Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 114


__ADS_3

Rayhan melangkah memasuki sebuah ruangan. "Sudah kau lakukan apa yang aku perintah" Ucap Rayhan pada asistennya Reno.


"Sudah tuan, sesuai dengan perintah anda" Tunjuk Reno pada seorang wanita dengan lakban di mulut, tangan dan kaki di ikat di sebuah bangku.


Rayhan perlahan mendekati wanita itu, membuka lakban yang berada di mulutnya. "Masih tidak mau mengaku, apa tujuanmu sebenarnya" Bentak Rayhan pada wanita itu.


Wanita itu menyeringai, "Tidak ku sangka seorang Rayhan syarif yang terkenal baik dan penyabar bisa bertindak seperti ini pada seorang wanita" Ucap Bella tersenyum miring.


"Wanita licik sepertimu tidak pantas di hargai, kau yang sudah membuatku hilang kesabaran" Teriak Rayhan dengan amarah yang benar-benar sudah meluap mencengkram leher Bella hingga membuatnya kesulitan bernafas.


Rayhan sudah merencanakan semuanya dengan Reno saat berada di restoran. Reno yang mengetahui kedatangan Bella sengaja pamit ke kamar mandi menyiapkan obat bius yang akan di gunakan untuk Bella. Tapi di luar dugaan Eliza datang dan membuat kesalah pahaman semakin bertambah.


Setelah kepergian Rayhan yang mengikuti Eliza, Reno secara diam-diam membukam hidung Bella dengan obat bius yang ia oleskan di sapu tangan. Dengan cekatan Reno menggendong tubuh Bella seolah-olah Bella sedang pingsan saat berada di hadapan para pengujung lain direstoran.


Reno membawa masuk Bella kedalam mobilnya yang ia parkir di belakang restoran dan segera melajukannya sesuai dengan perintah Rayhan menuju gudang tua milik Rayhan yang berada agak jauh dari pemukiman. Rayhan dan Reno sengaja merencanakan semua ini dengan mengajak pertemuan miting dengan Bella di restoran agar Bella mau datang dan tidak curiga karena pertemuan mereka di tempat umum bukan di perusahaan.


Rencana Rayhan dan Reno berhasil dan tepat sasaran, Bella datang tanpa di temani asistennya yang mempermudah segalanya.


"Katakan......!!!" Bentak Rayhan, Cengkraman tangannya semakin kuat membuat wajah Bella semakin pucat karena nafasnya tercekal. Bella yang tadinya tak gentar kini seketika nyalinya menciut sudah tidak ada pilihan lain tidak mungkin ia mau mati konyol hanya demi laki-laki yang di cintainya agar bersama dengan wanita lain.


"R.....O.....N.." Ucap Bela susah payah, ia seketika terbatuk dengan mengatur nafasnya saat Rayhan melepas cengkramannya. "Ron, ia ingin mendapatkan istrimu" imbuh Bella masih terbatuk.


"Shit" Umpat Rayhan sudah menduga, Rayhan memukul diding kayu dihadapannya hingga dinding kayu itu retak berlubang sebagai pelampiasan amarahnya.


Rayhan benci dengan keadaan semua ini. Hari itu Rayhan memutuskan untuk tidak mencabut tuntutannya karena Ron menginginkan Eliza istrinya. Tapi seorang wanita paruh baya yang memiliki hati yang sangat baik sama seperti mamanya datang dan bersimpuh menangis di hadapan Rayhan. "Nak Rayhan, saya mohon lepaskan Ron. Dia adalah satu-satunya anak yang saya miliki. Berbesar hatilah pada wanita tua ini maafkan anakku" Ucap Nancy yang mengetahui anaknya berada dalam penjara.

__ADS_1


Rayhan punya hati ia menjadi tak tega melihat Nancy yang terlihat hancur seperti itu. Akhirnya ia pun mencabut tuntutannya terhadap Ron.


"Tuan....." Seru Reno menyadarkan Rayhan. Rayhan kembali menghadap pada Bella.


"Sekarang katakan, apa yang sebenar terjadi pada hari itu" Bentak Rayhan lagi membuat Bella nyalinya semakin menciut setelah tahu ketika amarah Rayhan sudah meluap sungguh sangat menakutkan. Bella pun langsung menceritakan kejadian semuanya.


--------__Flash back on__-----------


Saat itu Bella mengancam seorang OB agar bersedia menuruti permintaannya untuk memberikan obat tidur di minuman Rayhan yang berada di ruangannya. Bella masuk ke ruangan Rayhan saat semua karyawan Rayhan sudah pulang. Sesuai rencana Bella menunggu panggilan dari Eliza dan benar saja tak selang beberapa lama ponsel Rayhan berbunyi, Bella pun menerima panggilan itu hingga membuat Eliza beranjak menyusul Rayhan ke perusahaan.


Bella menyuruh OB itu membuka kemeja Rayhan dan mendudukkannya di sofa setelah anak buah Ron mengetahui kedatangan Eliza. Bella segera mengganti bajunya dengan baju tidur seksi dan menjalankan semua rencananya.


Akhirnya rencana Bella berhasil membuat Eliza menangis dan pergi dari perusahaan Rayhan. Setelah kepergian Eliza, Bella dengan bantuan anak buah Ron menghapus rekaman CCTV. Rekaman CCTV memang belum sempat terhapus semua karena kedatangan security yang hampir mengetahui keberadaan mereka membuat mereka pergi meninggalkan perusahaan Rayhan secara diam-diam dengan bantuan seorang OB yang sudah mendapat ancaman dari Bella dan anak buah Ron.


--------__Flash back off__---------


"Aku mencintainya...." Lirih Bella terlihat raut wajahnya sedih. "Aku sungguh sangat mencintanya sama seperti kau mencintai istrimu dan aku rela melakukan apapun demi dirinya"


"Bodoh...." Cela Rayhan pada Bella. "Jika kau tahu arti cinta, lantas kenapa kau ingin memisahkan aku dan istriku. Kau tahu betapa sakit perasaanku melihat wanita yang aku cintai tersakiti seperti itu" Ucap Rayhan yang membayangkan dari semua ini, istrinyalah yang paling menderita. "Jika kau mencintai Ron harusnya kau berusaha membuat dia mencintaimu bukan mendukungnya merusak rumah tangga orang" Ucapan Rayhan membuat Bella sejenak terdiam berpikir, memang benar yang di katakan Rayhan bahwa dirinya bodoh.


"Ren kau urus dia, untuk sementara waktu biarkan dia di sini" Ucap Rayhan beranjak meninggalkan ruangan itu dengan penuh amarah.


\=\=\=\=\=\=\=


Reza membawa Eliza yang pingsan menuju rumah sakit. Ia merasa khawatir dengan keadaan adiknya dan janin yang berada dalam kandunganya. Sampai di rumah sakit Reza segera membawa adiknya pada dokter kandungan. Dalam ruang spesialis kandungan itu seorang dokter wanita sedang memeriksa Eliza dengan cekatan.

__ADS_1


Reza di persilahkan masuk oleh dokter itu yang sedang mendeteksi kandungan Eliza dengan alat USG. "Dokter bagaimana keadaan adik saya dan kandungannya" Tanya Reza cemas.


"Tuan, usia kandungan adik anda adalah enam minggu. Saya harap anda benar-benar menjaga kondisi psikis adik anda. Dalam usia kandungan seperti ini rawan sekali terjadi keguguran jika si ibu mengalami stress berat apalagi sampai mencapai depresi"


"Lantas bagaimana keadaan adik saya sekarang dokter" Reza masih tidak bisa menyebunyikan rasa cemasnya.


"Alhamdulillah adik anda dan janinnya baik-baik saja, hanya saja keadaannya begitu lemah dan adik anda harus di rawat inap di rumah sakit untuk di berikan cairan ifus serta suntikan penguat kandungan" Ucap dokter itu.


"Baik, berikanlah yang terbaik untuk adikku dok" Pinta Reza pada dokter itu. Reza benar-benar bingung apa yang harus di lakukan ke depannya. Apa ia harus benar-benar melarang Rayhan menemui adiknya sampai anak mereka lahir......


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


Buat para readers tercinta silahkan ikuti alur ceritanya dulu ya.....Author di sini hanya berniat ingin menghibur......love you All😍😍


__ADS_2