Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 124


__ADS_3

Direstoran XX yang letaknya berbaur dengan panorama keindahan pantai kini tampak Eliza dan Rayhan memasuki restoran itu.


"Kak Ray duluan, Eliza mau ke toilet sebentar" Ucap Eliza pada suaminya.


"Mau aku anterin?" Tawar Rayhan.


"Tidak usah, Kak Ray langsung saja ke tempat miting pasti kak Reza udah nungguin" Tolak Eliza melangkah cepat menuju toilet.


"Ya udah, hati-hati sayang jangan lari-lari" Teriak Rayhan melangkah menuju tempat di mana Reza dan seseorang duduk menunggunya dengan menatap laptop masing-masing.


Tempat yang di pesan Reza untuk miting adalah ruang terbuka yang dari posisi tempat itu bisa terlihat jelas suasana keindahan pantai dan laut.


"Siang Za, Bram" Sapa Rayhan menyapa kedua sahabatnya itu berbarengan dengan saling berjabat tangan.


"Lama gak ketemu kamu makin seger aja Ray" Ucap Bram pada Rayhan yang baru ikut duduk bersama mereka. Bram pria tampan dengan kepala plontos masih seusia dengan Rayhan dan Reza ini sudah sama suksesnya dengan kedua sahabatnya itu.


Reza sengaja mengajak kerja sama Rayhan dan Bram untuk perusahaan yang baru didirikan yang di atas namakan Eliza sebagai pemiliknya. FADIYAH group itulah perusahaan yang di dirikan Reza untuk adiknya yang saat ini masih ia tangani karena keadaan Eliza yang sedang hamil muda di tambah lagi Rayhan juga melarang istrinya berkerja.


"Terima kasih. Kamu juga lama gak ketemu masih jomblo aja Bram" Canda Rayhan mendapat deheman dari kakak iparnya yang merasa jiwa jomblonya juga ikut tersindir. "Ha....ha maaf aku lupa kalau kalian berdua masih sama-sama jomblo" Ucap Rayhan masih tertawa lirih sembari membuka laptop yang ia bawa.


"Sombong kamu Ray mentang-mentang sudah menikah dan gak mengundangku, aku kan jadi penasaran sama istrimu" Gerutu Bram terlihat kesal dengan sahabatnya itu.


"Istriku sangat cantik kalau kau melihat pasti kau akan dengan mudah jatuh hati padanya" Ucap Rayhan mulai fokus menatap laptopnya.


"Mana mungkin, kau kan gak tahu seleraku" Ucap Bram menegakkan badan pada posisi duduknya menggerakkan kepala kekiri dan ke kanan meregangkan otot-otot yang mulai terasa sedikit kaku hingga mata Bram tak sengaja menangkap sosok gadis cantik yang perlahan berjalan menuju di mana ia dan kedua sahabatnya berada. "Gila, ada bidadari datang kemari bro...ini baru tipe ku" Ucap Bram seketika tanpa di respon oleh kedua sahabatnya yang masih fokus menatap laptop masing-masing.


"Kayaknya gadis itu naksir deh sama aku, dia lihatin aku terus sambil tersenyum dan mendekat kesini" Bram masih menatap gadis itu yang datang menghampiri mereka.


"Pede amat kamu Bram" sahut kedua sahabatnya tanpa menatap Bram.


"Dia kemari, kalian gak boleh naksir ya. Karena aku yang lihat duluan" Lirih Bram pada kedua sahabatnya sembari tersenyum secerah mungkin pada gadis itu yang sudah berada di hadapannya.


"Kak Reza...." Suara Eliza membuat Rayhan dan Reza menoleh. Eliza yang sudah dua minggu tidak bertemu dengan kakaknya Reza itupun memilih duduk di dekat Reza memeluk lengan kakaknya. "Eliza kangen sama kakak" Ucap Eliza mendapat kecupan di keningnya dari Reza membuat Bram teperangah seketika.


"Za jangan bilang gadis ini kekasih kamu" Ucap Bram menduga membuat Reza dan Rayhan mengeryit seketika.


"Emang kenapa kalau dia kekasihku" jawab Reza enteng menggoda sahabatnya.

__ADS_1


"Jadi dia, gadis yang membuat kamu berisik dari tadi" Tanya Rayhan menyeringai, Bram mengangguk kemudian menoleh pada Reza.


"Yah, pupus deh harapanku Za" Ucap Bram lemas. Eliza hanya terdiam tidak mengerti dengan ucapan ketiga orang itu. Eliza menatap intens Bram....


"Dia adik kandungku" Ujar Reza tiba-tiba membuat Bram kembali besemangat.


"Yang bener Za, kenapa kamu gak bilang kalau punya adik secantik ini. Tau gitu dari dulu aku pasti sudah menikah gak jomblo sampai sekarang" Ucap Bram berbinar merasa ada harapan untuk mendekati Eliza. Bram menatap Eliza kemudian mengulurkan tangannya. "Cantik kenalkan namaku Bram, aku sahabat baik kakak kamu dan juga bisa jadi calon imam yang baik loh" Ucap Bram memuji dirinya sendiri.


" Eliza pak...." Eliza menjabat tangan Bram tapi manik mata indahnya masih fokus menatap kepala plontos laki-laki itu. Sedangkan Rayhan hanya terdiam menahan tawa melihat antusias sahabat jomblonya itu yang menyukai istrinya.


"Eliza jangan panggil pak, aku kan masih muda dan tampan seperti kakakmu. Kamu panggil aja kak Bram lebih enak di dengar" Ucap Bram mengambil minum yang berada di depannya.


"Oh jadi seumuran dengan kak Reza, Eliza kira sudah tua karena kepalanya udah botak" Jawab enteng Eliza membuat seketika Bram menyemburkan minuman yang ia minum.


Rayhan dan Reza tertawa lepas saat itu juga mendengar ucapan Eliza yang polos pada sahabatnya. Sungguh kedua pria tampan itu sangat menyukai kepolosan Eliza. "Eliza cantik jangan salah, kepala botak seperti ini lagi ngetrend sekarang. Kamu juga pasti tahukan artis-artis tampan di TV juga lagi ngetrend dengan gaya seperti ini" Ucap Bram mencoba menjaga image nya.


Eliza mengeryit memang benar ia suka sekali melihat acara TV dan kepala botak Bram mengingatkannya dengan acara kesukaannya. "Bener kepala kak Bram mirip banget sama pemain film kesukaan Eliza" Ucap Eliza refleks.


"Bener kan, aku ini memang tampan mirip artis di TV." Bangga Bram melirik kedua sahabatnya yang masih tertawa.


"Kalian berdua senang sekali menertawakanku. Bukannya bantuin sahabat biar gak jomblo malah ikut ngeledek" Gerutu Bram pada kedua sahabatnya itu yang masih tertawa.


"Nyerah aja kamu Bram, mana mungkin aku bantuin kamu ngedeketin istriku" Ucap Rayhan menyeringai membuat sahabatnya itu membelalakan mata merasa tak percaya.


"Jangan bercanda Ray, aku baru pertama kali ini beneran suka sama cewek. Aku gak percaya, kamu pasti mau bohongin aku" Seru Bram tak menghiraukan omongan Rayhan.


" Kamu mau bukti" Ucap Rayhan menatap sahabatnya Bram kemudian beralih menatap Eliza. "Sayang sini" Ucap Rayhan mengulurkan tangannya.


"Ada apa kak" Eliza beranjak dari duduk menghampiri Rayhan, kemudian dengan perlahan Rayhan menarik tubuh Eliza berada dalam pangkuannya dan mencium pipi Eliza menunjukkan pada sahabatnya kalau mereka adalah suami istri.


"Ah kau curang Ray" Gerutu Bram kecewa. "Kau juga Reza, kenapa tak memberitahuku kalau punya adik secantik dan sepolos itu" Bram merasa kesal di kerjai kedua sahabatnya itu yang masih tertawa.


"Lagian kamu gak pernah nanya. Ya sudahlah adikku itu memang jodohnya Rayhan. Sekarang kita kembali lagi melanjutkan miting" Ajak Reza pada keduanya sedangkan Eliza terlihat memesan menu makan siang karena sudah merasa lapar.


Setelah makan siang yang sedikit dipaksakan karena rasa mual, Eliza pun beranjak jalan-jalan kecil ke pantai karena merasa jenuh menunggu miting Rayhan belum selesai. Eliza perlahan berjalan di pinggiran pantai desiran angin membuatnya terasa segar hingga sesaat ia memejamkan mata dan tiba-tiba ingatannya kembali tentang bayangan Baron yang sedang sakit keras kata pak Rudi. Ia tidak boleh egois, biar bagaimanapun Baron adalah papanya.


Eliza kemudian mengeluarkan ponsel dan selembar kartu nama dari sakunya. Ia pun menekan nomor ponsel pak Rudi dan tersambung kemudian berbicara dengan pak Rudi.

__ADS_1


"Baiklah pak, besok Eliza akan ke sana" Ucap Eliza sebelum mengakhiri sambungannya.


Semoga tindakan Eliza ini benar tuhan. Doa Eliza.


"Istriku lagi mikirin apa?" Ucap Rayhan tiba-tiba memeluk Eliza dari belakang.


"Kak Ray, bikin Eliza jadi kaget" Ucap Eliza merasa geli karena Rayhan mencium lehernya. "Miting kak Ray udah selesai?" Tanya Eliza.


"Sudah sayang, kamu mau kita pulang atau masih pingin kemana lagi?" Tanya Rayhan mencium pundak Eliza, entah kalau bersama Eliza ia selalu merasa gemas dan ingin selalu menciuminya.


"Kita kerumah mama Nany ya kak, Eliza kangen karena mama Nany kan baru pulang dari luar negri liburan bersama Hanna, sekalian kita kasih kabar tentang kehamilan Eliza" Ucap Eliza semangat membalikkan badan menghadap pada suaminya.


CUP......Rayhan mencium bibir Eliza.


"Sesuai dengan permintaan istriku sekarang kita kerumah mama" Ucap Rayhan kemudian membungkuk, menggendong tubuh Eliza berjalan melewati air pantai.



"Kak Ray turunin Eliza, malu di lihat orang" Ucap Eliza berada di gendongan Rayhan.


"Kenapa mesti malu sayang, kan yang menggendong kamu suamimu" Rayhan masih santai menggendong Eliza. "Aku menyanyangimu istriku........."


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2