Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 132


__ADS_3

"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan Baron, Ray......!!" Teriak Reza emosi hingga terdengar Eliza yang saat ini berada di balik pintu ruang Reza yang sedikit terbuka.


Eliza menutup mulutnya kaget mendengar sepenggal kalimat itu di lontarkan Reza secara emosi pada suaminya Rayhan yang kebetulan ada di ruangan itu karena saat ini mereka sedang miting bersama.


"Maaf Nona, anda tidak boleh masuk tanpa ijin" Suara keras seorang security mengaggetkan Eliza yang berada di balik pintu itu.


"Benar pak, mbak ini yang nyelonong masuk padahal sudah saya larang" Ucap wanita resepsionis tadi ikut mendekat membuat semua para staff yang berada di lantai itu keluar seketika melihat kegaduhan termasuk Erny yang hari ini baru mulai bekerja dan kebetulan ruang ia bekerja ada di lantai sama dengan Eliza berada saat ini.


"Tapi pak saya cuman ingin ketemu dengan....."


"Tangkap saja pak" Teriak Erny mendekati Eliza dengan tersenyum sinis merasa dirinya memiliki kesempatan untuk memojokkan Eliza. "Wanita jalang seperti ini pasti ingin mendekati pemilik perusahaan ini, dasar ganjen" Seru Erny membuat semua staff bergunjing. "Loe tuh ya, cewek yang gak tahu malu banget yang pernah gue temui...." Eliza mengepalkan tangan benar-benar sudah di ujung batas emosinya."Kalian semua dengar" Teriak Erny menghadap pada semua staff yang berkerumun. "Dia ini sudah merayu dua atasan saya hingga saya di pecat dua kali, sekarang dia kesini pasti ingin merayu tuan Reza lagi untuk memecat saya" Seringai jahat Erny berusaha menghasut semua.


Plaaak.....


Eliza menampar Erny lagi, "Tutup mulutmu Erny...!!!" Teriak Eliza. "Dari tadi saya sudah cukup bersabar menghadapi sikapmu tapi kali ini saya sudah tidak bisa mentolerir lagi" Eliza berusaha menahan air mata, ia tidak boleh lemah apalagi menghadapi wanita seperti Erny. "Saya pastikan mulai detik ini kamu akan keluar dari perusahaaan ini karena perusahaan ini tidak butuh dengan seorang penghianat seperti dirimu" Lantang Eliza sudah tidak bisa membendung emosinya lagi membuat dua orang security memegang kedua tangan Eliza hendak memaksa Eliza keluar.


"Memang kau siapa bisa memecatku, jangan bermimpi wanita jalang" Tangan Erny terangkat hendak membalas menampar Eliza tapi tangan seseorang menepisnya.


"Apa yang kau lakukan..." Teriak Reza yang keluar dari dalam ruangannya tadi ketika mendengar suara keributan.


"Dia pak yang buat masalah. Wanita jalang ini masuk tanpa ijin pasti ingin merayu bapak" Ucap Erny berusaha menghasut membuat Reza mengepalkan tangan, adiknya di hina seperti itu. "Kalau tidak percaya tanyakan pada mbak resepsionis dan kedua security itu" Tunjuk Erny pada ketiganya.


"Benar pak, tadi mbak ini sudah saya larang masuk tapi masih memaksa" Ucap wanita resepsionis itu dan di angguki kedua security.


"Berani sekali menyentuh istriku..." Teriak Rayhan baru keluar dari ruangan Reza dengan wajah penuh emosi melihat kedua securty itu memegang erat tangan istrinya apalagi ia sempat mendengar ucapan Erny. Rayhan dengan cepat mendekati istrinya membuat kedua security itu kaget, melepas dan minggir seketika dari Eliza.


"Maaf tuan..." Ucap kedua security itu menunduk tapi tak di hiraukan Rayhan karena begitu cemas dengan istrinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Tanya Rayhan lembut. "Harusnya tadi kamu bilang pada suami ini kalau sudah tiba di sini" Imbuh Rayhan membuat semua staff yang berada di sana tercengang kaget ternyata gadis yang sempat mereka gunjingkan akibat hasutan Erny tadi adalah istri dari tuan rayhan pengusaha nomor satu sekaligus sahabat tuannya Reza.


"Tidak apa-apa kak" Eliza menggeleng. "Eliza tidak tahu kalau kak Ray miting di sini" Ucap Eliza.


"Ya maaf sayang, aku belum sempat memberi tahumu tadi" Rayhan seketika mendekap Eliza kemudian menoleh pada Erny menatapnya tajam.


"Kau lagi.....aku sudah cukup bersabar menghadapimu" Rayhan terlihat emosi. "Akan aku pastikan setelah dari perusahaan ini, tidak akan ada lagi perusahaan di kota ini mau menerimamu" Ucap Rayhan dengan nada tinggi membuat semua yang berada di sana bergidik ngeri. "Dengan semua bukti kecuranganmu diperusahaanku, aku akan mem-blacklist wanita sepertimu yang berani menghina istriku dengan mulut kotormu" Rayhan tidak main-main dengan ucapannya yang sudah sering kali melihat Erny menyakiti istrinya.


"Maaf tuan Rayhan, disini bukan perusahaan anda, anda tidak berhak memecat saya" Ucap Erny masih berusaha membela diri meskipun ia merasa takut dengan ancaman Rayhan. Erny kemudian menatap Reza "Tuan Reza saya tidak bersalah, saya ....." Erny mencoba menghasut Reza.


"Berhenti...." Bentak Reza mulai membuka suara lagi karena sedari tadi ia sudah menahan geram dengan perlakuan buruk semua pada adiknya. "Jadi kalian tidak mengijinkan Eliza masuk" Reza menatap tajam pada wanita resepsionis dan kedua security itu, membuat ketiganya merasa takut.


"Iya pak" Ketiganya mengangguk gemetar.


"Aku akan memberikan SP dan sanksi pada kalian...!!" Ucap Reza membuat ketiganya saling menatap bingung, dimana letak kesalahan mereka sampai di berikan SP serta sanksi padahal mereka hanya menjalankan tugas mereka dan mereka juga tidak tahu kalau gadis itu istri dari tuan Rayhan.


Reza kemudian menoleh pada Erny. "Dan kau...!!" Tunjuk Reza pada Erny. "Berani sekali mulut kotormu itu menghina adikku.....!!" Bentak Reza emosi menekankan pada kata adikku.


"Maksud tuan, dia...." Tunjuk Erny gemetar, benar-benar tidak percaya.


"Dia adalah adik kandungku. Asal kalian semua tahu perusahaan FADIYAH GROUP ini adalah milik adikku Eliza Fadiyah" Dengan lantang Reza mengatakan pada semuanya. Terlihat wajah pucat pasi dari semua staff yang berada di sana merasa takut ternyata mereka sudah berbuat kesalahan pada pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


"Maafkan kami nona" Ucap serentak wanita resepsionis dan kedua security itu serta semua staff yang ikut menggunjingkan Eliza tadi. Semua menatap Eliza penuh harap agar pemilik perusahaan yang sebenarnya itu mau memaafkan mereka semua kecuali Erny yang masih terdiam dengan rasa kesalnya tidak percaya dan semakin membenci Eliza.


Eliza mengangguk. "Lain kali jangan buat kesalahan lagi dengan hanya mendengar hasutan orang" Eliza sekilas melirik pada Erny. "Dan saya tidak ingin ada lagi yang bergunjing di perusahaan ini" Ucap Eliza dan angguki semua karyawan staff.


"Baik nona, terima kasih" Ucap semuanya.

__ADS_1


"Dan untukmu, perusahaan adikku ini dan perusahaan mana pun tidak akan pernah menerima wanita licik sepertimu lagi" Reza menatap tajam Erny. "Security usir wanita ini" Perintah Reza.


"Baik tuan" Kedua security dengan sigap memegang tangan Erny dan menariknya keluar.


"Dengar Eliza, gue akan balas loe.....kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini....!!" Teriak Erny masih tak terima berusaha memberontak.


"Tutup mulutmu, cepat bawa wanita ular itu" Perintah Reza sekali lagi membuat kedua security menguatkan tarikannya membawa Erny keluar. Reza kemudian menoleh pada Eliza. "Kamu tidak apa-apa gadis kecilku" Tanya Reza mendekati Eliza, Eliza menggeleng. "Ya sudah, kita masuk" Ajak Reza kemudian ketiganya masuk sedang semua staff kembali ketempat masing-masing.


"Gadis kecilku, kenapa kamu gak hubungi kakak kalau mau kemari" Ucap Reza duduk di hadapan Eliza yang juga baru duduk bersama Rayhan di sampingnya.


"Lihat saja ponsel kakak, aku sudah menghubungi berulang kali tapi tidak kakak angkat" Gerutu Eliza beralih duduk di samping Reza.


Reza menatap layar ponselnya. "Astaga.....maaf ya, kakak lupa ponselnya aku silent" Ucap Reza membelai rambut Eliza kemudian memeluk pundak adiknya itu. "Terus gadis kecilku ini ada apa kemari?...Tumben" Tanya Reza membuat Eliza terdiam sejenak menatap kakaknya.


"Eliza kangen sama kakak" Jawab Eliza tersenyum sebenarnya bukan itu yang ingin Eliza utarakan tapi mendengar ucapan Reza tadi tentang Baron, ia jadi tidak berani berterus terang pada Reza.


Rayhan yang duduk dihadapan mereka pun berdehem membuat keduanya menoleh. "Aku jadi iri denganmu Za, selama menikah denganku adikmu yang cantik itu tidak pernah berkata kangen padaku" Gerutu Rayhan membuat keduanya mengeryit kemudian tertawa....


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2