Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 82


__ADS_3

Malam ini Rayhan dan Eliza masih berada di rumah sakit tepatnya berada di ruang khusus VIP karena Eliza memang masih menjalankan perawatan dengan selang infus yang kembali di pasang di tangannya dan sekaligus untuk menjalankan rencana mereka menunggu kehadiran Ron. "Sekarang kamu tidur ya sayang" Ucap Rayhan menyelimuti tubuh Eliza" Rayhan yakin bahwa sewaktu-waktu Ron pasti akan datang untuk menemui istrinya.


"Kak Ray mau ngapain" Eliza kaget tiba-tiba Rayhan ikut tidur di sampingnya. Rayhan yang merasa lelah ikut merebahkan dirinya disamping Eliza karena memang ranjang tempat Eliza di rawat cukup luas untuk di tempati dua orang.


"Tentu saja tidur bersama istriku" Ucap Rayhan enteng memeluk Eliza yang tidur memunggunginya.


"Tapi kan kak, nanti kalau ada suster atau Ron tiba-tiba datang bagaimana?" tanya Eliza takut dan malu.


"Tenang saja sayang, saya sudah menyuruh orang untuk mengawasi di luar. Jika Ron tiba-tiba datang mereka akan mencegah Ron terlebih dahulu dan memberitahukan kedatangannya pada kita" Ucap Rayhan memejamkan mata mengeratkan pelukannya pada Eliza.


Eliza merasa gugup dan takut karena ini baru pertama kalinya ia tidur seranjang bersama laki-laki dan itu adalah bersama Rayhan suami dadakannya. Eliza hanya terdiam canggung kemudian tak selang beberapa lama Eliza dapat merasakan dengkuran halus nafas Rayhan pada ceruk lehernya. Rayhan yang akhir-akhir ini tak cukup tidur karena memikirkan Eliza pun tertidur dengan pulas sembari memeluk erat istri yang baru di nikahinya itu.


"Kak Ray sudah tidur" tanya Eliza lirih kemudian merubah posisi tidurnya menghadap Rayhan. Eliza memandang wajah tampan Rayhan, ia benar-benar tak percaya bahwa hari ini ia dengan mudah menyetujui permintaan laki-laki ini untuk menikah dengannya. Tangan Eliza yang masih terpasang infus terangkat menyentuh wajah Rayhan yang masih tertidur pulas seperti malaikat sungguh sangat tampan batin Eliza.


"Saya tahu kalau suamimu ini sangat tampan sayang, kami boleh kok mencium suami tampanmu ini" Ucap Rayhan lirih membuka matanya tiba-tiba, membuat Eliza kaget dan refleks memukul lengan Rayhan yang memeluk erat pinggangnya.


"Kak Ray bohongin Eliza, ternyata belum tidur" Eliza kesal bercampur malu hendak kembali memutar posisi tubuhnya memunggungi Rayhan tapi tangan Rayhan sudah lebih dulu mencegahnya.


"Maaf sayang, saya sudah tidur tadi tapi terbangun dengan sentuhan tangan istriku" Rayhan mendekatkan wajahnya dan mencium kening Eliza. "Sudah malam, kita tidur ya sayang" Rayhan kembali memejamkan matanya karena memang sudah tidak bisa menahan kantuk dan Eliza yang berada di dalam pelukan erat Rayhanpun lama kelamaan ikut terbawa ke alam mimpi bersama suaminya itu.


Adzan subuh berkumandang membuat Rayhan perlahan terbangun, mengerjapkan kedua matanya. Kedua sudut bibir Rayhan terangkat melihat istrinya yang tertidur pulas seperti seorang bidadari. "Sungguh sangat cantik istriku ini" Guman Rayhan mencium pipi Eliza. Ia sungguh merasa beruntung bisa segera menikahi Eliza karena ia tidak ingin ada yang merebut Eliza dari sisinya. Rayhan masih menatap istrinya itu dengan tangan menopang dikepala. Rayhan ingin Ron segera mendapat hukuman agar ia bisa memperkenalkan pada seluruh dunia bahwa Eliza adalah istri sah nya yang sangat ia cintai.


Sebenarnya Rayhan bisa saja mengumumkan pernikahannya dengan Eliza untuk saat ini tapi keberadaan Ron pasti akan menjadi ancaman buat hubungannya dengan Eliza. Apalagi Ron terbilang nekat, ia tidak ingin Ron menyakiti istrinya. Rayhan benar-benar tidak rela melepas Eliza walau sedetikpun bersama Ron tapi ia terpaksa melakukannya karena permintaan Eliza yang ingin mencari bukti kejahatan Ron.

__ADS_1


Perlahan Rayhan beranjak dari ranjang menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menjalankan sholat subuh.


Setelah selesai sholat subuh di Mushola, Rayhan kembali ke ruangan dimana Eliza di rawat.


"Kamu sudah bangun sayang" Ucap Rayhan ketika membuka pintu dan mendapati istrinya sudah duduk di pinggir ranjang dengan wajah segar karena Eliza baru dari kamar mandi membersihkan diri. "Kamu nanti ingin saya belikan sarapan apa sayang" tanya Rayhan menghampiri istrinya dan mengecup keningnya.


"Apa saja kak, asal jangan makanan rumah sakit. Eliza gak suka" Jawab Eliza yang sedikit menggeser duduknya karena Rayhan yang ikut duduk disampingnya.


"Sayang" Ucap Rayhan tiba-tiba memeluk Eliza, "Saya masih gak bisa rela jika nanti kamu ikut Ron dan berpura-pura masih hilang ingatan" Ucap Rayhan membuat Eliza menoleh dan menatap laki-laki yang sedang memeluknya erat itu.


"Kak Ray, kan kemarin kita sudah sepakat. Kak Ray percaya kan sama Eliza. InsyaAllah Eliza bisa jaga diri" Ucap Eliza melepas perlahan pelukan Rayhan.


"Saya percaya sama kamu sayang tapi tidak dengan Ron Fernandes" Rayhan memegang tangan Eliza yang tidak terpasang infus. Eliza menatap Rayhan kesal, ia juga tidak ingin dekat-dekat dengan Ron jika bukan karena demi keselamatan laki-laki yang di sayanginya itu. "Ya sudah, tapi kamu jangan lupa terus hubungi saya" Ucap Rayhan memberikan sebuah ponsel pada Eliza.


Eliza mengangguk sembari menerima ponsel dari Rayhan. "Kak Ray mau apa" tanya Eliza ketika tiba-tiba Rayhan mendekatkan wajahnya.


Rayhan sudah menautkan bibirnya pada bibir Eliza. Eliza hendak menghindari ciuman itu karena takut jika ada yang tiba-tiba datang, tapi tangan Rayhan sudah menekan tengkuk leher Eliza, memperdalam ciumannya..........


CEKLEK........


Pintu ruangan Eliza berada terbuka. "Jolie"............


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.........


Maaf para Readers tercinta..... Author baru bisa up date....... terima kasih buat yang masih setia mengikuti cerita saya....... semoga terhibur...... love you All 🙏😍


__ADS_2