
"Kak" Perlahan Rayhan menoleh pada adik kesayangannya itu, Rayhan benar-benar benci dengan hari ini karena harus membiarkan kedua wanita yang di sayanginya tersakiti. Rayhan merangkul pundak adiknya itu,.....
"Maafin kakak ya, belum bisa jadi kakak yang baik. Harusnya kejadian ini tidak boleh terjadi" Ucap Rayhan getir. Hanna menyandarkan kepalanya di lengan Rayhan. Bagi Hanna, Rayhan tidak hanya sekedar kakak tapi sudah seperti seorang ayah sejak kepergian almarhum Papanya.
"Kakak cantik itu menyelamatkan Hanna kak" Ucap Hanna menangis. "Tadi saat Hanna menunggu kakak datang, ketiga laki-laki itu mengganggu Hanna" Hanna terlihat menghela nafas di sela tangisnya mencoba melanjutkan ceritanya.
"Kakak cantik itu datang menyelamatkan Hanna, dia menyuruh Hanna lari dan meninggalkannya dalam bahaya menghadapi ketiga pemuda itu. Hanna tidak mau kak tapi kakak itu memaksa Hanna untuk menyelamatkan diri Hanna kak" Tangis Hanna pecah. "Di dunia ini ternyata masih ada orang yang rela berkorban demi orang lain apalagi orang yang tak di kenal" Ucap Hanna sesenggukan, ia tidak tahu harus berterima kasih dengan cara apa pada kakak penyelamatnya itu.
Rayhan semakin merasa bersalah pada Eliza, Lagi-lagi gadis itu datang sebagai penyelamat di kehidupannya. "Dia adalah Eliza, gadis penyelamat kakak yang selama ini kakak cari" Hanna menatap wajah laki-laki disampingnya itu terlihat jelas binar cinta di kedua manik matanya. "Eliza adalah satu-satunya wanita yang kakak cintai...hanya Eliza" Rayhan menunduk rasa sesak di dadanya kembali muncul mengingat kenyataan kalau Eliza tidak mencintainya.
"Jadi kakak itu adalah kak Eliza yang selama ini kak Ray cari" Ucap Hanna yang sudah menduga dari awal ketika ia melihat perlakuan Rayhan pada kakak penyelamatnya itu. "Kak Ray sungguh beruntung. Kakak Eliza selain cantik, hatinya juga baik dan mulia kak" Puji Hanna yang merasa kagum pada Eliza. Hanna sudah bisa menghentikan tangisnya, ia tidak ingin melihat kakaknya lebih khawatir lagi.
__ADS_1
"Kamu memang benar, kakak ingin menjadi laki-laki beruntung itu yang bisa bersama Eliza dan menjadi satu-satunya yang dia cintai" Itulah harapan Rayhan sejak awal bertemu dengan Eliza tapi harapan itu hancur seketika saat Eliza mengatakan dirinya mencintai Ron. Rayhan menghela nafasnya sejenak kemudian menatap adiknya. "Ya sudah lebih baik kamu pulang dan beristirahat dirumah, Mama pasti khawatir kamu belum pulang" Rayhan pun menoleh pada Reno.
"Ren, tolong kamu antar Hanna pulang" Ucap Rayhan pada Reno yang berdiri di sampingnya.
"Baik tuan," Ucap Reno menunduk pada Rayhan dan menoleh pada Hanna.
"Kakak tidak apa-apa sendirian" tanya Hanna yang masih khawatir.
Rayhan membelai lembut kepala adiknya. "Kakak tidak apa-apa, kamu harus pulang. Kakak tidak ingin melihat keadaanmu seperti ini. Kamu tenangkan diri kamu, jangan khawatir dengan kakak"
" Baiklah kak, Hanna pulang dulu" Ucap Hanna beranjak dari duduk, yang di angguki oleh Rayhan. Hanna pun berlalu pergi dari rumah sakit di antar Reno.
__ADS_1
Rayhan masih menunggu pintu IGD di buka. "Ya Allah lindungilah Elizaku" lirih Rayhan tak henti berdoa. Ia pun beranjak berjalan mondar-mandir di depan ruang IGD sampai tak sengaja ia menabrak seseorang.
BRUGH.......
"Tuan Rayhan, apa yang terjadi? siapa yang sakit? Rayhan yang belum sempat menjawab pun menatap pada orang yang di tabrak. "Oh iya bagaimana dengan keadaan nona Cantik? " Pertanyaan beruntun itu di lontarkan oleh seorang dokter muda tampan yang pernah menjadi rival Rayhan sebelum Ron......
Bersambung.................
Pasti sudah tahukan dokter muda tampan yang biasa memanggil Eliza dengan "Nona Cantik"..... yang jelas bukan dokter John ya.... 🤣🤣🤣🤣🤣
John : 🤦🏾♂ Author memang somplak....
__ADS_1