
Rayhan menoleh pada gadis yang di cintainya itu..............
Hati Rayhan rasanya terenyuh melihat Eliza yang duduk tak berdaya menangis ketakutan dan tubuhnya bergetar. Rayhan benar-benar tidak sanggup melihat keadaan gadis yang di cintainya saat ini dengan pakaian yang robek, luka di kaki dan tangannya.
Rayhan melepas jas yang ia kenakan, perlahan berjalan mendekati Eliza yang masih duduk ketakutan dengan linangan air mata di wajahnya. "Jangan takut, semuanya akan baik-baik saja" Ucap Rayhan lembut, duduk bertumpu pada kedua lututnya mensejajarkan tubuh nya dengan Eliza. Rayhan menutupi tubuh Eliza dengan jasnya.
Hati Rayhan benar-benar sakit, Rayhan mencoba menahan genangan air yang siap mengalir dari pelupuk matanya. Biar bagaimanapun ia harus terlihat kuat di depan gadis yang di cintainya itu. Hanya Eliza gadis yang benar-benar sanggup membuat laki-laki gagah di hadapannya saat ini bisa mengeluarkan air mata.
"Hiks.... hiks....." Eliza masih menangis, Rayhan tidak tahu apa yang harus ia lakukan agar bisa menghilangkan ketakutan dan kesedihan Eliza, satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah seperti saat ini menarik Eliza, mendekapnya erat dalam pelukannya. Cukup lama Rayhan mendekap gadis yang di cintainya itu, berharap Eliza bisa sedikit tenang. "Aaaaah....." Ucap Eliza tiba-tiba lirih dalam pelukan Rayhan sambil memegangi kepalanya. Rayhan seketika tersentak kaget mendengar teriak Eliza.
" El sayang, kamu kenapa" Tanya Rayhan panik dan khawatir merenggangkan pelukannya dan menatap Eliza yang memegangi kepalanya merintih kesakitan.
"Aah sakit...... sakit..." Teriak Eliza semakin keras menahan sakit di kepalanya. Ketakutan akan peristiwa yang baru di alami ditambah lagi efek dari kecelakaan itu dengan obat penghambat ingatan yang di minum Eliza membuat ia sungguh tak bisa menahan rasa sakit yang teramat di kepalanya.
"Bertahan sayang" Ucap Rayhan mengangkat tubuh Eliza kedalam pelukannya dan beranjak dari tempat itu. "Ren, kita ke rumah sakit" Ucap Rayhan pada Reno yang baru selesai menghubungi polisi untuk menangkap ketiga pemuda itu yang sudah tidak berdaya dengan keadaan mengenaskan.
"Baik tuan" Reno mengikuti Rayhan yang menggendong Eliza. Rayhan melangkah cepat menuju mobilnya karena benar-benar takut melihat Eliza yang masih terus merintih kesakitan sembari memegangi kepalanya.
__ADS_1
"Aah sakit.... sakit" Teriak Eliza perlahan lirih dan seketika tak terdengar dengan kesadarannya yang menghilang. Eliza pingsan dalam pelukan Rayhan yang menggendongnya.
Reno membukakan pintu mobil belakang, Rayhan masih menggendong Eliza yang pingsan masuk kedalam mobil. Saat ini Rayhan mendekap erat tubuh Eliza yang berada di pangkuannya.
"Bertahan sayang" Pelukan itu semakin erat dengan rasa takut yang teramat tidak ingin kehilangan gadis yang di cintainya itu. "Ren tambah kecepatan" Teriak Rayhan dengan air mata yang sudah tak bisa di tahan lagi melihat gadis yang berada dalam dekapannya semakin pucat.
Hanna duduk disamping Reno yang sedang menyetir itupun merasa heran dengan kakaknya. "Apakah kakak cantik itu, gadis yang di cintai kak Ray selama ini" Guman Hanna dalam hati.
Sampai rumah sakit, Rayhan bergegas keluar dari mobil dengan tubuh Eliza yang masih berada dalam gendongannya saat pintu mobil di bukakan oleh Reno.
"Dokter..... suster......tolong kekasih saya" Ucap Rayhan Membaringkan tubuh Eliza di ranjang IGD secara perlahan. Rayhan masih berada di samping Eliza sampai seorang dokter dan perawat masuk memeriksa Eliza dan meminta Rayhan sang pemilik rumah sakit itu untuk menunggu di luar ruangan.
Hanna yang masih merasa bingung dengan hubungan kakaknya dan gadis penyelamatnya itu perlahan mendekati Rayhan dan duduk di sampingnya.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung................
Maaf Readers tercinta, Author update nya cuman sedikit...... waktunya Author dibagi-bagi......lagi sibuk banget soalnya saat ini........ Semoga semua terhibur...... Jaga kesehatan selalu ya...... love you All 😍😍