Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 88


__ADS_3

Hari sudah mulai malam ketika Eliza tertidur nyenyak setelah selesai menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Rayhan memandang istrinya yang tertidur dengan selimut menutupi tubuh polos mereka. Sungguh ia merasa bahagia karena bisa memiliki Eliza seutuhnya sebagai seorang istri dan pendampingnya seumur hidup.


Cup.....


"Terima kasih sayang, saya sangat mencintaimu" Ucap Rayhan setelah mencium kening Eliza. Rayhan mengambil ponselnya untuk memesan baju dan makanan online dengan jasa kurir sebagai pengantarnya.


Setelah menaruh ponsel, Rayhan kembali memandang istrinya yang masih memejamkan mata. Rayhan sangat mencintai Eliza, hanya Eliza seorang yang bisa membuatnya bersemangat.


Tak berapa lama Eliza mulai terbangun, mengerjapkan matanya. "Kak Ray kenapa melihatku seperti itu" Ucap Eliza bangun menyikap selimut dari tubuhnya hendak beranjak dari ranjang tapi seketika di urungkannya karena ia kaget baru menyadari kalau tubuhnya masih polos. "Kak Ray jangan lihat. Cepat tutup mata kakak" Ucap Eliza malu, wajahnya sudah memerah seperti tomat dengan segera mungkin kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.


Rayhan hanya tersenyum menyeringai melihat tingkah istrinya itu. "Sayang kenapa harus tutup mata, saya sudah lihat semuanya. Bahkan saya..." Ucap Rayhan terhenti seketika karena Eliza sudah membukam mulutnya.


"Kak Ray....." Teriak Eliza benar-benar merasa malu.


"Saya sangat mencintai kamu sayang" Ucap Rayhan memegang tangan Eliza yang membukam mulutnya kemudian mencium punggung tangan itu. "Terima kasih ya sayang kamu sudah menjadi istri saya seutuhnya" Eliza terdiam dengan perlakuan Rayhan yang begitu tulus padanya. "Sayang apa kamu mencintai saya" Pertanyaan itu ragu-ragu Rayhan lontarkan pada istrinya, karena selama ini ia tidak pernah mendengar Eliza mengatakan cinta padanya.


Eliza tidak tahu harus menjawab apa karena ia tidak tahu apa arti cinta itu, yang ia tahu hanyalah ia sangat menyayangi Rayhan, ingin selalu bersama Rayhan dan hanya Rayhan seorang yang boleh memyentuh dirinya.


"Sayang...." Rayhan menakup wajah Eliza. " Apa kamu mencintai saya" Pertanyaan itu kembali Rayhan lontarkan pada Eliza.


"Eliza sayang sama kak Ray" Jawab Eliza, Rayhan menghela nafasnya. Entah ia harus senang atau tidak karena ia bingung dengan jawaban Eliza yang masih ambigu. "Eliza tidak tahu cinta itu seperti apa, yang jelas Eliza sangat menyayangi kak Ray, Eliza ingin selalu bersama kakak. Eliza ingin menghabiskan sisa hidup Eliza hanya bersama kak Ray" Ucapan Eliza membuat Rayhan bahagia. Ia tidak perlu pernyataan cinta Eliza lagi karena jawaban Eliza itu saja sudah lebih dari cukup baginya. Rayhan meraih tubuh polos Eliza yang tertutup selimut dan memeluknya erat.


"Sayang saya sangat mencintaimu, berjanjilah padaku tidak boleh ada kata pisah atau cerai di antara kita" Ucap Rayhan masih memeluk Eliza.


"Eliza janji kak" Mereka berdua larut dalam pelukan itu. "Kak Eliza lapar" Ucap Eliza ketika Rayhan mulai kembali menciumi ceruk leher Eliza.

__ADS_1


"Aah maaf sayang" Rayhan menghentikan ciumannya. "Saya sudah memesan makanan online dan juga baju untukmu. Sebentar lagi pasti ada kurir yang mengantar" Ucap Rayhan.


"Oh iya kak, Eliza harus segera kembali. Nanti Momy Nancy akan sangat khawatir" Eliza baru ingat kalau ia sejak pagi keluar dan sekarang hari sudah mulai larut pasti Nancy akan khawatir dan ia takut kalau Momy nya itu akan menghubungi Ron jika dirinya belum kembali.


"Sayang, kamu telp saja ibunya Ron itu. Bilang padanya kamu masih rindu pada sahabatmu dan ingin menginap di rumah sahabat mu" Pinta Rayhan yang jujur tidak ingin berpisah dari Eliza.


Eliza sejenak berpikir. "Sayang ayolah, malam ini kamu menginap di sini ya" Rayhan berusaha membujuk Eliza sembari bangun memakai kembali pakaiannya.


"Baiklah" Ucap Eliza kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Nancy, ia meminta ijin Nancy untuk menginap di rumah sahabatnya. Meskipun sedikit berat Nancy mengijinkannya karena ia ingin Eliza bahagia dan Mumpung Ron masih belum kembali. Eliza menaruh ponselnya ketika selesai menghubungi Nancy.


" Eliza ingin mandi kak" Ucap Eliza hendak turun dari ranjang.


"Sayang berhenti" teriak Rayhan kemudian menghampiri Eliza dan seketika ia mengendong istrinya itu.


"Sayang kamu bisa kan mandi sendiri, atau mau saya mandiin" Ucap Rayhan membuat Eliza mendorong tubuhnya keluar dari kamar dan menguncinya dari dalam. Rayhan tergelak melihat tingkah istrinya.


Hampir setengah jam Rayhan menunggu istrinya yang berada di dalam kamar mandi. Makanan dan pakaian Eliza pun sudah di antar oleh kurir.


Ponsel Rayhan berbunyi tanda panggilan masuk dari temannya yang ia kirimin foto dan video lemari pintu ruang rahasia Ron. Rayhan menerima panggilan itu dan berbicara dengan temannya.


Eliza sudah menyelesaikan mandinya. Ia kembali mengenakan kemeja Rayhan saat keluar dari kamar mandi.


"Sayang saya mau mandi, kamu makan dulu ya" Ucap Rayhan setelah menutup telp. Eliza mengangguk. Rayhan pun bergegas ke kamar mandi.


Selesai mandi Rayhan menghampiri dan duduk disamping istrinya yang sedang asyik menikmati makan malamnya karena seharian ia belum makan. "Sayang, tadi temanku sudah menelpon, ia bilang kalau salah satu dari sekian banyak buku-buku yang berada di lemari itu adalah kuncinya. Kamu bisa menekan buku itu sehingga pintu ruang Rahasia itu akan terbuka" Ucap Rayhan menjelaskan. Eliza hanya mengangguk tanda mengerti sembari meneruskan makannya karena ia masih merasa lapar. "Makanlah yang banyak sayang. Nanti setelah makan, saya ingin mengajak kamu olah raga malam" Ucap Rayhan menyeringai sembari membelai lembut rambut Eliza.

__ADS_1


" Olah raga malam??!?!?????!".........


.


.


.


.


(Author : Jangan ada yang berpikir ngeres ya, Author gak bawa sapu soalnya😂😂)


(Author : Kalau ada yang berhalu aneh² dosa di tanggung sendiri🤭🤭.... author gak ikut²an 🏃‍♀🏃‍♀kabur)


.


.


.


.


Bersambung.......


Para Readers tercinta jangan lupa, tinggalkan like dan komen ya..... Love you All 😍😍

__ADS_1


__ADS_2