
"Harusnya Neng Eliza gak usah belain bapak tadi, sampai hampir kena pukul" Sedih pak Tarno merasa tidak enak pada Eliza.
"Lah terus kalau Eliza gak belain bapak, masak Eliza harus belain Mbak Erny. Kan bapak gak salah" Lagi-lagi ucapan polos Eliza membuat pak Tarno yang sedih kembali tersenyum. "Kenapa bapak malah tersenyum" Tanya Eliza dengan wajah polosnya.
"Neng Eliza keppo" Ucap pak Tarno lucu dan keduanya pun tertawa bersama masih sambil memunguti pecahan kaca tanpa memperdulikan ada orang yang sedari tadi melihat mereka dengan senyuman di bibirnya.
Eliza sengaja tidak menghiraukan laki-laki tampan itu yang masih berdiri bersandar pada meja kerjanya, karena masih kesal dengan sikap Ron yang bertemu dengannya tadi pagi ditambah lagi ia tidak lupa akan kejahatan Ron pada Rayhan.
Berbeda dengan Ron yang sudah bertahun-tahun begitu merindukan ingin bertemu dengan gadis penyelamatnya, seolah tak ada celah untuk berkedip menatap Eliza.
__ADS_1
"Auw" Desis Eliza karena tidak hati-hati jari tangannya Eliza tertancap beling cukup dalam hingga mengeluarkan darah. Ron yang mendengar pun sontak kaget, Ia pun berdiri tegak dari sandarannya, hendak mendekati Eliza tapi seketika langkahnya terhenti mendengar suara seseorang dari pintu mendekati keberadaan Eliza.
"Sayang, kamu gak apa-apa, apa yang terjadi?" Rayhan yang menyamar sebagai Abdul tiba-tiba datang dan ikut berjongkok di hadapan Eliza memegang tangan Eliza, dengan cekatan ia mencabut beling yang tertancap itu. Tanpa pikir panjang Rayhan memasukan jari Eliza kemulutnya untuk menghentikan darah yang keluar.
"Eliza gak apa-apa Mas" Ucap Eliza membiarkan jari tangannya di pasang plester oleh Rayhan yang di ambil dari kotak P3K yang di sodorkan oleh pak Tarno.
"Lain kali hati-hati ya sayang" Ucap Rayhan lembut mengelus rambut Eliza.
"Kalian sudah bosan kerja ya" Ucap Ron meninggi, hanya itu yang bisa ia lakukan untuk menghentikan pemandangan di depannya. Pak Tarno yang sedikit ketakutan lebih memilih pamit meninggalkan ruangan itu setelah ia selesai membersihkan pecahan gelas.
__ADS_1
Mendengar Ucapan Ron, Rayhan yang tadinya tidak memperhatikan keberadaan Ron sempat kaget karena saat ia masuk, ia hanya fokus pada tangan Eliza yang terluka.
"Maaf tuan" Ucap kompak Eliza dan Rayhan berdiri menghadap Ron. Rayhan berusaha menahan diri agar penyamarannya bisa berhasil.
"Siapa kamu?" Tanya Ron pada Rayhan yang menyamar sebagai Abdul dengan tatapan sinis.
"Saya Abdul tuan, saya staf yang berkerja bersama dengan mbak Eliza" Ucap Rayhan sedangkan Eliza masih terdiam hanya memperhatikan keduanya.
Ron yang masih belum bisa meredam amarahnya, seperti ada api yang membakar di hatinya lebih memilih meninggalkan ruangan itu tanpa berkata lagi meninggalkan Rayhan dan Eliza yang saling berpandangan heran melihat tingkah orang yang penuh dengan misteri itu.
__ADS_1
Ron masih di liputi rasa tidak percaya. Bagaimana bisa dengan kedua matanya dia melihat gadis yang ia cari selama ini bisa bersama dengan laki-laki lain. Apa mereka pacaran atau mereka sudah menikah! Ah tidak mungkin kalau sudah menikah, karena dari informasi yang ia dapat mengatakan kalau Eliza belum menikah.
Ron menghela nafasnya mencoba menetralisir hatinya dari rasa cemburu yang memuncak. Dalam benaknya tidak perduli laki-laki itu kekasih Eliza atau bahkan jika laki-laki itu suaminya pun ia tak rela, yang dia tahu kalau dirinya mencintai Eliza dan dengan cara apapun harus bisa mendapatkan hati Eliza.