Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 105


__ADS_3

Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Rayhan dan Eliza akan berlangsung. Dalam gedung yang di sewa sudah hadir semua para tamu undangan yang berasal dari kerabat, para sahabat dan karyawan serta rekan bisnis Rayhan. Ada juga keluarga Rayhan yang berasal dari pihak Papa dan Mamanya turut hadir di mana acara di selenggarakan.


Mama Nany dan Hanna saat ini berada di sebuah ruangan menunggu Eliza yang sedang di rias oleh penata rias yang ternama. Gaun pengantin pun telah menghiasai tubuh indah Eliza yang menambah aura kecantikannya sehingga membuat siapapun akan terkagum menatapnya.


Rayhan yang sudah siap dengan jasnya terlihat sangat tampan dan gagah sedang tak sabar menunggu istrinya di depan ruang rias.


Penata riaspun terlihat keluar dari ruangan di ikuti Mama Nany dan Hanna. "Ray, Mama dan Hana akan turun ke bawah menyapa tamu undangan dan keluarga. Kamu ajak istrimu turun ya" Ucap Nany yang beranjak bersama Hanna meninggalkan Rayhan di depan pintu.


"Ok Ma" Jawab Rayhan kemudian mendekati dan memegang handle pintu.


Ceklek.....


Rayhan membuka pintu ruang rias, ia mengedarkan pandangannya mencari di mana istrinya berada. Rayhan melangkahkan kaki menghampiri di mana istrinya berada.



Tangan Rayhan memeluk Eliza dari belakang yang sedang memandang ke arah keluar jendela. "Istriku cantik sekali" Ucap Rayhan yang memutar tubuh Eliza menghadap dirinya. Rayhan begitu menganggumi kecantikan istrinya, sungguh tidak ada wanita yang lebih cantik di matanya, hanya Eliza satu-satunya wanita yang ia inginkan di dunia ini takkan pernah ada yang lain. "Ayo sayang kita turun" Ucap Rayhan dengan satu ciuman mendarat di pipi Eliza.


Rayhan dan Eliza bergandengan tangan menuruni tangga.



Keduanya terlihat sangat serasi membuat semua para tamu undangan terkesima. Rayhan dan Eliza berjalan menuju pelaminan bak seorang putri dan pangeran di acara itu melewati semua para tamu undangan.


Kini sepasang suami istri itu duduk di pelaminan ada Mama Nany dan Hanna serta Reza berada di samping mereka turut menyalami para undangan yang hadir. Acara itu sungguh meriah, kini semua sudah tahu bahwa Rayhan Syarif pengusaha sukses di kota XX itu sudah resmi menikah dengan Eliza Fadiyah adik dari Reza Fatiyan yang juga seorang pengusaha sukses di kota YY.


Acara hari itu berlangsung dengan meriah dan lancar. Kebahagian terpancar dari semua yang hadir terutama Rayhan dan Eliza.


Malam semakin larut acarapun telah selesai. "Gadis kecil, kakak bahagia untukmu dan kamu ingat ya kakak akan selalu ada untukmu" Ucap Reza pada adik tercintanya, Saat ini mereka bertiga sedang duduk di kamar hotel yang di sewa Reza untuk kedua pasangan pengantin itu sedangkan Mama dan Hanna sudah pulang terlebih dahulu.


"Eh apa yang kamu katakan, tentu saja aku suaminya yang akan selalu ada untuknya" Protes Rayhan pada kakak iparnya.


"Tentu saja aku berkata seperti itu. Awas saja kalau kau menyakiti adikku, akan aku bawa adikku pergi jauh darimu hingga kau tidak bisa menemukannya lagi" Ucap Reza pada Rayhan.


Rayhan tersentak dan entah mengapa hatinya merasa sakit mendengar ucapan Reza. "Lebih baik kau buat aku tiada saja Za, daripada harus berpisah dengan adikmu" Ucap Rayhan terdengar pilu karena ia benar-benar mencintai istrinya tidak ingin berpisah bahkan hanya sekedar kata pisah saja.

__ADS_1


"Sorry Ray" Ucap Reza setelah mendengar kata-kata Rayhan yang terlihat sedih dan ia merasa tak enak.


"Kalian jangan bertengkar lagi, Eliza lelah dan ngantuk" Seru Eliza membuat kedua pria tampan itu menoleh. Rayhan segera mendekap Eliza yang berada di sampingnya itu.


Reza pun ikut mendekat. "Maaf gadis kecilku, Oh iya kakak punya hadiah untuk kalian" Reza mengeluarkan sebuah amplop yang berisi sebuah tiket untuk acara bulan madu. "Kalian pergilah berbulan madu ke kota SS" Ucap Reza memberikan amplop itu pada Eliza.


"Terima kasih kak" Ujar Eliza memeluk REZA.


"Thanks Za" Rayhan pun juga berterima kasih.


"Ya sudah sekarang kalian istirahat, saya balik dulu" Pamit Reza beranjak keluar dari kamar hotel itu diantar oleh Rayhan setelah mencium kening adiknya.


Eliza yang merasa lelah kini berbaring di ranjang tanpa melepas gaun pengantinnya. Rayhan mengunci pintu kamar hotel setelah mengantar kakak iparnya. Perlahan Rayhan melangkah mendekati ranjang di mana istrinya berbaring, sejenak ia tersenyum kemudian ia ikut naik keatas ranjang di mana istrinya berada. Rayhan melepas jasnya. Sekarang ia berada di atas tubuh Eliza bertumpu pada kedua tangannya membuat Eliza terbangun. " Kak Ray" lirih Eliza memegang tengkuk Rayhan yang menempelkan kening dan hidungnya pada Eliza.



"Aku sangat mencintaimu sayang, Kamu berjanjilah sekali lagi padaku jangan pernah ada kata pisah di antara kita ya" Pinta Rayhan tulus pada istrinya itu.


"Eliza janji" Ucap Eliza yang merasa ngantuk.


"Eliza ngantuk kak" Ucap Eliza yang menguap. "Apa Eliza boleh tidur dengan gaun ini" Tanya Eliza pada Rayhan yang tersenyum gemas mendengarnya.


"Biar saya yang lepas ya sayang" Ucap Rayhan yang tangannya sudah menelusup ke punggung Eliza dan perlahan membuka resleting gaun Eliza.


"Kak Ray, biar Eliza buka sendiri" Tolak Eliza tapi tetap tak bisa menahan tangan Rayhan yang sudah membuat tubuhnya polos karena gaun yang ia kenakan sudah terbuka. Rayhan tersenyum.


"Aku sangat mencintaimu sayang, hanya kamu satu-satunya wanita yang bisa membuatku tidak bisa menahan diri untuk menggambar calon anak kita di rahim kamu" Ujar Rayhan mencium perut Eliza. Eliza terdiam merasakan sensasi geli karena ciuman Rayhan pada perutnya yang cukup lama.


"Bagaimana jika Eliza tidak bisa punya anak, apa kak Ray akan tetap mencintai Eliza seperti saat ini" Ucap Eliza seketika membuat Rayhan menghentikan ciumannya di perut istrinya itu.


"Sayang, apa kamu pikir cinta dan sayangku padamu hanya sebatas itu" Tanya Rayhan sedih karena lagi-lagi Eliza mempertanyakan pertanyaan itu yang sudah ia jawab ketika mereka berada di rumah pak Kardi dan bu sumi saat itu. "Aku mencintaimu tulus dan ingin bersamamu di dunia dan akhirat meskipun dengan ada dan tiadanya anak" Rayhan memeluk tubuh polos istrinya itu.


"Jika Tuhan belum memberikan kita anak. Saya sudah pernah bilang kan, kita bisa mengadopsi anak karena semua anak yang terlahir di dunia ini adalah anugerah yang harus kita jaga dan sayangi apalagi anak yatim" Ucap Rayhan menenangkan Eliza.


"Maaf kak, Eliza hanya takut jika....."Belum sempat Eliza meneruskan ucapannya Rayhan sudah menghentikan bibir Eliza dengan jari telunjuk tangannya.

__ADS_1


"Ssst, Kamu harus percaya dengan suamimu ini sayang" Lirih Rayhan kemudian mencium bibir Eliza dalam hingga perlahan ciuman itu turun ke leher dan keduanya pun larut dalam indahnya dunia percintaan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Cinta Rayhan yang begitu kuat pada Eliza yang tak akan goyah oleh godaan apapun termasuk wanita atau pelakor tapi kesabarannya akan di uji dengan kesalahpahaman yang membuat Eliza cemburu hingga .........


Pokoknya ikutin terus ceritanya ya.....Author hanya ingin menghibur buat para Readers tercinta.......love you All 😍😍.

__ADS_1


__ADS_2