Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 140


__ADS_3

"Tolong anakku nak Rayhan" Nancy memegang tangan Rayhan dengan isak tangis yang semakin menjadi.


"Nyonya tenanglah" Rayhan mencoba menenangkankan Nancy. "Kita duduk dulu" Ucap Rayhan mengajak Nancy duduk di ruang tamu.


"Nak Rayhan, maaf jika ini terlihat egois tapi saya mohon tolong anak saya" Rayhan melihat jelas kesedihan yang di rasakan Nancy. "Sudah tiga hari ini Ron mengunci dirinya di kamar tidak makan dan minum. Dia selalu memanggil nama Jolie" Ucap Nancy.


Rayhan sejenak terdiam mendengar cerita Nancy. "Maaf nyonya, apa yang bisa saya bantu?" Rayhan bertanya meskipun ia sudah bisa menebak apa yang diinginkan Nancy.


"Momy..." Ucap Eliza melangkah dari dapur mendekati keduanya. "Ada apa Mom? kenapa Momy menangis?" Tanya Eliza khawatir duduk di samping Nancy yang berhadapan dengan suaminya.


"Ron, sudah tiga hari tidak keluar kamar. Dia juga tidak makan dan minum" Ulang Nancy menjelaskan pada Eliza. "Tolong dia nak" Nancy memegang tangan Eliza.


Eliza tampak bingung mengalihkan tatapannya pada Rayhan yang juga menatapnya. "Apa yang bisa Eliza lakukan Mom?" Tanya Eliza sedikit ragu menatap Nancy.


"Tolong temui dia nak, coba buat dia mengerti karena kalau tidak dia akan mati dengan menyiksa diri seperti itu" Pinta Nancy membuat Eliza terdiam tidak tahu harus menjawab apa karena dia tidak bisa mengambil keputusan tanpa persetujuan suaminya. Eliza kembali menatap Rayhan yang juga terdiam dan Eliza bisa merasakan perasaan yang di rasakan Rayhan saat ini.


"Maaf mom, Eliza....." Belum selesai ucap Eliza tiba-tiba di sela oleh Rayhan.


"Nyonya tenang saja, aku akan mengantar istriku ke sana" Ucap Rayhan membuat Nancy sedikit tenang sedangkan Eliza tampak bingung dengan suaminya yang entah mengapa dengan mudah menyetujui dirinya bertemu dengan Ron.


"Kak...." Lirih Eliza menatap Rayhan yang juga menatap dirinya lembut.


"Tidak apa-apa, aku akan mengantarmu ke sana sayang karena biar bagaimanapun dia adalah kakakmu" Ucap Rayhan yang saat ini bisa mengerti perasaan yang Ron rasakan. Pasti akan sangat menyakitkan kalau mengetahui wanita yang di cintai adalah saudara sendiri.


"Kak Ray yakin" Tanya Eliza lagi memastikan.


"Hmm,.." Rayhan mengangguk. "Bersiaplah" Ucap Rayhan.


"Terima kasih nak Rayhan atas pengertianmu. Kalian berdua memang orang yang baik, semoga Tuhan membalas kembaikan kalian" Ucap Nancy merasa senang.


"Aamiin" Sahut Rayhan dan Eliza bersamaan.

__ADS_1


**


Mobil Rayhan bersamaan mobil Nancy saat ini sudah terparkir di rumah Ron Fernandes. "Mari masuk nak" Ucap Nancy mengajak keduanya masuk ke dalam kediamannya dan melangkah menaiki anak tangga menuju kamar Ron.


"Ron, berhenti...."Teriak Nancy tiba -tiba, langkahnya terhenti di anak tangga terakhir menyaksikan Ron memukul semua anak buahnya termasuk John yang berusaha mencegah Ron untuk keluar dari rumah.


Bugh.....Bugh.....Ron masih terus memukul tak menghiraukan teriakan Nancy. "Kalian semua jangan halangi aku.....akan aku bunuh laki-laki bernama Baron itu. Dia sudah menghancurkan hidup momy dan hidupku" Ron dengan tubuh lemasnya masih terus melepaskan pukulan pada semua anak buahnya yang tak melawan dan berusaha mencegahnya untuk mencari Baron.


"Berhenti nak...." Teriak Nancy lagi tapi masih tak menghentikan Ron.


"Paman......" Suara Eliza seketika seperti sebuah rem dengan cepat menghentikan pergerakan Ron, tangan Ron yang terangkat pun seketika ia turunkan dan menoleh pada asal suara.


"Jolie" Lirih Ron dengan tubuh lemasnya ambruk di lantai itu. "Kau datang Jolie" Ucap Ron yang kini sudah terduduk dan Nancy dengan cepat menghampiri anaknya itu.


"Iya nak, adikmu datang atas permintaan momy" Tutur Nancy membuat Ron merasa sakit mendengarnya.


"Jolie bukan adikku, mom" Sarkas Ron tidak ingin mendengar kata adik yang di tujukan pada Jolie.


"Paman sadarlah, jangan seperti ini" Eliza masih berdiri di samping Rayhan menantap Ron yang juga menatapnya.


"Lupakan perbuatan laki-laki itu paman, biar bagaimanapun dia ayah kita"


"Tidak jolie dia bukan ayahku dan kamu bukan adikku" Ucap Ron masih tidak bisa menerima kenyataan.


Eliza melangkah mendekati Ron dan Nancy berada, sedangkan anak buah Ron dan John beranjak dari tempat itu dengan badan yang terluka akibat pukulan dari Ron. "Paman terimalah kenyataan ini dan berhenti menyiksa diri seperti ini. Kau bisa mati" Tutur Eliza mencoba membujuk Ron.


"Mati.....haha....."Ron tertawa getir. "Ya, itu yang memang aku inginkan Jolie" Ucap Ron membuat kaget Nancy yang berada di sampingnya. "Untuk apa aku hidup jika hanya untuk menjadi saudaramu"


"Jangan berkata seperti itu nak, jika kau mati bagaimana dengan momy?" Ucap Nancy menangis memeluk Ron.


"Paman, apa aku begitu buruk sampai kau tidak ingin menjadi kakakku?" Tanya Eliza membuat Ron sedikit kaget. "Cukup penolakan seorang Baron yang tidak menginginkan aku sebagai anak. Aku tidak ingin kau juga menolakku sebagai saudara Paman" Ucap Eliza membuat Ron yang tadinya menunduk kini mendongak menatap Eliza. Hati Ron merasa sedih mendengar penuturan gadis penyelamatnya itu.

__ADS_1


"Jolie, apa kau akan menyukai jika saat awal pertemuan kita aku mengejarmu?" Pertanyaan itu yang selama ini ingin di tanyakan Ron dan membuatnya penasaran.


"Aku tidak tahu paman karena sejak pertama kali bertemu denganmu saat itu, aku sudah menyukaimu sebagai seorang kakak" Terlihat ketulusan di mata Eliza saat mengucapkan kalimat itu yang dapat di tangkap oleh Ron, Rayhan dan Nancy.


Rayhan yang tadinya terdiam berdiri di anak tangga terakhir, kini melangkah perlahan mendekati istrinya berada. "Tuan Ron, terimalah kenyataan bahwa Eliza adalah adikmu dan meskipun dia bukan adikmu, jangan lupa dia adalah istriku. Lepaskanlah Eliza tuan Ron dan belajarlah menerimanya sebagai adikmu"


Ron terdiam kemudian sejenak menghela nafas. "Kau tidak akan mengerti Rayhan Syarif karena kau beruntung takdir memihakmu. Kau tidak tahu rasa sakit yang aku rasakan karena kau tidak berada pada posisiku"


"Kau salah tuan Ron Fernandes, aku bisa merasakan yang kau rasakan karena di tempat ini dulu aku juga pernah melepas Eliza untukmu saat dia kehilangan ingatannya, apa kau lupa?" Suara Rayhan meninggi. Ia masih ingat jelas saat itu, rasa sakit yang harus ia rasakan ketika Eliza yang hilang ingatan mengatakan mencintai Ron Fernandes.


Rayhan menatap Ron yang kini juga menatapnya. Ron mulai mengingat saat itu memang ia sudah memanfaatkan Eliza yang hilang ingatan untuk berpisah dengan Rayhan. "Kau ingat saat itu, aku juga merasa sakit dan hancur ketika Eliza mengatakan mencintaimu. Tapi aku berusaha menerima itu dan rela melepas Eliza untukmu asal Eliza bahagia. Itulah arti cinta yang sesungguhnya tuan Ron. Jika kau yakin bisa membuatnya bahagia perjuangkan tapi jika disisimu dia tidak bahagia maka lepaskan untuk kebahagiaannya" Ucap Rayhan kini duduk mensejajarkan posisi dengan tubuh Ron yang terduduk di lantai dengan Nancy di sampingnya.


Ron masih terdiam, ya... memang benar yang di katakan Rayhan meskipun dalam hati dan pikiran masih terus bertarung tapi dasarnya ia mencintai Jolie dan ingin Jolie bahagia. Bukankah ia ingin melindungi Jolie selama hidupnya dan status kakak akan bisa memudahkan dirinya untuk bisa selalu menjaga Jolie.


Tangan Rayhan terangkat memegang bahu Ron, "Tuan Ron, aku tahu memang sulit dan sungguh menyakitkan harus melupakan wanita yang kita cintai tapi aku mohon sadarlah, apa kau tidak kasihan dengan ibumu yang selama ini menderita dan saat ini pun harus ikut bersedih dengan keadaanmu seperti ini" Ucap Rayhan membuat Ron menoleh pada wanita paruh baya itu yang masih setia di sampingnya yang masih menangis. Jika di banding dirinya memang momy nya lah yang paling menderita selama ini dan dia tidak boleh menyakiti momy nya terus menerus.


"Maafkan aku mom...." Ucap Ron yang kini di peluk Nancy erat.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2