Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 84


__ADS_3

Ron berjalan menghampiri Nancy dan Eliza berada. Tatapan sinis masih ia layangkan pada Rayhan begitu sebaliknya Rayhan harus menahan emosinya dengan kedatangan Ron.


"Jolie sayang" Ucap Ron mendekati Eliza, hendak memegang tangan Eliza tapi langkahnya terhenti ketika melihat Eliza sedikit meringsut mundur terlihat jelas rasa takut di wajah Eliza pada dirinya. Rayhan masih di sana tanpa terasa mengepalkan tangan, sungguh ia benci dengan rencana ini. "Maafkan saya ya, Jolie sayang" Ucap Ron menatap Eliza.


"Nak, tolong maafkan Ron dan kembalilah pada kami" Pinta Nancy meraih tangan Eliza. Eliza masih terdiam sekilas ia melirik Rayhan.


"Jolie sayang, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu Jolie" Ron meraih paksa tangan Eliza. Melihat itu, Rayhan yang sudah tidak bisa menahan amarahnya pun mendekati Ron. Rayhan meraih kerah baju Ron, menghempaskan dan menghimpitnya hingga ke tembok "Kau licik Ron Fernandes" Teriak Rayhan. Keduanya sudah siap untuk saling melepaskan pukulan membuat Nancy seketika berteriak.


"Hentikan" Nancy menghampiri keduanya mencoba melerai "Lepaskan Nak, jangan berkelahi. Kalian bisa menyelesaikan semuanya secara baik-baik" Nancy berada di tengah-tengah keduanya. "Maaf nak Rayhan, saya tidak bermaksud membela Ron karena dia anak saya, tapi seharusnya sebagai laki-laki nak Rayhan tidak boleh merebut kekasih Ron" Ucap Nancy yang tidak tahu menahu bahwa sebenarnya anaknya lah yang di sini sebagai perebut kekasih Rayhan.


Rayhan mengeryitkan dahi mendengar ucapan wanita paruh baya itu. "Kau tahu Ron Fernandes, kau benar-benar licik sampai kau tega berbohong pada seorang ibu" Ucap Rayhan menatap tajam pada Ron yang menyeringai di belakang Momynya.


"Nak Rayhan, ijinkan seorang ibu ini memohon padamu. Tolong biarkan Jolie ikut bersama kami" pinta Nancy tulus pada Rayhan. Sejenak Rayhan menatap manik mata tulus wanita paruh baya itu yang mengingatkan pada mamanya. Rayhan kemudian menoleh pada istrinya, menatapnya lembut. Jujur saja jika ini semua bukan rencana yang di inginkan istrinya, pasti ia sudah membongkar kebusukan Ron di depan Nancy. "Kau beruntung Ron Fernandes ada seorang ibu yang menyelamatkanmu" Ucap Rayhan kemudian beranjak memegang handle pintu ruangan itu dan menutupnya keras sebelum ia berlalu meninggalkan ketiganya di dalam ruangan.


Nancy sedikit merasa tidak enak dengan ucapan Rayhan apalagi tatapan mata Rayhan yang terlihat ada kejujuran di dalamnya. Ia pun menoleh pada Ron, "Apa maksud dari ucapan Rayhan tadi Ron? kau tidak berbohong pada Momy kan!!" Tanya Nancy menyelidik.


Ron kembali menciptakan kebohongan pada Momynya. " Dia itu laki-laki psikopat Mom, dia begitu terobsesi pada Jolie. Percayalah pada Ron" Ucap Ron berusaha membuat Momynya percaya sedangkan Eliza merasa muak dan kesal dengan kebohongan yang Ron ciptakan tentang suaminya selama ini.


"Baiklah nak Momy percaya" Ucap Nancy meskipun dalam lubuk hatinya ia merasa Rayhan sepertinya anak yang baik.

__ADS_1


Kini keduanya beralih menoleh pada Eliza yang berdiri di pinggir ranjang dengan tangan yang masih terpasang selang infus. "Jolie sayang" Ucap Ron mendekati Eliza di ikuti dengan Nancy. "Jolie, ikutlah pulang bersama kami sayang" Ron meraih lagi tangan Eliza.


Eliza sebenarnya ingin menepis tangan Ron tapi di urungkan demi rencananya. "Paman, saya mau ikut tapi jangan kurung saya di rumah terus" Ucap Jolie menatap Ron. "Ijinkan saya bekerja Paman" Lanjut Eliza.


Ron menyeringai mendengar permintaan Eliza. "Jolie sayang untuk apa kamu berkerja? Semua kekayaan yang saya punya adalah milik kamu. Kamu tinggal bilang apapun yang kamu inginkan akan saya berikan" tangan Ron terangkat hendak membelai rambut Eliza tapi Eliza menghindar dengan menunjukkan wajah kesalnya yang terlihat manis dan menggemaskan bagi Ron.


"Saya ingin bekerja paman. Saya tidak ingin kekayaan Paman" Sungut Eliza.


"Tapi Jolie sayang...."


"Ron.... " Sela Nancy menatap dengan mata menajam pada Ron yang masih ingin melarang Eliza. "Biarkan dia bekerja, jangan kurung dia di rumah terus kasihan" Nancy memegang pundak Ron.


Ron sejenak berpikir, Ia kembali teringat dengan ucapan dokter Danu agar menuruti permintaan gadis yang di cintainya itu dan jangan membuatnya tertekan. "Baiklah sayang kamu boleh bekerja. Tapi kamu harus berkerja di perusahaanku" Ucap Ron karena jika Eliza bekerja di perusahaanya ia masih bisa mengawasi Eliza dari Rayhan.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..........

__ADS_1


MARHABAN YA RAMADHAN.....


Author mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan😊😊......Mohon maaf lahir dan batin🙏🙏...... Semoga di bulan yang penuh berkah ini kita semua di berikan kesempatan untuk mensucikan diri dari segala dosa. Aamiin 🤲😍


__ADS_2