Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 143


__ADS_3

Rayhan dan Reza saat ini sudah berada di dalam bangunan tua itu dengan koper masing-masing di tangannya. Rendy meminta uang tebusan dengan jumlah yang sangat besar. Bagi Rayhan uang itu tidak artinya karena ia rela menukar seluruh harta yang ia miliki bahkan nyawa sekali pun untuk istrinya, begitu juga Reza. "Dimana istriku?" Tanya Rayhan sudah begitu emosi pada anak buah Rendy.


"Kenapa harus terburu-buru tuan Rayhan" Seringai Rendy di ikuti anak buahnya memasuki ruangan itu membuat semua menoleh ke arahnya.


"Ternyata kau...." Ucap Rayhan geram tak menyangka Rendy mantan anak buahnya masih berani mengusik keluarganya.


"Kami sudah membawa apa yang kamu inginkan, dimana adikku?" Ucap Reza ikut geram, Meskipun ia tidak kenal Rendy tapi ia sudah mendengar cerita tentang laki-laki di hadapannya ini dari Rayhan.


"Haha....tuan Rayhan dan tuan Reza tenanglah" Tangan Rendy terangkat memberi kode pada anak buahnya kemudian tak berapa lama pun datang anak buah Rendy membawa Eliza yang lemas dengan tangan terikat, melihat itu seketika Rayhan dan Reza tidak bisa menahan emosi di tambah lagi terlihat sudut bibir Eliza berdarah.


"Kurang ajar, Apa yang kau lakukan pada istriku...." Teriak Rayhan. "Akan ku habisi kau, berani sekali menyakiti istriku" Rayhan hendak memukul Rendy namun di tahan oleh Reza.


Rendy kemudian menarik Eliza. "Masih mau melawanku tuan Rayhan" Tawa Rendy mengarahkan sebuah pistol di pelipis Eliza membuat Rayhan menghentikan pergerakannya.


"Lepaskan istriku" Pinta Rayhan tak tega melihat Eliza yang terlihat lemas dan pucat.


"Kalian berikan dulu apa yang kami mau?" Ucap Rendy menunjuk koper yang di bawa oleh Rayhan dan Reza.


"Kami tidak bodoh...." Ucap Reza.


"Baiklah, kita tukar secara bersamaan" Seringai Rendy mendorong pelan Eliza maju dengan pistol berada di balik punggung Eliza


"Sepakat...." Reza dan Rayhan segera melangkah maju, Rendy melirik anak buahnya memberi kode, dengan sigap dua orang anak buah Rendy mengambil koper dari Rayhan dan Reza membuat keduanya kaget. Rendy dengan seringai mendorong Eliza.


Melihat itu Rayhan dengan sigap ia menarik istrinya yang di dorong keras Rendy, beruntung Rayhan dapat menahan tubuh Eliza di pelukannya hingga tubuhnya terutama perutnya tak sampai terjatuh membentur tembok. "Kamu tidak apa-apa sayang" Tanya Rayhan memeluk Eliza erat.


"Kak, mereka akan membunuh kita setelah mendapatkan uang itu. Kalian pergi saja dari sini" Ucap Eliza, melepaskan tubuhnya dari pelukan Rayhan.


"Jangan khawatir, Kita akan selamat sayang" Rayhan menenangkan sembari melepas ikatan di tangan Eliza kemudian ia menarik Eliza kebelakang punggungnya.

__ADS_1


"Ray..." Ucap Reza yang berada di samping Rayhan memberikan sebuah pistol. Rayhan sedari awal sudah menyadari dibalik uang pasti Rendy juga ingin membalas dendam pada dirinya karena tanpa sepengetahuan Eliza, Rayhan pernah menghajar Rendy secara habis-habisan saat ia tahu perbuatan kurang ajar Rendy yang hendak memperkosa Eliza, untung saja saat itu ada Ron rivalnya yang menolong Eliza.


Rendy sempat tak sadarkan diri di rumah sakit waktu itu, ia begitu dendam dan bersumpah akan membalas Rayhan.


Kini Rayhan, Reza sudah saling berhadapan dengan Rendy dan anak buahnya yang masing-masing di tangan mereka sudah memegang pistol. "Ternyata kalian waspada juga ya, tapi sayangnya kalian tidak akan menang karena jumlah anak buah ku lebih banyak dari kalian" Rendy menyeringai.


"Itu karena kau pengecut tidak berani melawanku seorang" Sarkas Rayhan menatap tajam Rendy.


"Baiklah, jika itu maumu aku akan melawanmu" Kata Rendy percaya diri, setelah ia di hajar Rayhan waktu itu, ia melatih dirinya dan bertekat untuk mengalahkan Rayhan.


"Kak....jangan" Ucap Eliza khawatir menggelengkan kepalanya menatap Rayhan berusaha menahan.


"Kamu tenang saja sayang" Ucap Rayhan.


Reza menarik Eliza mundur di balik punggungnya sedangkan Rayhan maju ke depan melawan Rendy. Keduanya bertarung, Rayhan melepaskan pukulan yang masih bisa di tangkis oleh Rendy. Rayhan tahu Rendy sekarang lebih kuat, berbeda dengan saat ia menghajarnya waktu itu.


Bugh.....bugh.....Rendy berhasil memukul dan menendang Rayhan keras hingga Rayhan terjatuh. Pelipis dan sudut bibir sudah mengalir darah.


"Hanya segitu kekuatanmu Rayhan Syarif" Bangga Rendy menyindir Rayhan. Rendy lalu menoleh pada Eliza "Eliza sayang, lihatlah laki-laki pilihanmu ini dengan mudah aku kalahkan" Tunjuk Rendy pada Rayhan yang berusaha bangun. Rendy kemudian mendekati Rayhan menendangkan kakinya keras pada Rayhan hingga Rayhan kembali terjatuh dan darah kini keluar dari mulutnya.


"Kak Reza, tolong kak Ray....!!" Teriak Eliza pada Reza tapi Reza tak bergeming karena ia tahu Rayhan tidak selemah itu.


"Aku membencimu Rayhan Syarif, Aku sudah begitu menyukai Eliza pada saat pertama kali bertemu tapi sayang kau merebutnya dari ku, saat itu aku mengalah hanya karena kau pemilik perusahaan" Ucap Rendy kembali mendekati Rayhan. Rendy kemudian berjongkok dan berbisik pada Rayhan. "Kau tahu sedari tadi aku sudah menahan diri terhadap istrimu, meskipun sedang hamil tapi tubuhnya masih tetap mempesona membuatku ingin menikmatinya" Bisik Rendy membuat Rayhan seketika meluap emosinya.


"Tutup mulut kotormu itu" Teriak Rayhan, mencengkeram wajah Randy dan mendorongnya keras hingga jatuh ke tanah. Rayhan segera bangkit. Ia melepas jaketnya dan dengan cepat menarik bangun tubuh Rendy. "Ayo lawan aku, pengecut" pukulan bertubi-tubi di lepaskan Rayhan dengan tendangan kakinya. Ia kembali menghajar Rendy sampai terpelanting dan kembali jatuh tersungkur di tanah.


"Hajar..." Teriak Rendy tiba-tiba yang sudah tak berdaya pada anak buahnya.


Anak buah Rendy menyerang Rayhan. Reza menepikan Eliza di pinggir dan segera membantu Rayhan. Kini keduanya melawan dan menghajar satu persatu anak buah Rendy. Eliza yang berada tidak jauh dari perkelahian itu tiba-tiba merasakan tubuhnya terdorong hingga terjatuh di tanah. "Ah....sakit" Eliza merasakan sakit pada perutnya.

__ADS_1


"Istriku...." Teriak Rayhan hendak menghampiri Eliza tapi sebuah pukulan dari anak buah Rendy menghadangnya. Anak buah Rendy yang berjumlah semakin banyak membuat Rayhan dan Reza kewalahan.


"Ha....ha...Rasakan Eliza, kau sudah menghancurkan hidupku akan ku bunuh kau" Teriak Erny tangannya mencekik leher Eliza. Eliza dengan nafas yang semakin tercekal, secara tidak sengaja tangannya menyentuh sebuah balok kayu yang berada di dekatnya dan seketika ia memukulkan pada Erny hingga Erny jatuh pingsan. Eliza terbatuk, berusaha mengatur nafas yang sempat tercekal di tambah lagi ia merasakan sakit pada perutnya akibat terjatuh tadi.


Rendy yang menahan sakit perlahan bangkit mendekati dan menarik Eliza. "Jika kalian berdua melawan akan aku habisi wanita ini" Teriak Rendy menodongkan pistol menarik Eliza yang kesakitan mengikuti langkahnya. Rayhan dan Reza seketika menghentikan pergerakanya yang melawan anak buah Rendy.


"Eliza...." Ucap Reza.


"Baik tapi Lepaskan istriku, jangan sakiti dia" Ucap Rayhan menerima pukulan dari anak buah Rendy.


"Tidak....jangan sakiti suami dan kakakku" Teriak Eliza di tengah kesakitannya melihat suami dan kakaknya mendapat pukulan.


"Habisi mereka berdua" perintah Rendy pada anak buahnya. "Jika kalian berdua masih melawan, akan aku bunuh Eliza" ucap Rendy yang tanpa sadar tiba-tiba sebuah pistol tertodong di belakang kepalanya.


" Berani sekali kau mau membunuh Jolie adikku....!!" Teriak Lantang dari seorang laki-laki......


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


Setiap kesalahan pasti ada alasan di baliknya.....begitu juga Author yang sering kali lama Update, ada alasan di baliknya. Terima kasih buat yang masih bersedia mengikuti ceritanya.....Jaga kesehatan kalian selalu. Love you All😍😍


__ADS_2