriku kamu terlihat mengemaskan dengan baju hamil ini" Guman Rayhan ia sangat senang melihat Eliza memakai daster ibu hamil yang terlihat sangat mempesona baginya.
"Selamat malam anak-anakku, malam ini papa tidak menjengukmu karena papa tidak ingin menganggu tidur mama yang sangat manis" Ucap Rayhan setelah mencium perut Eliza. "Selamat malam istriku aku sangat mencintaimu dan anak-anak kita" Rayhan mencium kening Eliza. Rayhan kemudian tidur sembari memeluk erat tubuh Eliza, aroma wangi khas tubuh Eliza membuatnya ikut terbang ke alam mimpi indah bersama istrinya.
--------------
Pagi hari Rayhan dan Eliza sudah pamit pada Nany untuk kembali ke rumah mereka sendiri. Rayhan melajukan mobilnya, dalam perjalanan pulang Eliza melihat sebuah gerobak penjual bubur ayam dan itu seketika membuatnya merasa lapar ingin sekali makan bubur ayam itu. "Kak Ray, berhenti" Ucap Eliza tiba-tiba.
"Ada apa sayang" Ucap Rayhan menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
"Eliza ingin makan itu" Tunjuk Eliza pada gerobak bubur ayam.
"Sayang aku pesenin di restoran ya" Tawar Rayhan membuat Eliza cemberut.
__ADS_1
"Tidak mau, Eliza ingin makan bubur ayam yang itu sekarang" Pinta Eliza memohon.
Rayhan menghela nafas. "Baiklah sayang, kamu tunggu di sini biar aku belikan" Ucap Rayhan beranjak keluar mobil dan melangkah cepat menghampiri penjual bubur ayam yang terlihat ramai pembeli.
Eliza yang merasa bosan di mobilpun beranjak keluar dan menunggu bersandar di mobil Rayhan hingga tanpa di sadari ada sebuah mobil yang dari kejauhan berhenti dan dari dalamnya keluar sesosok laki-laki dengan mata yang tak henti menatap Eliza yang terlihat sangat manis dengan baju hamil yang ia kenakan.
"Kamu terlihat semakin cantik Jolie dengan gaun hamil itu" Terlihat Smirk di bibir Ron. "Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu dan menjadi ayah untuk anakmu" Ucap Ron yang benar-benar sudah di butakan oleh cinta hingga ia terlalu percaya diri dan melupakan bahwa ada takdir Tuhan yang bisa dengan mudah menghancurkan dinding cinta yang ia bangun kuat selama ini untuk Jolie tercintanya itu.
"Ini sayang untukmu" Ucap Rayhan memberikan kotak bungkus bubur ayam pada istrinya.
"Cepat sekali kak, apa kakak tidak mengantri" Tanya Eliza bingung karena ia melihat begitu banyak antrian di tukang bubur itu.
"Mereka semua ikhlas membiarkan saya tidak mengantri sayang, mungkin karena suami ini terlalu tampan untuk mengantri" goda Rayhan.
"Mana mungkin seperti itu, pasti kakak curang ya" Curiga Eliza
"Tidak sayang, aku hanya bilang pada mereka kalau istriku sedang ngidam dan mentraktir bubur ayam mereka semua. Hanya itu saja mereka sudah rela membiarkan aku tidak mengantri"
"Itu sih sama saja curang namanya kak" Gerutu Eliza mendapat cubitan dari Rayhan di hidungnya.
"Bukan curang sayang itu namanya saling menguntungkan dan mereka ikhlas, lagian saya tidak mau istri saya yang cantik ini menunggu kelamaan disini nanti bisa-bisa ada yang mengambilmu dariku" Ucap Rayhan mencium Eliza segaja dengan sedikit lirikan tajam ia layangkan pada laki-laki yang berada di seberang sana, yang sudah terbakar cemburu menatap kemesraan dirinya dan istrinya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung......