Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 129


__ADS_3

"Berani-beraninya kau melakukan itu pada Jolieku....!!" Suara lantang dari Ron mendekati dimana mereka berada membuat semua menoleh.


"Tuan, saya tidak bermaksud....." Ucap Erny yang merasa takut pada Ron tapi belum sempat ia menyelesaikan ucapannya tiba-tiba....


Byuur.....Hanna membalas menyiram Erny dengan air minumnya. "Impas kan...!!!" Ucap Hanna menyeringai pada Erny.


"Beraninya kau, dasar anak kecil...." Erny emosi mengangkat tangan hendak menampar Hanna tapi seketika tangannya di tepis oleh Eliza.


Plaak..... Sebuah tamparan terpaksa Eliza layangkan pada Erny. "Kau....." Erny memegang pipinya.


"Sedari tadi Eliza berusaha diam untuk tidak membalas kalian tapi sekarang Eliza tidak akan diam lagi kalau kalian menyakiti keluarga Eliza" Marah Eliza.


Manis sekali......ternyata Jolie bisa marah juga..... Seringai di bibir Ron tak henti menatap Eliza, kemudian beralih pada Erny dan Yola.


"Kalian berdua mulai hari ini aku pecat dari perusahaanku" Bentak Ron pada Erny dan Yola.


"Tapi tuan......"


"Jangan pernah tampakkan wajah kalian di depanku lagi, apalagi menyakiti Jolie" Ancam Ron yang melihat Erny menatap siniz Eliza setelah menatap dirinya. "Pergi kalian....." Usir Ron membuat kedua wanita itu beranjak secepat mungkin merasa takut pada amarah Ron.


"Jolie bajumu basah sayang" Ucap Ron melembut seketika mencoba mendekati Eliza.


"Berhenti paman, jangan mendekat" Ucap Eliza membuat Hanna yang berada di samping mengerutkan dahi merasa bingung siapa laki-laki tampan ini kenapa kakak iparnya memanggil paman dan ia memanggil kakak ipar Jolie. "Eliza bisa menghadapi masalah Eliza sendiri harusnya paman tadi tidak ikut campur urusan Eliza" Eliza menatap Ron dengan siniz.


"Maaf tuan, tolong jangan ganggu nona kami" Dua orang laki-laki gagah berjas dan berkacamata hitam tiba-tiba datang menghadang di hadapan Ron.


Ron menyeringai. "Kalian berani sekali menghalangiku...."


Eliza dan Hanna merasa kaget dari mana datangnya kedua laki-laki di hadapannya ini. Eliza tidak mau ambil pusing lebih baik ia pergi dari tempat itu secepat mungkin hingga seketika ia menggandeng tangan Hanna hendak mengajaknya pergi tapi tiba-tiba suara seorang wanita paruh baya menghentikannya.


"Ada apa ini Ron" Ucap Nancy menatap anaknya kemudian beralih menatap kedua laki-laki di hadapan Ron dan tanpa sengaja ia mengeryit sekilas seperti melihat keberadaan Eliza. "Jolie sayang....." Eliza seketika merasa kaget dengan kehadiran Nancy. "Kau kah itu...?" Ucap Nancy segera mungkin menghampiri Eliza dan memeluk Eliza erat. "momy senang sekali bertemu denganmu, momy meridukanmu nak" Ucap Nancy masih memeluk erat Eliza.


"Eliza juga merindukan momy.." Balas Eliza yang memang juga sangat merindukan wanita berhati baik itu.


"Sayang, kenapa bajumu basah..." Tanya Nancy mengernyit melonggarkan pelukannya.

__ADS_1


"Tidak apa mom, cuman terkena air minum...."Jawab Eliza.


"Ya sudah kalau gitu kita ke Clothing store sebentar yuk" Ajak Nancy kemudian ia menatap gadis di sebelah Eliza yang baru ia sadari keberadaannya. "Siapa gadis ini sayang" Tanya Nancy.


"Kenalkan Mom ini Hanna, adik kak Ray" Ucap Eliza dan Hanna tersenyum mengulurkan tangannya.


"Salam kenal tante" Hanna meraih dan mencium punggung tangan Nancy.


"Gadis manis..." Nancy membelai kepala Hanna, ia kembali teringat dengan almarhum suaminya Bara karena biar bagaimanapun Hanna adalah cucu tirinya. Nancy baru mengetahui kematian Bara dari Rayhan saat meminta Rayhan membebaskan Ron yang saat itu berada dipenjara.


-----Flash back on-----


Nancy waktu itu datang ke kantor Rayhan ketika mengetahui Ron di penjara karena kesalahannya pada Rayhan.


"Nak Rayhan, saya mohon lepaskan Ron. Dia adalah satu-satunya anak yang saya miliki. Berbesar hatilah pada wanita tua ini, maafkan anakku" Ucap Nancy menangis bersimpuh di depan Rayhan.


"Bangunlah nyonya, jangan seperti ini" Rayhan dengan sopan mengajak Nancy berdiri dan mempersilahkan Nancy duduk di sofa. Nancy masih menangis duduk menunduk di depan Rayhan yang ikut duduk berhadapan dengannya. "Nyonya apakah aku boleh menanyakan sesuatu padamu?" Tanya Rayhan sedikit ragu.


"Tentu saja nak, katakan"


"Almarhum, apa maksudmu nak? apa suamiku Bara sudah....!!" Nancy menutup mulutnya ketika Rayhan mengangguk. Selama ini ia mengira Bara suaminya masih hidup dan tidak ingin bertemu dengannya lagi. "Ya tuhan...."Ucap Nancy menangis.


"Kakek meninggal ketika ingin melihat kelahiranku, kata papa saat itu kakek pulang dari perancis dan ketika dalam perjalanan dari bandara mobil kakek mengalami kecelakaan hingga beliau meninggal di tempat" Jelas Rayhan membuat Nancy menangis semakin menjadi.


Nancy teringat pada saat itu Bara berpamitan pada dirinya untuk menjenguk cucunya yang baru lahir, anak pertama dari Syarif yaitu Rayhan dan Bara juga berniat memberitahukan pada anaknya Syarif tentang pernikahannya dengan Nancy tapi semenjak kepergiannya Bara pada saat itu, ia tidak pernah kembali lagi, Nancy tidak menyangka jadi selama ini dirinya dan Ron sudah salah sangka pada Bara.


"Maafkan aku dan Ron nak" Tangis Nancy benar-benar pecah ia merasa bersalah pada Bara dan sekarang ia datang pada Rayhan untuk meminta maaf atas kesalahan anaknya yang sengaja menyakiti Rayhan karena membalas dendam padahal Bara dan keluarganya tidak bersalah.


"Ron....anak ibu sudah dua kali melakukan percobaan pembunuhan pada saya dan saya mungkin tidak selamat jika tidak ada gadis penyelamatku saat itu yaitu Eliza" Tutur Rayhan mencoba menjelaskan pada Nancy yang lagi-lagi terlihat menatapnya kaget baru tahu kalau anaknya Ron sekejam itu mencoba membunuh Rayhan.


"Astaga" Seru Nancy serasa tak percaya.


"Dia adalah gadis yang bisa membuat saya jatuh cinta pada saat petama kali bertemu. Saya dan Eliza sudah berpacaran pada saat Eliza kehilangan ingatannya karena menyelamatkan nyonya dari kecelakaan itu" Ucap Rayhan membuat Nancy semakin kaget dan bingung bukankah yang menyelamatkan dirinya adalah Jolie.


Rayhan bisa mengerti arti kebingungan dari tatapan Nancy yang telah banyak di bohongi oleh Ron. "Gadis yang anda panggil Jolie adalah Eliza nyonya, Ron memanfaatkan keadaan Eliza yang hilang ingatan karena anak anda ternyata juga mencintai Eliza"

__ADS_1


"Ya Tuhan...." Nancy semakin merasa bersalah, ia merasa kecewa dengan tindakan anaknya. "Jadi Ron berbohong padaku?" Rayhan mengangguk kemudian melanjutkan ceritanya.


"Bukan hanya itu saja, Ron juga memberikan obat pelemah ingatan pada Eliza yang hampir saja membuat Eliza kehilangan nyawa" Cerita Rayhan semakin menyudutkan Nancy pada rasa penyesalan atas semua tindakan jahatnya anaknya. "Ron terpaksa di tangkap selain semua kesalahannya itu, ia juga lagi-lagi ingin membunuh saya agar bisa membuat Eliza menjadi janda" Nancy sudah tidak bisa berkata lagi ia sudah pasrah setelah mendengar begitu banyak kesalahan yang telah di perbuat oleh anaknya pada Rayhan, karena saat datang menemui Rayhan, Nancy berpikir jika kesalahan anaknya hanya melakukan perdagangan senjata gelap dan sedikit kesalah pahaman terhadap Rayhan tentang Jolie yang baru ia ketahui adalah Eliza istri Rayhan.


"Sebenarnya saat itu saya ingin memaafkan anak Nyonya karena biar bagaimanapun dia adalah anak dari kakekku tapi Ron bersih keras tidak ingin melepaskan Eliza hingga membuatku tidak bisa mencabut tuntutanku" Tutur Rayhan pada Nancy yang saat ini menunduk malu di hadapan Rayhan dengan air mata yang masih menetes. "Nyonya kau sangat baik, saya akan melepaskan Ron untukmu" Ujar Rayhan membuat Nancy menatap Rayhan dan meraih tangan Rayhan.


"Kau sangat baik sama seperti kakekmu. Wanita tua ini hanya bisa berterima kasih serta mendoakanmu dan istrimu nak......"


-----Flash back off------


"Maaf Nona Eliza, kami di minta tuan Rayhan buat menjaga nona. Mari ikut kami pulang" Suara dari dua laki-laki berkaca mata hitam itu menghalangi Eliza dan Hanna yang akan pergi bersama Nancy ke clothing store.


Eliza seketika menoleh pada kedua anak buah Rayhan.


Jadi mereka anak buah kak Ray.....


"Kalian berdua tidak perlu khawatir, saya hanya ingin mengajak Eliza ke Clothing store" Ucap Nancy tersenyum, ia tidak heran dan bisa mengerti jika Rayhan sampai memberikan pengawal pada istrinya.


"Tidak apa-apa, aku hanya hanya ingin membeli baju karena bajuku basah" Ucap Eliza membuat kedua anak buah Rayhan saling menatap seolah saling bertanya apakah akan mengikuti kemauan nonanya itu tapi jika dipikir-pikir tidak mungkin dia membiarkan nonanya dalam kondisi seperti itu apalagi mereka tahu bahwa istri tuannya ini sedang mengandung, bagaiman jika nonanya nanti sakit karena bajunya yang basah. Keduanya pun saling memberikan isyarat dan menyetujui keinginan Eliza.


"Baiklah nona....silahkan" Ucap keduanya mengikuti Eliza, Hanna dan Nancy di belakang sembari melirik Ron rival tuannya.


Ron masih terdiam, ia sengaja mengajak momy nya ke Mall yang sama dengan Eliza atas laporan dari anak buahnya yang mengikuti mobil Eliza tapi Ron tidak menyangka kalau ada anak buah Rayhan yang juga ikut bersama Eliza.


"Momy memang bisa di andalkan" Guman Ron menyeringai, ia tidak tahu bahwa Momynya sudah mengetahui semua kejahatannya pada Rayhan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2