Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 136


__ADS_3

"Ha...ha....." Tawa Baron berdiri dari kursi rodanya membuat Eliza yang berada dalam dekapan Rayhan menoleh pada dirinya. "Aku ternyata telah salah meremehkanmu Rayhan Syarif" Ucap Baron dengan nada sombong bediri tegak seolah tidak ada penyesalan sedikitpun atas apa yang di lakukan.


"Kenapa.....?" Ucap Eliza membuat semua menoleh pada dirinya.


"Ma, kenapa papa memukul mama dan Eliza?"


"Ma, kenapa papa marah sama mama dan Eliza?"


"Ma, kenapa papa tidak pernah menyayangi mama dan Eliza seperti Papa teman-temanku yang menyanyangi istri dan anaknya?" Ucap Eliza karena pertanyaan-pertanyaan itulah yang selalu ia tanyakan pada mamanya sejak ia kecil.


Eliza masih dengan isak tangis melangkah mendekati Baron.


"Ma, sekarang aku terlihat bodoh, dengan sekuat hati aku berusaha menutupi semua lukaku. Aku begitu bodoh dengan sepenuh hati percaya dan menyayanginya, tapi kenapa ma.....kenapa orang yang berada di hadapanku saat ini masih tetap sama ?" Eliza memegang erat kerah baju Baron. "Kenapa kau dulu menikahi mamaku dan menghadirkanku ke dunia ini jika kau membenci kami...?...huh" Teriak Eliza air matanya tak henti mengalir dari manik mata indahnya. Baron hanya terdiam seolah tidak tergerak sedikitpun hatinya melihat seorang anak yang telah ia hancurkan perasaannya.


Eliza menghirup nafas dalam berusaha menghentikan tangisnya. "Tapi hari ini aku tahu jawabannya, kenapa?" Eliza menajamkan tatapan matanya pada Baron. "Karena orang sepertimu tidak pantas mendapat julukan SUAMI dan PAPA. Kau tahu, aku akan selalu berdoa semoga di dunia ini tidak akan ada lagi seorang perempuan dan anak memiliki Suami dan Papa sepertimu Baron Wijaya" Eliza melepaskan tangannya dari kerah Baron.


"Sayang...." Lirih Rayhan. "Yang berada di hadapanmu itu, bukanlah orang yang pantas menjadi seorang Papa untuk anak sebaik dirimu" Ucap Rayhan bisa merasakan kesedihan yang di rasakan Eliza.


"Sudah cukup, apa masih ada lagi yang ingin kau ucapkan? Aku sama sekali tidak perduli dengan itu semua karena bagiku kekuasaan dan uang adalah segalanya" Ucap Baron membuat Eliza benar-benar sadar sekarang, bahwa sampai kapanpun Baron tetaplah Baron dan tidak akan pernah berubah.


"Kau memang tidak punya hati" Rayhan hendak mendekati Eliza tapi tiba-tiba Baron mengeluarkan sebuah pistol menarik Eliza ke dalam dekapannya dan menodong pistol tepat di kepala Eliza membuat Rayhan berteriak.


"Baron lepaskan istriku....!!" Sudah tidak tahu seberapa panik dan emosinya Rayhan.


"Mundur....."Teriak Baron.


"Kau gila Baron, dia anakmu darah dagingmu" Teriak Rayhan yang mau tidak mau ia mengikuti perintah Baron karena tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan calon anak-anaknya.


"Aku tidak perduli....." Baron menarik Eliza secara perlahan hendak menuju pintu mobil tapi langkahnya tertahan ketika sebuah pistol terarah pada kepalanya.

__ADS_1


"Lepaskan gadis kecilku, Baron" Ucap Reza yang memang sudah tahu niat busuk Baron dari Rayhan.


Waktu di perusahaan Reza, Eliza yang sedang berada di balik pintu ruangan Reza sempat mendengar ucapan kakaknya itu yang mengatakan tidak akan pernah memaafkan Baron. Rayhan menceritakan semua kecurigaannya tentang kerja sama antara Baron dan Ron hingga sejak saat itu Reza memutuskan mengawasi terus pergerakan Baron sampai pada detik ini.


"Ha.....ha..." Tawa Baron. "Reza anakku lama kita tidak bertemu" Ucap Baron.


"Lepaskan gadis kecilku" Ulang Reza tak memperdulikan ucapan Baron.


"kau tidak mungkin menembakku karena kau adalah satu-satunya anak kesayanganku" Seringai Baron.


"Kenapa tidak mungkin ??" Reza ikut menyeringai. "Jika kau bisa melakukan itu pada anak gadismu, kenapa aku tidak bisa? Bukankah buatmu kekuasaan dan uang adalah segalanya di bandingkan anak" Ucapan Reza membuat Baron kalah telak merasa emosi.


"Kau...." Baron merasa kesal. "Dia bukan anak kandungku, dia anak dari selingkuhan mamamu" Ucap Baron membuat Reza emosi.


"Jangan hina mamaku Baron...." Teriak Reza semakin mendekatkan pistolnya.


"Mamaku tidak pernah selingkuh, bahkan sampai akhirpun mama masih mencintaimu tidak pernah sedikitpun membencimu. Mama selalu meminta maaf untuk semua kesalahanmu. Kau benar-benar tidak bisa melihat betapa besar cinta mama padamu tuan Baron" Ucap Eliza yang tak kalah emosi.


"Sudahlah gadis kecilku, percuma kau menjelaskan pada laki-laki ini" Reza mengeluarkan sebuah kertas dari saku jasnya. "Kau lihat ini. Buka lebar-lebar matamu" Ucap Reza memberikan sebuah kertas yang bertuliskan HASIL TES DNA. Baron membaca surat hasil tes itu.


"Kau pasti berbohong" Ucap Baron melihat hasil tes itu yang menyatakan bahwa Eliza adalah anak kandungnya.


"Aku tidak berbohong, aku melakukan tes itu sebelum kau mengusir mama dan Eliza dari rumah. Saat itu kau di butakan oleh kebencian, di hatimu hanya ada harta dan kekuasaan hingga kau tidak mau mendengarkan penjelasanku untuk menunggu hasil tes DNA keluar" Reza terpaksa melakukan tes DNA saat sudah tidak tahan melihat perlakuan Baron pada mama dan adiknya Eliza. Tapi sangat di sayangkan hasil tes DNA itu keluar setelah dia memutus hubungan dengan Baron karena kematian mamanya dan kepergiaan Eliza yang menghilang.


"Jika kau masih tidak percaya kau bisa memastikan surat itu asli atau palsu dan kau juga bisa melakukan tes DNA ulang agar kau tahu bahwa Eliza adalah darah dagingmu, tapi saat kau sudah mengetahui semua itu rasanya akan sangat percuma karena saat itu sudah tidak ada lagi kepercayaan kami pada orang sepertimu" Ucap Reza membuat Baron terdiam seketika, ada sedikit demi sedikit rasa sesal yang mulai menjalar di hatinya.


"Eliza tidak perduli lagi dengan tes DNA itu karena mulai saat ini Eliza hanya memiliki hubungan darah dengan kak Reza dan mama Fadiyah. Eliza sudah tidak punya papa lagi" Ucap Eliza membuat Baron merasakan sakit, ia mulai menyesali semua tindakannya. Perlahan Baron menurunkan pistol yang ia todongkan pada Eliza. Ia tidak tahu harus berkata apa, yang jelas dalam hatinya saat ini mulai bergemuruh sebuah perasaan bersalah. Melihat itu Rayhan hendak melangkah maju mendekati istrinya tapi sebuah suara menghentikannya dan membuat semua menoleh pada asal suara itu.


"Papa mertua apa kau akan menyerah begitu saja..?" Ron datang ikut menodongkan pistol di kepala Rayhan. "Kau tahu aku begitu mencintai anak gadismu" Ucap Ron menyeringai. Baron masih terdiam.

__ADS_1


"Kau lagi...." Ucap Reza geram.


"Ya aku calon adik iparmu....." Ucap Ron pada Reza kemudian menoleh pada Eliza, " Jolie sayang kemarilah, ikut bersamaku. Aku akan membuat hidupmu bahagia sayang" Ucap Ron lembut mengulurkan tangannya.


"Eliza tidak mau, kau sudah gila paman" Eliza menggeleng.


"Sayang aku memang sudah gila dan semakin tergila-gila padamu. Kemarilah sayang atau aku akan melepaskan peluru ini di kepala laki-laki yang menghalangi cinta kita ini" Ron semakin mendekatkan pistolnya di kepala Rayhan.


"Cinta kita....ha....ha...." Rayhan tertawa dengan kata itu. " Sadar Ron, Eliza istriku dia mencintaiku bukan dirimu" Sarkas Rayhan geram pada Ron.


"Tutup mulutmu Rayhan Syarif" Teriak Ron. "Atau aku akan membunuhmu sekarang juga" Emosi Ron menggertakkan giginya.


Rayhan menggepalkan tangannya sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya. "Lakukan Ron, tembak aku sekarang juga, aku tidak takut karena sampai matipun aku tidak akan melepas istriku" Teriak Rayhan dengan sigap menepis tangan Ron yang memegang pistol hingga pistol itu terjatuh jauh dari jangkauan mereka.


Rayhan memukul keras Ron, begitu juga dengan Ron yang membalas pukulan Rayhan. Keduanya beradu pukulan hingga sebuah suara menghentikan mereka berdua.


"Hentikan Ron......!!" Kau tidak boleh mencintai adikmu sendiri....!!!!" Teriak Nancy keras menangis mendekati keduanya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2