Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 111


__ADS_3

Rayhan dan Reno pergi bersama mencari keberadaan Bella, setelah mendapatkan alamatnya.


Rayhan tampak sudah tidak bisa menahan amarah karena ia sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Bella saat sampai di sebuah apatemen milik Bella.


Rayhan tak menyerah, ia dan Reno pun pergi ke perusahaan milik Bella yang baru di bagun di kota XX. "Sial" Umpat Rayhan lagi-lagi tak mendapati Bella di perusahaannya. "Wanita licik itu seperti hilang di telan bumi" Kesal Rayhan yang saat ini keluar bersama Reno dari perusahaan Bella.


"Aku tidak perduli bagaimanapun caranya, kamu suruh anak buah kita untuk mencari keberadaan Bella" Perintah Rayhan pada Reno yang saat ini sedang melajukan mobilnya.


"Baik tuan saya akan berusaha menemukan nyonya Bella." Reno sejenak terdiam masih fokus mengemudikan mobil, kemudian terlintas sesuatu dalam pikirannya. "Tuan bukankan lusa ada jadwal miting dengan perusahaan nyonya Bella dan kemungkinan dia akan datang karena kehadirannya sangat penting untuk kerja sama dengan anak cabang perusahaan kita." Ucap Reno pada Rayhan yang berada di sampingnya.


"Semoga saja benar, wanita licik itu akan muncul" Rayhan benar-benar tidak perduli lagi meski harus bersikap kasar jika itu terhadap wanita licik seperti Bella maka akan ia lakukan.


Hari sudah berubah petang dan menujukkan pukul tujuh malam, ketika Rayhan masih menyibukkan diri di perusahaan dengan Reno yang masih selalu setia menemaninya. " Ren, aku pulang dulu" Ucap Rayhan beranjak dari duduknya. Rayhan benar-benar tidak bisa berkosentrasi, pikirannya di penuhi dengan istri tercintanya. Ia begitu sangat merindukan Eliza.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Nona kalau ingin sesuatu bilang saja pada bibi" Ucap seorang ART bernama bi Inah wanita paruh baya yang bekerja di rumah Reza.


"Terima kasih bi, Eliza ingin minum air putih" Tutur Eliza baru turun dari kamarnya menuju ruang tamu. Eliza tampak segar sehabis mandi. "Kakak belum pulang bi" Tanya Eliza duduk di sofa setelah menyalakan TV.


"Belum non, mungkin tuan Reza lagi lembur" Jawab bi Inah bergegas ke dapur dan mengambilkan air putih untuk Eliza.

__ADS_1


"Bibi tidur saja, biar Eliza nungguin kakak di sini" Ucap Eliza mengambil air dari bi inah kemudian menelan obat dari dokter di ikuti dengan air putih itu.


"Baik non" Ucap bi Inah kemudian berlalu.


Mata Eliza terlihat sangat sembab karena seharian ia masih terus menangis, ia tidak tahu harus bagaimana ke depannya. "Kamulah semangat mama sayang" Eliza meletakkan tangannya di atas perut.


"Yang sehat, mama mencintaimu" Tangan Eliza mengelus pelan perut yang masih terlihat datar itu dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang depan TV. Air matanya kembali lolos ketika bayangan Rayhan kembali bersarang di pikirannya. "Aku harus kuat" Guman Eliza menahan sedikit rasa sakit yang muncul di kepalanya. Perlahan Eliza mulai merasakan kantuk yang begitu berat karena efek obat yang ia minum.


Eliza tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala ketika seseorang masuk dari pintu rumah Reza. Perlahan orang itu mendekati Eliza berada, seutas senyum muncul di bibirnya. "Manis sekali" Guman Rayhan menatap Eliza yang sudah tertidur pulas seperti bidadari. Rayhan sepulang dari perusahaan langsung melajukan mobilnya menuju rumah Reza karena ia begitu sangat merindukan istrinya.


Rayhan semakin mendekati istrinya itu, ia pun duduk bertumpu pada kedua lututnya mesenjajarkan wajahnya di depan wajah Eliza. "Istriku semakin hari semakin cantik" Rayhan dapat mencium aroma tubuh istrinya itu yang sangat ia kenali karena seperti biasa Eliza lebih senang memakai bedak bayi dan parfum manis anak-anak di banding aroma parfum menyengat yang biasa di gunakan wanita-wanita dewasa kebanyakan.


Cukup lama Rayhan memandang istrinya itu, ia melihat mata sembab Eliza membuat hatinya merasa sakit mengingat kesedihan yang dirasakan istrinya akibat salah paham pada dirinya. "Maafkan aku sayang" Rayhan perlahan mengendong tubuh Eliza melangkah membawanya menaiki tangga menuju kamar atas.


Cup.....


Rayhan mencium kening Eliza kemudian ikut merebahkan kepalanya di bantal yang sama dengan Eliza. Tangan Rayhan melingkar memeluk tubuh Eliza. Perlahan Rayhan ikut memejamkan mata dan larut ke alam mimpi bersama istrinya.


Adzan subuh sudah berkumandang, perlahan Eliza membuka mata. Ia seperti merasakan aroma maskulin wangi khas milik suaminya. Ia mengedarkan pandangannya tapi sama sekali tak menemukan siapapun di kamarnya.


Semalam saat Reza pulang dari kerja, ia bergegas ke kamar adiknya untuk melihat keadaannya. Reza begitu kaget mendapati Rayhan tidur disamping adiknya. "Ray..." lirih Reza membangunkan Rayhan dengan sentuhan tangannya. Rayhan terbangun, mengerjapkan mata membenarkan penglihatannya menatap Reza. "Cepatlah bangun" lirih Reza kembali pada adik iparnya itu. Reza tidak ingin adiknya terbangun dan mendapati Rayhan di sampingnya karena untuk sementara ia tidak mau adiknya kembali bersedih yang berdampak pada janin dalam kandungannya.

__ADS_1


Rayhan mulai bangun. Sebelum beranjak dari tempat tidur sekilas ia menoleh pada istrinya kemudian mencium keningnya.


"Ray, sebelum kamu punya bukti kalau dirimu tidak bersalah, aku harap kamu tidak mendekati adikku dulu" Ucap Reza yang sebenarnya tidak tega melihat sahabatnya itu yang terlihat kusut dan juga sama-sama sedih seperti adiknya.


"Kamu boleh meminta apapun padaku Za tapi jangan yang satu itu. Aku tidak sanggup jika harus berjauhan dengan istriku. Kau tidak tahu betapa aku tidak sanggup tanpanya" Rayhan menarik nafas menahan sesak yang menghimpit jantungnya, kenapa semuanya harus menjadi seperti ini. sesalnya dalam hati.


"Aku sangat mengerti perasaamu Ray, tapi untuk sementara aku tidak ingin adikku bertemu denganmu, kau tahu dia begitu trauma padamu setiap kali melihatmu, aku tidak mau adikku stress berlebihan yang bisa membuat dia depresi" Rasanya Reza ingin mengatakan pada Rayhan bahwa dirinya akan menjadi ayah dan jika Eliza depresi maka itu akan berdampak tidak baik untuk calon anaknya tapi tidak mungkin ia katakan karena dia sudah berjanji pada Eliza.


"Aku bingung harus bagaimana Za, yang jelas aku akan terus berusaha untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan aku akan berusaha untuk tidak menemuinya secara langsung tapi jangan larang aku untuk melihatnya seperti ini secara diam-diam saat dia tertidur" Ucap Rayhan begitu getir pada Reza yang hanya terdiam. "Ya sudah, aku balik dulu. Jaga dia untukku" Pamit Rayhan dan Reza mengangguk menatap kepergian sahabatnya itu.


Reza memasuki kamar adiknya, ia menghela nafas melihat adiknya yang tertidur, gadis kecilnya kini sudah dewasa dan akan menjadi seorang ibu, entah apa maksud Bella membuat Rayhan dan adiknya berpisah, Reza mengepalkan tangan yang pasti dirinya tidak akan tinggal diam akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, jika Bella suruhan tapi siapa? dan untuk apa bukankah Bella sudah memiliki kekayaan yang cukup berlimpah. Pikir Reza bingung.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..............


__ADS_2