Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 147


__ADS_3

"Kak Ray......aku mencintai mu dan anak-anak kita" Ucap Eliza tersenyum terlihat sangat cantik meskipun wajahnya tampak sedikit pucat mengenakan gaun putih berdiri di hadapan Rayhan yang sedang menggendong kedua anaknya di kedua tangan. "Jaga anak-anak kita ya kak Ray" Eliza mencium pipi Rayhan.


"Sayang kamu mau ke mana? kita jaga bersama anak-anak kita ya sayang" Ucap Rayhan melihat Eliza hendak melangkah.


Eliza menoleh pada Rayhan menghentikan langkahnya sejenak kemudian tersenyum. "Mama sudah menungguku, Eliza harus pergi kak" Ucap Eliza melanjutkan langkahnya tidak memperdulikan Rayhan yang berteriak menahannya.


"Jangan pergi sayang, jangan tinggalkan kami....El sayaaaang!!!" Teriak Rayhan terbangun seketika. "Aah...." Rayhan merasakan sakit di kepalanya yang di balut perban, tubuhnya terasa lemas jarum infus masih terpasang di tangannya.


"Tuan...." Ucap Perawat yang berjaga di ruangan Rayhan menghampiri.


"Di mana istri saya sus" Tanya Rayhan begitu kacau dan panik mengingat mimpinya barusan.


"Tuan anda sebaiknya kembali istirahat, keadaan anda masih belum pulih. Jahitan luka di kepala anda masih belum kering" Ucap perawat mencoba menenangkan Rayhan.


"Jawab saya suster, dimana istri saya bagaimana keadaannya" Bentak Rayhan melepas paksa jarum infus hingga darah mengalir dari tangannya. Rayhan memaksa turun dari ranjang hingga terjatuh.


"Tuan tenanglah" Ucap perawat itu membantu Rayhan bangun tapi Rayhan menolak.


"Di mana istri saya suster atau saya akan memecat anda" Ancam Rayhan yang sudah tidak bisa berpikir lagi, yang ia tahu ia harus mengetahui keadaan Eliza. Perawat yang sudah lama bekerja di rumah sakit itu pun merasa takut karena ia tahu bahwa Rayhan adalah pemilik dari rumah sakit yang sudah sekian tahun tempat ia bekerja.


"Maaf tuan, nyonya saat ini sedang berada di ruang operasi" Tutur perawat itu kembali ingin membantu Rayhan bangun tapi di tepis Rayhan yang dengan tubuh lemas akhirnya bisa bangkit berpegangan pada ranjang kasur di dekatnya kemudian dengan langkah gontai ia keluar ruangan itu menuju di mana ruang operasi berada.


"Ray....apa yang kau lakukan di sini" Teriak Reza menghampiri Rayhan yang berpegangan pada dinding hampir terjatuh. Ron yang menunduk cemas duduk di bangku menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan pun seketika mengedarkan pandangan mendengarkan teriakkan Reza.


"Bagaimana istriku Za.." Lirih Rayhan menangis, darah menetes keluar dari perban di kepalanya.


Reza berjongkok memegangi tubuh Rayhan yang terduduk di lantai bersandar pada diding dekat pintu ruang operasi, Reza tidak bisa berkata karena dirinya sendiri pun sedang berusaha untuk kuat. "Sebaiknya kamu kembali ke ruanganmu Ray biar kami yang menunggu di sini" Ucap Ron mendekati Rayhan dan Reza berada.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan istri dan anak-anakku walau cuman sedetik" Ucap Rayhan tanpa menoleh sedikitpun pada Ron dan Reza, tatapan matanya tertuju pada pintu ruang operasi di mana Eliza berada.


Ron dan Reza mengerti perasaan Rayhan dan tak bisa memaksa Rayhan lagi untuk meninggalkan tempat itu. Lampu ruang operasi masih menyala merah, di dalam dokter sedang berjuang menolong Eliza dan kedua anaknya. Rayhan, Reza dan Ron tak henti melantunkan doa.


Rayhan, Reza dan Ron begitu kaget ketika terdengar suara-suara tangis bayi dari dalam ruang operasi. "Anak-anakku" lirih Rayhan.


Lampu merah di atas pintu operasi masih menyala, terdengar pintu terbuka membuat Rayhan segera bangkit bersamaan Ron dan Reza. Dua orang perawat terlihat keluar dengan masing-masing satu bayi di tangan. "Selamat tuan, kedua anak kembar anda berjenis kelamin laki-laki dan perempuan telah lahir. Silahkan anda lantunkan adzan pada keduanya" Ucap perawat itu mendekati Rayhan.


"Bagaimana istri saya sus" Tanya Rayhan membuat kedua perawat itu saling menatap.


"Maaf tuan, dokter masih menangani nyonya di dalam sebaiknya anda bersabar" Ucap salah satu dari perawat itu.


Rayhan kemudian menatap kedua malaikat kecilnya yang terlihat sangat manis sekali, "Anak-anakku, ini papa nak" Lirih Rayhan kemudian tangannya terangkat menggendong anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki. Rayhan mencium kening putranya kemudian mendekati telinga dan melantunkan adzan dengan sedikit isak tangis. Putra pertama Rayhan sungguh tampan sangat mirip seperti dirinya.


Setelah mengembalikan putra pertamanya pada suster, kini giliran Rayhan menggendong anak keduanya. Bayi perempuan mungil, wajahnya ibarat fotocopi dari wajah Eliza. Rayhan mencium kening putrinya. "Putriku kau sangat cantik seperti mamamu" Ucap Rahyan air matanya tak henti mengalir, Rayhan berusaha kuat melantunkan adzan di telinga putrinya. Berbeda dengan putranya, kali ini putri cantiknya itu menangis keras saat Rayhan melantunkan adzan. Ron dan Reza yang melihatpun ikut meneteskan air mata tidak bisa membayangkan bagaimana dengan kedua malaikat kecil itu jika terjadi sesuatu pada adiknya.


"Dokter bagaimana dengan istriku?" Tanya Rayhan bergetar, di ikuti Reza dan Ron berada di dekatnya. Dokter Danu terdiam berusaha mengatur nafas, ia rasanya tak sanggup berkata pada Rayhan. "Dokter jawab, bagaimana istriku" Teriak Rayhan meraih baju dokter Danu.


"Maaf, kami sudah berusaha" Lirih dokter Danu berusaha menahan air mata, biar bagaimanapun pasien yang ia tangani adalah wanita yang masih mengisi di hatinya sampai saat ini.


"Tidak dokter, jangan berkata maaf" Teriak Rayhan mendorong dokter Danu.


"Nona cantik sudah tenang" Ucap Dokter Danu. "Anda harus ikhlas" Imbuh dokter Danu air matanya sudah mengalir. Ron dan Reza seketika itu juga ambruk bersandar pada diding rumah sakit itu, tidak percaya adik perempuan satu-satunya telah pergi.


"Cukup dokter, jangan berkata lagi. Aku tidak akan percaya padamu. Istriku masih hidup" Rayhan berlari masuk ke dalam ruang Eliza berada. Rayhan mendekati di mana ranjang Eliza berada, berbagai alat bantu dan selang oksigen masih terpasang di tubuh Eliza, layar monitor tanda kehidupanpun masih menyala terlihat hanya garis datar lurus yang tampak.


Rayhan menangis mendekati Eliza, ia menatap istrinya itu yang terlihat cantik meskipun sangat pucat. "El sayang, aku di sini. Kamu tidak boleh pergi ya" Rayhan memegang dan mencium punggung tangan Eliza. "Bangun sayang, jika kau pergi aku ingin ikut bersamamu" Satu tangan Rayhan terangkat membelai wajah Eliza.

__ADS_1


Semua dokter dan perawat yang menangani Eliza masih berdiri di ruangan itu, tak terasa air mata mereka juga ikut mengalir melihat cinta tulus Rayhan pada Eliza.


"Bangun sayang, kamu harus ikuti kata suami ini" Teriak Rayhan menakup wajah Eliza dengan kedua tangannya.


"Ray" Lirih Reza dan Ron mencoba mendekati Rayhan meskipun tubuh keduanya juga lemas serasa ingin ambruk saat itu juga karena sama halnya dengan Rayhan keduanya juga masih belum bisa terima kenyataan itu.


Rayhan seperti tidak bernyawa sama sekali tak mendengar atau melihat siapapun di sekitarnya ia hanya melihat Eliza istrinya yang masih memejamkan mata. Rayhan kemudian menarik tubuh Eliza dan memeluknya. "Aku ingin tiada bersamamu sayang, jangan pergi. Kembalihlah aku mohon" Teriak Rayhan, isak tangisnya semakin jadi bersamaan pelukan eratnya pada tubuh Eliza.


Air mata Rayhan tak henti mengalir membasahi pipinya dan pipi Eliza yang ia peluk, "Ya Allah, hamba mohon kembalikan istriku" Lirih Rayhan bedoa, entah keajaiban atau takdir tuhan tidak ada yang bisa tahu dan memahami karena segala sesuatu di dunia ini tidak akan terjadi tanpa kehendak ilahi, dan akan terjadi jika sang kuasa Ilahi berkendak. Tangis Rayhan, cinta dan doa Rayhan yang tulus membuat sang Ilahi mendengar doa nya. Layar monitor yang tersambung di tubuh Eliza tiba-tiba kembali berbunyi.


tit............tit.............


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Author rasanya gak sanggup menulis lebih detail lagi di episode kali ini karena author jadi teringat pengalaman pribadi....Rasanya sangat teramat sakit dan pedih ketika harus melepas seseorang yang kita cintai terutama belahan jiwa kita pergi untuk selama-lamanya menghadap sang Ilahi. 😭😭

__ADS_1


Semoga terhibur, jaga kesehatan.....love you All😍😍.


__ADS_2