
"Berani sekali kau mau membunuh Jolie adikku..." Teriak lantang dari seorang laki-laki, seketika menghentikan pergerakan Rendy dan anak buah yang memukul Rayhan dan Reza.
Pergerakan Rayhan dan Reza yang di awasi ketat oleh anak buah Rendy setelah mereka menerima pesan penculik itu membuat Rayhan diam-diam menghubungi Ron demi keselamatan Eliza. Ron segera datang setelah menerima pesan dari Rayhan. Ia secara diam-diam mengawasi pergerakan penculik melalui anak buahnya dan untunglah ia datang tepat waktu.
Ron tidak bisa berbohong ia memang masih mencintai Eliza, tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan berusaha sedikit demi sedikit merubah rasa cintanya pada Eliza menjadi rasa sayang sebagai saudara toh dengan status dia sebagai seorang kakak juga sangat memudahkan dirinya untuk bisa melindungi Eliza karena yang terpenting bagi nya saat ini adalah kebahagian Eliza.
Dunia Ron berubah sedikit demi sedikit, ia sekarang merasa tidak sendiri lagi, Ron benar-benar sudah berubah, selain Eliza ia juga berusaha menerima Reza sebagai adik laki-laki dan Rayhan yang mantan Rivalnya kini perlahan sudah bisa membuatnya bisa menerima sebagai teman sekaligus sebagai adik ipar meskipun keduanya masih sering kali ribut dalam hal-hal kecil.
Ron merampas paksa pistol Rendy. "Kau masih belum jera ya..." Ucap Ron perlahan memutar posisinya yang tadinya berada di belakang Rendy kini pistolnya bergeser tepat berada di dahi Rendy. Ron perlahan menarik Eliza ke belakang tubuhnya yang segera di raih oleh Rayhan. Ron memberi kode pada anak buahnya yang serentak menahan anak buah Rendy. "Rupanya pengampunan yang ku berikan saat itu masih belum membuatmu sadar" Ron menyeringai.
"Tuan Ron bukankah kau membenci mereka, apa kau lupa Rayhan Syarif telah berhasil merebut Eliza darimu" Rayu Rendy mencoba menghasut. Ia tahu Ron dulu begitu tergila-gila pada Eliza dan membenci Rayhan.
"Tutup mulutmu, mereka adalah keluargaku untuk apa aku membenci mereka" Sarkas Ron melepas satu pukulan pada Rendy. "Jangan sekali-kali menggusik keluargaku" Ron memberikan pukulan dan tendangan lagi pada Rendy hingga Rendy terjatuh. Ron melirik pada Rayhan, "Segera bawa adikku pergi dari sini Rey" Ucap Ron yang masih memberikan pukulan pada Rendy.
"Kamu tidak apa-apa sayang" Tanya Rayhan melihat Eliza yang semakin pucat dan terus merintih memegangi perutnya.
"Sakit kak..." Keluh Eliza merasakan sakit.
"Sabar ya sayang, aku akan segera membawamu ke rumah sakit" Rayhan segera menggendong Eliza melangkah hendak meninggalkan ruangan itu tapi langkahnya terhenti ketika ada seseorang baru masuk dengan sederetan anak buahnya di belakang, menodongkan pistol tepat di hadapan Rayhan yang menggendong Eliza.
__ADS_1
"Tidak boleh ada yang keluar dari ruangan ini, terutama anak-anak dari tuan Baron" Ucap Rudy menyeringai membuat Reza dan Ron menoleh kearahnya. Rudi melirik pada Rendy kemudian berguman. "Dasar anak bodoh"
"Kenapa papa ada di sini?" Kaget Rendy yang sudah babak belur oleh Ron. "Tolong Rendy pa" Ucap Rendy lagi sebelum Rudi menjawab. Reza, Ron, Rayhan dan Eliza begitu kaget mengetahui panggilan Rendy pada Rudi.
"Kau begitu bodoh hanya untuk uang yang tak seberapa kau sampai babak belur seperti ini" Ucap Rudi meremehkan Rendy yang tak lain adalah anak kandungnya. Rudi kemudian menatap satu persatu Ron, Reza dan Eliza yang berada di gendongan Rayhan. "Tapi aku harus berterima kasih karena berkat kebodohanmu, sekarang aku tidak susah-susah mengumpulkan anak-anak dari Baron yang bodoh itu" Kata Rudi lagi-lagi menyeringai.
"Apa maumu, apa ini akal busuk Baron lagi" Tanya Reza, sedangkan Rayhan masih menggendong Eliza dengan pergerakan terkunci karena pistol Rudi terarah pada Eliza.
"Ha...ha....Kalian dan Baron sama-sama bodoh" Ucap Rudi tertawa. "Pantas saja aku dengan mudah merusak hubungan kalian"
"Apa maksudmu?" Ucap Reza.
"Dia adalah Nancy ibumu. Baron merebutnya dariku" Sinis Rudi. "Saat itu aku tidak terima, aku ingin mereka berpisah apalagi ketika aku mengetahui Nancy hamil karena perbuatan Baron" Terlihat jelas kebencian Rudi dalam bercerita. "Sebenarnya waktu itu Baron tidak berniat meninggalkan Nancy apalagi jika seandainya dia tahu Nancy hamil anaknya, tapi otakku yang cerdas ini berhasil membujuknya. Aku mengatakan pada Baron jika ingin bisa membuat Nancy lebih bahagia maka dia harus menjadi lebih kaya dari saat ini" Semua terdiam mendengarkan cerita Rudi dengan berusaha menahan amarah terutama Ron.
"Aku menyarankan Baron untuk mendekati seorang gadis polos, anak tunggal dari pengusaha terkaya di kota YY yaitu Fadiyah. Baron pun setuju, ia bertekad akan meninggalkan Fadiyah setelah mendapatkan semua harta kekayaannya" Kali ini giliran Reza yang mengepalkan tangan mendengar nama mamanya di sebut. "Tapi, tak di sangka ketika aku mempertemukan Baron pertama kalinya dengan Fadiyah, Baron seketika itu benar-benar jatuh cinta pada Fadiyah dan melupakan rencananya semula"
Rudi kemudian menoleh pada Reza. "Setelah kelahiran anak pertama mereka, aku lagi-lagi dengan mudah dapat menghasut Baron untuk tidak percaya pada Fadiyah. Aku meyakinkan Baron seolah-olah Fadiyah berselingkuh darinya dan ketika lahir anak perempuannya" Rudi beralih menoleh pada Eliza. "Ia yang begitu bodoh percaya begitu saja kalau Eliza bukan darah dagingnya" Rudi kemudian tertawa keras. "Ha....ha......aku benar-benar merasa puas dapat menghancurkan hidup Baron" Sudah tidak tahu semarah apa Ron dan Reza mendengar cerita kelam orang tua mereka yang dihancurkan oleh seorang Rudi.
"Sakit kak...." Rintih Eliza menahan sakit, di tambah lagi harus mendengar cerita kelam ibu nya dari Rudi.
__ADS_1
Rayhan menatap istrinya, ia tidak tahan melihat Eliza menahan sakit. "Maaf sayang" Lirih Rayhan, andai rasa sakit itu bisa berpindah pada dirinya. Pikir Rayhan yang ingin berontak dan segera membawa Eliza ke rumah sakit tapi sekali saja ia bergerak pistol Rudi yang terarah pada istrinya pasti akan mengeluarkan pelurunya.
"Baiklah cerita kebodohan keluarga kalian sudah selesai. Saat ini, aku ingin kalian bertiga menanda tangani surat pengalihan seluruh kekayaan Baron padaku" Ucap Rudi memberi kode anak buahnya untuk memberikan sebuah lebaran surat pada Ron.
"Kau bodoh, kami sama sekali tidak ada hubungannya dengan harta Baron" Ucap Reza.
"Kalian yang bodoh, saat ini Baron hidup dengan penyesalannya pada kalian. Tanpa sepengetahuanku Baron sudah menghubungi pengacara, dia memberikan seluruh hartanya pada kalian" Ucap Rudi membuat semuanya kaget. "Ha.....ha kalian tidak melihat hari-hari Baron begitu menyedihan sejak kejadian waktu itu dan aku sangat senang, sangat puas melihatnya" Tawa Rudi. "Sekarang kalian semua tanda tangani surat pengalihan itu atau aku akan melepaskan peluru ini pada adik perempuan kesayangan kalian ini" Ucap Rudi semakin mendekatkan pistolnya pada kepala Eliza yang menahan sakit.
Ron dan Reza dengan cepat menanda tangani surat itu karena tidak ingin terjadi apa-apa dengan adik perempuan satu-satunya itu hingga tiba giliran Eliza untuk menorehkan tanda tangan, tiba-tiba sebuah suara di belakang Rudi lengkap dengan pukulan keras membuat Rudi jatuh tersungkur seketika. "Aku masih hidup bangsat, berani sekali kau mengusik anak-anakku" Teriak Laki-laki itu.
.
.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1