Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 46


__ADS_3

Ingin selalu melindungi, menyanyangi, mencintai dan ingin selalu berada sisi Eliza baik suka maupun duka itulah yang Rayhan rasakan sejak pertama kali bertemu dengan Eliza. Ia ingin selalu melihat senyum bahagia di bibir Eliza.


"Kenapa kak, ada yang aneh sama wajah Eliza? kenapa senyum-senyum seperti itu" Ucap Eliza sambil memakan makanan yang ada di depannya. Saat ini Eliza dan Rayhan sedang berada di Pantry menikmati makan siang mereka.


"Iya wajah kamu aneh sayang" Jawab Rayhan sengaja menggoda Eliza sembari mengunyah makanannya.


Seketika Eliza menghentikan kegiatan makannya,dengan ekspresi wajah yang sedikit bingung satu tangannya terangkat memegang pipinya. "Jadi wajahku aneh ya" Gumannya pelan membuat Rayhan terkekeh dengan kepolosan gadis yang ada di hadapannya ini. Andai kata mereka adalah pasangan sah, pasti Rayhan sudah memeluk,mencium dan membawanya ke dunia percintaan yang indah. Rayhan benar-benar gemas dengan kekasih hatinya ini.


"Betul aneh sayang, sampai membuatku jatuh cinta saat pertama kali bertemu denganmu." Senyum seringai Rayhan mengucapkan kalimat itu pada Eliza.


"Kak Ray, terus saja menggodaku seperti itu nanti aku akan ngambek loh" Sudah tidak tahu semerah apa pipi Eliza entah kenapa dirinya merasa senang dengan ucapan Rayhan.


"Jangan dong sayang, saya kan cuman bercanda. Kamu itu cantik terutama hati kamu. Saya sangat mencintaimu sayang" Rayhan mengelus pipi Eliza membuat wajah Eliza bertambah merah. Entah kenapa di sentuh Rayhan tubuhnya sama sekali tidak bisa menolak padahal biasanya ia paling anti dengan semua laki-laki.

__ADS_1


"Oh iya sayang siang ini saya akan pergi ke kota YY menemui teman saya untuk membicarakan perusahaan ini kedepannya" Rayhan sejenak menjeda ucapannya kemudian menatap dan memegang tangan Eliza.


Deeg... Kota YY, mendengar itu seketika Eliza kembali terhanyut dengan semua kenangannya di masa lalu. "Kamu gak apa-apa kan, saya tinggal" tutur Rayhan melihat Eliza terdiam. "Sayang" Ucap Rayhan menyadarkan Eliza.


"Ah iya kak, hati-hati ya" Eliza mencoba tersenyum. Banyak hal yang ia ingat dalam masa lalunya di kota YY apalagi ia berasal dari kota itu.


"Saya akan kembali sebelum pertemuan para Dewan Direksi di gelar" Rayhan masih terus berpikir, karena sampai sekarang ia masih belum bisa mengetahui jati diri Ron dan apa tujuannya.


"Pertemuan Dewan Direksi nanti apa kakak akan muncul sebagai Rayhan?" Tanya Eliza yang melihat sedikit kecemasan di wajah Rayhan.


"Eliza akan bantu kak Ray sebisa mungkin."


"Terima kasih ya. Kamu selalu berada di sampingku saja itu sudah cukup bagiku sayang" Ucap Rayhan dan keduanya pun telah menyelesaikan makan siangnya. "Kamu hati-hati ya, jangan dekat-dekat dengan Randy, saya tidak mau dia menyentuh apalagi menyakitimu" Rayhan mendekati Eliza mengecup kening Eliza diringi dengan belaian tangannya di puncak kepala Eliza. " Ya sudah saya pergi dulu ya sayang, saya akan merindukanmu. Kamu jaga diri baik-baik tunggu saya kembali" Pamit Rayhan yang sebenarnya tidak tega dan entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak, ia merasa berat untuk meninggalkan Eliza ke kota YY kali ini.

__ADS_1


"Hati-hati ya kak" Rayhan mengangguk dan beranjak pergi. Eliza masih mematung menatap kepergian Rayhan.


************


Sore hari saat waktu sudah menunjukkan pukul 16:00, semua karyawan sudah melangkahkan kaki untuk meninggalkan perusahaan karena jam kerja telah selesai.


Eliza yang ada jadwal kuliah pun memilih pergi ke kamar mandi yang ada di ruangannya untuk membersihkan diri dan menganti bajunya untuk bersiap-siap ke kampus. Jika jam kerja di kantor ia harus memakai kemeja dan rok atau pakaian formal berbeda ketika akan ke kampus karena seperti biasa ia akan memakai kaos Tshirt yang pas di badan di padu celana jeans dan sepatu sneakers kesukaannya. Itulah gaya sederhana Eliza.


Dengan membawa buku mata kuliah di tangannya Eliza pun berjalan melangkahkan kakinya sampai di depan pintu lift. Suasana kantor pun terlihat sunyi karena hari ini tidak ada yang lembur di tambah lagi besok adalah hari minggu.


Ting..... Pintu lift terbuka, Eliza lagi-lagi merasa kaget hanya diam mematung melihat dihadapannya ada dua orang yang salah satunya ia benci. Ron dan John berada di dalam lift itu. " Kenapa kamu diam di situ Jolie" Tanya Ron dengan seringai di bibirnya menatap lekat Eliza yang berpenampilan beda tapi tetap terlihat sangat cantik baginya.


Eliza yang tidak tahu harus berkata apa pun, terpaksa melangkahkan kaki memasuki lift dan berdiri agak menjauh dari Ron.

__ADS_1


Mengetahui itu Ron pun melirik John dan seolah tahu apa yang di inginkan tuannya, John pun pamit beranjak keluar lift " Saya permisi dulu tuan, ada yang harus saya kerjakan di lantai ini" kata John berlalu meninggalkan Ron dan Eliza yang kini hanya berdua di dalam Lift.


Ting....... Pintu lift pun tertutup.


__ADS_2