Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 120


__ADS_3

Hari semakin siang saat Eliza perlahan membuka mata indahnya mulai tersadar. Eliza mengerjapkan mata, mengedarkan pandangan melihat di sekitar ternyata ia tengah berada di rumah sakit.


Eliza perlahan beranjak bangun dari tidurnya. "Anak aku" Lirih Eliza memegang perutnya, ia merasa takut kehilangan anaknya.



Rayhan yang duduk tertidur merebahkan kepalanya di pinggiran ranjangpun terbangun, merasakan pergerakan istrinya itu. "Sayang.....ada apa" Lirih Rayhan bertanya membuat Eliza kaget.


"Kak Ray, bagaimana anak aku? dia baik-baik saja kan" Tanya Eliza menangis ketakutan.


"Sayang jangan khawatir anak kita baik-baik saja" Rayhan berusaha menenangkan istrinya.


Mendengar perkataan Rayhan, Eliza sejenak terdiam. "Kak Ray tidak bohong kan?" Tanya Eliza menghentikan tangisnya mengalihkan duduknya agar tidak berhadapan dengan Rayhan.


Rayhan tersenyum. "Tentu saja tidak sayang, istriku dan anak kita memang baik-baik saja kata dokter" Ucap Rayhan membuat istrinya sedikit tenang. Eliza sedikit melirik Rayhan yang tak henti menatapnya.


Suasana seketika menjadi hening. Eliza terdiam, begitu juga Rayhan yang masih dengan tatapan berbinar memandang istrinya.


Saat ini Eliza merasa tenggorokanya sangat kering karena haus, ia melirik pada meja di samping ranjang yang terdapat air mineral, seketika Eliza beranjak ingin mengambil air mineral itu tapi ia lupa ada Rayhan di sampingnya hingga wajah keduanya saling berdekatan.


Manik mata keduannya bertemu, cukup lama keduanya saling menatap.



"Sayang....." Lirih Rayhan menatap istrinya, ia tidak ingin ada rasa canggung diantara mereka. Rayhan ingin Eliza kembali ceria dan bersemangat seperti biasanya.


"Ini di rumah sakit, jangan menggodaku dengan menatap seperti itu karena bisa-bisa aku memakanmu disini" Goda Rayhan yang selalu merasa gemas dengan istrinya itu.


"Kak Ray mesum" Kesal Eliza mendengar ucapan Rayhan kembali meringsut mundur mengurungkan niatnya untuk mengambil air minum. " Eliza haus kak" Ucap Eliza kemudian.


Rayhan tersenyum melihat istrinya yang semakin terlihat imut baginya. "Kenapa tidak bilang sayang, biar aku ambilkan" Rayhan mengambil air mineral yang berada di meja kemudian memberikan pada istrinya. Elizapun meminum air itu. "Sayang..." Ucap Rayhan duduk dipinggiran ranjang tangannya meraih tangan Eliza. "Kenapa kamu tidak memberitahuku, ada anak kita di dalam sini" Rayhan mengelus lembut perut Eliza.


"Ini anak aku kak" Jawab Eliza merengut sengaja karena masih kesal dengan Rayhan. Eliza sebenarnya sudah memaafkan Rayhan dan rasa traumanya sudah berangsur menghilang di gantikan rasa cintanya yang semakin dalam pada suaminya.

__ADS_1


Rayhan mengeryit sebentar kemudian tercetak seringai di bibirnya. "Sayang, ini anak aku juga" Rayhan semakin memasukkan tangannya pada baju Eliza bermain di pusar perut istrinya itu. Entah mengapa Eliza tidak bisa menolak belaian tangan Rayhan di perutnya, karena mungkin calon anak mereka juga menginginkan sentuhan dari papanya. "Kamu masak lupa sayang, inikan berkat usaha aku selama ini yang sering olah raga malam denganmu" Ucap Rayhan sengaja memancing kesal istrinya itu. "Apa perlu aku praktekkan sekarang sayang".


Mendengar ucapan Rayhan seketika Eliza menepis tangan Rayhan yang masih membelai perutnya. "Kak Ray, ngeselin. Semalam udah perkosa Eliza sekarang masih mesum juga" Kesal Eliza membuang muka gemas dari Rayhan.


"Ha....ha...." Tawa Rayhan lepas mendengar ucapan istrinya itu. "Kamu lucu sayang. Aku suami kamu, mana mungkin perkosa kamu. Aku sangat mencintaimu sayang, lagi pula yang aku lakukan semalam supaya rasa traumamu pada diriku bisa hilang kata spikiater yang aku temui" Rayhan masih tertawa lirih.


"Spikiater gila...." Umpat Eliza membuat Rayhan semakin gemas dengan istrinya dan mulai mendekatkan wajahnya pada Eliza. "Kak Ray, mau ngapain?" Eliza mengkerut memejamkan mata rapat-rapat takut Rayhan akan menciumnya.


"Sayang, aku sangat mencintaimu" Ucap Rayhan serius memeluk istrinya itu, membuat mata Eliza terbuka. "Jangan pernah ada kata pisah apalagi cerai antara kita ya" Lirih Rayhan semakin mengeratkan pelukannya. "Jangan abaikan aku lagi, apalagi membenciku. Percayalah padaku dan jangan pernah samakan aku dengan papamu" Pinta Rayhan tulus pada istrinya itu.


" Maafin Eliza kak, Eliza juga sangat mencintai kakak" Eliza membalas pelukan Rayhan. Cinta tulus dan kesabaran Rayhan membuat Eliza sadar tidak seharusnya bersikap seperti itu pada suaminya, harusnya ia percaya pada Rayhan saat itu karena cinta juga butuh rasa saling percaya.


Sejenak suasana kembali hening karena keduanya larut dalam pelukkan hingga terdengar suara.


Kruuuuk......


"Eliza lapar kak, he....he...." Tawa lirih Eliza melepas pelukannya. Rayhan merasa senang istrinya sudah kembali bisa tertawa.


\=\=\=\=\=\=\=


Jam 11 malam, Eliza terbangun dari tidur, ia merasakan tangan Rayhan yang tidur memeluk dirinya. Eliza perlahan duduk menyingkirkan pelan tangan Rayhan dari perutnya. "Kak bangun" Eliza menepuk lembut pipi suaminya membuat Rayhan terbangun dengan masih menahan kantuk.


"Ada apa sayang" Tanya Rayhan lembut pada istrinya itu kemudian merebahkan kepala di pangkuan Eliza kembali tidur dan tangannya melingkar erat di perut Eliza yang masih terduduk.


"Kak Ray, bangun" Ucap Eliza lagi tangannya membuka mata Rayhan yang terpejam. "Eliza lapar....." Suara Eliza agak keras tepat di telinga suaminya sontak Rayhan segera membuka mata.


"Kamu lapar sayang, aku ambilkan makanan di dapur ya" Rayhan bangun dari posisinya mencium pipi Eliza kemudian duduk hendak beranjak dari ranjang.


"Aku tidak mau makanan dari dapur" Ujar Eliza membuat Rayhan urung beranjak dan kembali duduk di samping istrinya.


"Istriku memang mau makan apa? nanti biar aku suruh orang untuk belikan"


"Eliza ingin makan nasi goreng kak" Ucap Eliza tampak bersemangat membayangkan nasi goreng.

__ADS_1


"Ya sudah, aku suruh orang belikan" Rayhan mencubit gemas pipi istrinya itu kembali hendak beranjak.


"Kak..." Eliza menahan tangan Rayhan agar kembali duduk.


"Ya sayang, apa ada lagi yang istriku inginkan?" Tanya Rayhan menatap istrinya.


"Mmmm....Eliza ingin makan nasi goreng di tempat penjualnya. Boleh ya kak" Pinta Eliza setengah memohon pada suaminya itu.


"Sayang, udara malam sangat dingin nanti aku takut kamu sakit" Tolak Rayhan halus pada istrinya membuat wajah Eliza seketika tampak cemberut.


"Eliza kan bisa pakai jaket, Eliza pingin banget makan nasi goreng di tempatnya" Ucap Eliza lagi. "Emang kak Ray mau, anak kita ileran nantinya" Gerutu Eliza membuat Rayhan menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya.


"Baiklah sayang" Rayhan beranjak mengambil jaket di lemari dan memakaikanya pada istrinya yang terlihat tersenyum ceria merasa senang karena Rayhan menuruti keinginannya.


Rayhan melajukan mobilnya menuju sebuah warung nasi goreng sederhana yang terlihat ramai oleh pengunjung sesuai dengan permintaan Eliza.


"Makannya pelan-pelan sayang" Ucap Rayhan membelai rambut Eliza yang terlihat begitu menikmati nasi goreng yang baru di sajikan oleh penjualnya. Rayhan melihat sekitar warung tenda nasi goreng itu, sebenarnya ia ingin membawa istrinya ke sebuah restoran tapi Eliza menolak. Ia sadar istrinya itu meskipun sebenarnya dari keluarga berada tapi ia senang hidup sederhana. Sejak menikah dengannya, Eliza tidak pernah sekalipun meminta barang-barang mewah yang kebanyakkan wanita-wanita sukai.


Yah memang istriku ini istimewa dan bukan wanita matrealistis, tapi seandainya Eliza tipikal wanita matrealistis pun aku akan tetap mencintainya dari awal hingga akhir karena memang aku sangat mencintainya dari pertama kali bertemu. Batin Rayhan dalam hati dengan senyum-senyum gemas menatap istrinya.


Eliza sejenak menghentikan makannya ketika sekilas melihat Rayhan tersenyum menatapnya. "Kak Ray, mau" Tanya Eliza menunjuk nasi gorengnya.


Rayhan mengangguk. "Suapin sayang...." Ucap Rayhan tak henti tersenyum merasa begitu bahagia bisa kembali bersama istri dan calon anaknya. "Enak sayang" Ucap Rayhan setelah satu sendok suapan dari Eliza masuk ke mulutnya.


"Jolie sayang kenapa makan di sini, apa seorang Rayhan syarif pengusaha nomor satu di kota XX ini sudah tidak mampu mengajakmu makan di restoran..... " Sindir seseorang berjalan mendekati Rayhan dan Eliza dengan beberapa anak buah di belakangnya......


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung........


__ADS_2