Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 60


__ADS_3

Rayhan berjalan keluar dari ruangan itu. Perlahan kakinya melangkah menuju arah pantai yang terlihat jelas di depannya. Rayhan ingin mencari udara segar. Ia merasa jenuh berada di dalam ruangan itu apalagi fikirannya masih belum bisa fokus dengan apapun kecuali Eliza.


Rayhan masih terus berjalan menyusuri bibir pantai. Sesaat langkah kaki Rayhan terhenti, seketika mata Rayhan membulat menangkap sesosok yang begitu ia rindukan selama ini.


Eliza terlihat berdiri di bibir pantai memandang desiran ombak laut, sedikit angin menerpa rambut panjangnya.


Dengan langkah cepat Rayhan menghampiri gadis yang begitu dia cintai itu.


"Eliza" teriak Rayhan tapi gadis itu sama sekali tidak menoleh. Rayhan semakin mendekat. "El sayang" panggilan Rayhan yang begitu lembut terasa tidak asing bagi Eliza membuatnya seketika menoleh pada arah suara.



Rayhan semakin mendekat hingga saat ini berada di hadapan Eliza. Eliza merasa ada desiran aneh yang menjalar di tubuhnya ketika melihat sesosok yang ada di hadapannya saat ini.



"El sayang"


Deeg.......Deeg.......


Seketika jantung Eliza berdegup kencang, ia tidak tahu perasaan apa ini. Eliza merasa tidak asing dengan panggilan itu di tambah lagi wajah laki-laki dihadapannya saat ini.


"El sayang" Ucap Rayhan memeluk Eliza erat yang masih mematung, menunjukkan betapa ia merindukan kekasihnya ini. Tak terasa Rayhan meneteskan air mata betapa sangat bahagianya dia saat ini sudah kembali menemukan kekasihnya.


Rayhan melonggarkan pelukannya kembali menatap Eliza, merasa aneh karena gadis itu sama sekali tidak berbicara dan tidak membalas pelukannya.

__ADS_1


"El sayang, apa kamu tidak merindukanku? Kemana saja kamu selama ini sayang? aku mencarimu" Pertanyaan beruntun Rayhan terlontar tapi tidak membuat Eliza bergeming. Rayhan menakup wajah Eliza "El sayang kenapa kamu diam saja, ada apa?" Rayhan merasa heran.


Tangan Eliza terangkat refleks mendorong dada Rayhan ketika teringat kata-kata Ron. "Jangan dekat-dekat apalagi berbicara dengan orang asing" Eliza perlahan mundur membuat Rayhan semakin bingung.


"Maaf tuan, anda salah orang" Ucap Eliza membuat Rayhan kaget. Rayhan meraih tangan Eliza,


"El Sayang, apa yang kamu katakan? kamu jangan bercanda" Rayhan masih memegang tangan Eliza yang berusaha di lepaskan oleh Eliza. "Jika kamu marah, saya minta maaf El. Tapi jangan seperti ini El. Saya sangat mencintaimu El, kamu jangan buat saya semakin bingung El" Ucap Rayhan tak melepas tangan Eliza.


"Jangan mendekat, tolong lepaskan tangan saya" Pinta Eliza melemah, hati Rayhan tersentak seketika mendapat penolakan dari Eliza terlebih lagi melihat ada bulir air mata mengalir dari manik indah gadis yang di cintainya itu. Eliza tidak bisa mengendalikan air matanya yang keluar begitu saja dari manik mata indahnya. Entah perasaan apa yang ia rasakan saat berhadapan dengan laki-laki itu. Eliza melepas genggaman tangan Rayhan yang mematung merasa bingung ada rasa sakit di hatinya.


Eliza kembali perlahan mundur hingga tanpa sadar kaki polosnya yang tanpa alas menginjak pecahan beling yang ada di pasir pantai itu. "Aaaaah" pekik Eliza mengangkat satu kakinya. Rayhan yang mendengar dan melihatpun seketika mendekati Eliza, melihat ada pecahan kaca yang menancap pada kaki Eliza.



Setelah membersihkan luka Eliza, Rayhan kembali berdiri melepas jasnya, memakaikannya pada gadis yang di cintainya itu kemudian menggendong tubuh Eliza. Eliza yang merasa kagetpun seketika berontak memukul dada bidang Rayhan ingin di turunkan. "Kaki kamu sakit El, nanti susah berjalan. Kamu marahnya udahan ya" Pinta Rayhan tak memperdulikan Eliza yang masih memukul dada bidangnya bahkan Eliza juga menggigit bahu Rayhan tapi Rayhan sama sekali tak bergeming, ia terus menggendong Eliza dan mendudukkannya di sebuah bangku.



"Udah ya El sayang marahnya, saya minta maaf" Ucap Rayhan berjongkok menghadap Eliza. Ucapan maaf tak henti-hentinya keluar dari bibir Rayhan karena ia merasa bersalah telah meninggalkan Eliza ke kota YY. Eliza melepas jas Rayhan. "Terima kasih sebelumnya sudah menolong saya tapi saya minta maaf tuan, tolong jangan ganggu saya" Ucap Eliza menatap Rayhan.



"Cukup El, jangan bicara seperti itu" Rayhan meraih dan mencium tangan Eliza. "Saya tidak sanggup jika kehilangan kamu lagi El, sudah ya marahnya. Saya tidak mau apa-apa lagi, saya cuman ingin kamu El" Rayhan masih mencium tangan gadis itu dan memandang wajahnya. Eliza melihat mata Rayhan yang penuh dengan cinta yang sangat besar dan begitu dalam hingga membuat jantungnya berdebar kencang. Mungkin memori ingatannya melupakan Rayhan tapi tidak dengan hatinya.


" Lepaskan Jolie ku" Sebuah suara tiba-tiba mendekati mereka berdua........

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.........


Jangan lupa like ya...... biar Author lebih semangat lagi nulisnya....... Terima kasih buat para Readers yang sudah menyempatkan waktunya untuk mampir ...... love you All😍😍

__ADS_1


__ADS_2