Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 69


__ADS_3

"Tuan Rayhan, apa yang terjadi? siapa yang sakit?" Rayhan yang belum sempat menjawab pun menatap pada orang yang di tabrak. " Oh ya bagaimana dengan keadaan nona Cantik?" Pertanyaan beruntun itu di lontarkan oleh seorang dokter muda tampan yang pernah menjadi rival Rayhan sebelum Ron.........


"Dokter Danu..." Ucap Rayhan hendak menjawab pertanyaan dokter Danu tapi terjeda karena mendengar suara pintu IGD terbuka. Rayhan pun menoleh pada pintu IGD di ikuti dokter Danu. "Dokter bagaimana keadaan kekasih saya? " Tanya Rayhan panik mendekati dokter itu yang di ikuti dengan seorang perawat.


Seketika dokter Danu kaget, baru mengerti siapa yang berada di ruang IGD setelah mendengar kata kekasih keluar dari bibir Rayhan. "Apa yang terjadi dengan nona Cantik?" Tanya dokter Danu cemas menatap bergantian pada Rayhan dan dokter Deni rekannya.


"Tuan Rayhan, dokter Danu. Ada yang ingin saya tanyakan pada kalian" Ucap dokter Deni pada kedua orang yang saat ini berdiri di hadapannya dengan raut cemas terlihat jelas di wajah keduanya. Dokter Deni pun terlihat bingung untuk menata pertanyaan yang akan ia lontarkan karena biar bagaimanapun Rayhan adalah pemilik rumah sakit di mana ia berkerja dan dokter Danu adalah rekan kerjanya.


"Tuan Rayhan kami telah memeriksa kondisi pasien, sepertinya pasien mengalami trauma ketakutan berlebihan atas suatu kejadian, di tambah lagi ada senyawa obat yang mungkin di konsumsi pasien sejenis obat untuk melemahkan daya ingat yang berdampak sakit pada kepala pasien" Ucap dokter Deni yang belum selesai tiba-tiba di sela oleh dokter Danu.


"Apa maksud dokter Deni, bukankah resep terakhir kali yang saya berikan adalah obat yang paling direkomendasikan bagi pasien dalam keadaan seperti nona cantik dan sepeninggal saya bukankah dokter Deni sendiri yang saya pinta untuk menangani kasus nona Cantik" Dokter Danu benar-benar bingung bagaimana mungkin gadis yang di cintainya itu salah minum obat.


"Apa maksud kalian, obat apa? apa Eliza sebelumnya sakit? " Tanya Rayhan semakin cemas dan benar-benar bingung dengan percakapan kedua dokter itu yang membahas kekasihnya.


"Tuan Rayhan, kenapa anda bertanya seperti itu? bukankah nona Cantik selama ini anda yang merawat setelah kecelakaan itu" Dokter Danu semakin bingung Kenapa Rayhan bertanya seolah-olah tidak tahu tentang Eliza.

__ADS_1


"Dokter Danu tolong jelaskan kecelakaan apa yang anda maksud? Saat saya pulang dari kota YY sebulanan yang lalu, saya tidak menjumpai Eliza sama sekali, saya sudah mencari kemana-mana dan saat bertemu ia sudah berada bersama Ron Fernandes dan baru tadi kami bertemu kembali dengan kejadian yang sama sekali tidak saya inginkan" Rayhan mencoba menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi.


"Ya Tuhan, jadi tuan Ron Fernandes tidak menghubungi anda sama sekali saat itu" Dokter Danu merasa kaget mendengar penuturan Rayhan begitu juga dengan Rayhan yang semakin tidak mengerti ada apa!!. Apa sebenarnya yang telah terjadi.


"Dokter Danu sepeninggal anda pergi, pasien di pindahkan dari rumah sakit ini atas perintah dari pihak yang mengaku sebagai keluarga pasien dan saya tidak bisa berbuat apa-apa." jelas dokter Deni pada dokter Danu. Dokter Deni pun melanjutkan ucapannya menatap pada Rayhan. "Tuan Ray, saya sudah memberikan obat pada pasien, satu jam lagi pasien baru akan tersadar. Saat ini pasien benar-benar butuh dukungan baik secara fisik dan mental dari orang-orang yang menyayanginya"


"Baik dokter, terima kasih" Jawab Rayhan masih dengan wajah bingung penuh tanya.


"Oh ya maaf tuan Rayhan, dokter Danu saya permisi pamit dulu, masih ada pasien yang harus saya periksa" Ucap dokter Deni kemudian beranjak meninggalkan kedua orang itu yang mengangguk.


Kini Rayhan beralih pada dokter Danu. "Dokter apa sebenarnya yang terjadi" Rayhan menatap intens dokter Danu ingin penjelasan.


"Tuan Ray, nona Cantik mengalami kecelakaan saat menolong ibu dari tuan Ron. Dan anda tahu saat itu nyawa nona Cantik hampir saja tidak bisa kami selamatkan. Nona Cantik berhasil selamat dari maut tapi tidak dengan memori ingatannya, benturan keras yang nona Cantik alami di kepala membuat ia kehilangan semua ingatannya. Bahkan ia tidak ingat dengan dirinya sendiri saat itu"


Bruuugh..... Seketika Rayhan ambruk terduduk di kursi tunggu pasien mendengar penuturan dokter Danu. Rayhan benar-benar kaget, jadi itu alasannya selama ini sikap Eliza berbeda seperti tidak mengenali dirinya. "Laki-laki macam apa aku ini huh" Teriak Rayhan memaki dirinya sendiri penuh penyesalan. "El sayangku begitu menderita dan aku sama sekali tidak mengetahuinya" Rayhan mengusap wajah dengan kedua tangannya lagi-lagi merasa hatinya seperti tersayat membayangkan bagaimana menderitanya kekasihnya saat itu.

__ADS_1


"Tuan Ray, saat itu saya sudah berusaha menghubungi anda tapi sangat sulit hingga akhirnya saya meminta tuan Ron yang saat itu begitu setia menjaga nona Cantik untuk menghubungi anda karena saya harus segera ke korea saat ibu saya sakit keras" Rayhan menatap dokter Danu.


"Anda tahu dokter, saya yang bodoh ini hampir saja menyerahkan gadis yang saya cintai pada musuh terbesarku" Ucap Rayhan getir, kalau tidak ada peristiwa hari ini mungkin ia selamanya akan kehilangan Eliza.


Dokter Danu seketika kaget dengan penuturan Rayhan. "Apa maksud tuan?" Suara dokter Danu meninggi...........


Bersambung...............


Ron. : Thor kapan saya pulangnya dari luar negeri...... 😔😔


Author : Ntar abis lebaran aja......😅😅


Ron : Ah Author gak asik, keburu Eliza sama Rayhan thor.....😤😤


Author : Kan mau bulan puasa, taubat dong................ntar biar bisa dapat amplop lebaran 😁😁

__ADS_1


Ron. : 🤦🏻‍♂🤦🏻‍♂


__ADS_2