Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 62


__ADS_3

Atas perintah Rayhan, Reno sudah menyelidiki kediaman Ron yang di jaga ketat oleh banyak bodiguard. Rayhan sudah tidak perduli lagi bagaimana pun caranya ia harus membawa Eliza gadis yang di cintainya itu dari Ron. Rayhan yakin bahwa Eliza pasti mempunyai alasan kenapa bersikap seperti itu pada dirinya saat bertemu di pantai dan juga ia ingin tahu kenapa gadis yang di cintainya itu bisa bersama dengan rivalnya Ron Fernandes, semua terasa seperti teka-teki bagi dirinya.


Kini Rayhan sudah berada di depan kediaman rumah Ron di ikuti dengan Reno yang membawa anak buahnya. Rayhan berjalan memasuki kediaman Ron, entah mengapa semua terasa aneh karena para bodiguard Ron membiarkan Rayhan masuk tanpa paksa saat Rayhan mencoba bertamu dengan sopan.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Ron" Ucap Rayhan saat berada di pintu utama.


"Mari silahkan tuan, kami antar" Para bodyguard itu membawa Rayhan dan Reno masuk ke dalam rumah Ron yang besar itu.


"Tuan Rayhan yang terhormat, bagaimana kabar anda? senang anda berkenan berkunjung di kediaman saya" Ucap Ron dengan seringai di bibirnya menyambut Rayhan duduk di kursi yang berada ruang tamu ketika Rayhan bersama Reno di persilahkan masuk oleh bodiguard nya.


Rayhan menghentikan langkahnya saat berdiri berada di hadapan Ron. "Tuan Ron, saya tidak ingin basa-basi. Dimana kekasih saya Eliza? Saya kesini ingin membawanya kembali" Ucap Rayhan tegas menatap pada Ron.


"Maaf tuan Rayhan sepertinya anda salah alamat. Disini tidak ada wanita yang bernama Eliza apalagi kekasih anda itu"Ucap Ron berdiri dari duduknya menatap sinis Rayhan masih dengan seringai di bibirnya. Sedangkan Reno dan John masih setia berada di belakang tuannya masing-masing.


"Tuan Ron apa sebenarnya mau anda, jika anda ada dendam pribadi dengan saya hadapi saya sebagai laki-laki sejati tidak menggunakan cara licik memanfaatkan wanita yang saya cintai" Tangan Rayhan sudah mengepal, rasanya ia ingin memukul laki-laki di hadapannya saat ini.


Ron tergelak, "Laki-laki sejati" Ucap Ron sejenak menertawakan kata-kata itu yang keluar dari bibir Rayhan.


Bara Jaya lihatlah cucu mu Rayhan berbicara tentang Laki-laki sejati......apakah perbuatanmu yang meninggalkan anak dan istrimu tanpa tanggung jawab itu di sebut laki-laki sejati... Rahang Ron mengeras menahan amarah mengingat penderitaannya bersama Nancy selama ini.


"Baiklah tuan Rayhan. Saya ikuti kemauan anda, kita berhadapan sebagai laki-laki sejati" Ron mengangkat tangannya memberi perintah pada john, John pun yang sudah mengetahui maksud dari tuannya segera menunduk sejenak pada Ron kemudian berlalu menaiki anak tangga yang terlihat dari ruangan itu. "Tuan Rayhan, biarkan kekasihku Jolie yang menentukan pilihannya siapa laki-laki yang di cintai"


"Dia Eliza bukan Jolie" sahut Rayhan masih menatap Ron. Keduanya masih saling beradu pandang dengan tatapan siap saling menerkam. Beberapa saat kemudian John terlihat kembali menuruni anak tangga dengan seorang gadis didepannya, gadis yang selama ini bertahta di hati kedua pria tampan itu.


Rayhan menoleh pada anak tangga terlihat gadis cantik yang sangat ia cintai berhenti dan berdiri di anak tangga terakhir dengan pandangan menunduk.


"El sayang" Rayhan perlahan mendekati Eliza. "Ikutlah bersamaku sayang" Suara lembut Rayhan serasa tidak asing di telinga Eliza. Satu tangan Rayhan meraih tangan Eliza, satu tangan lagi terangkat memegang dagu Eliza, mengarahkan wajah Eliza yang menunduk untuk memandang wajahnya.

__ADS_1


Kedua manik mata indah itu bertemu, manik mata Eliza yang mencari tahu siapa laki-laki di depannya ini sebenarnya yang bisa membuat hatinya berdegup kencang, sedang manik mata Rayhan yang ingin memberitahu bahwa ada cinta yang begitu besar di hatinya untuk gadis yang ada di hadapannya saat ini.


Eliza mencoba menguatkan hatinya untuk menggerakan bibirnya menjawab Rayhan. "Maaf tuan Rayhan, saya tidak mau ikut dengan anda" Seketika Eliza mengalihkan pandangannya, Entah mengapa ia tak sanggup memandang manik mata laki-laki di hadapannya ini. Pikiran dan hatinya seolah saling bertentangan.


"Kenapa El sayang, saya sangat mencintaimu. Apa yang kamu sembunyikan dariku. Katakanlah jangan takut, saya akan melindungimu meskipun nyawa saya taruhannya"


DEEEG.......Ucapan Rayhan sudah seperti anak panah yang menghancurkan benteng pertahanan yang sedari tadi Eliza buat untuk menghindari Rayhan. Rayhan mengalihkan tatapannya mencari manik mata indah Eliza yang menghindari tatapannya. "Tatap mata saya El sayang, apa kamu tidak mencintai saya"


"Tidak tuan"...........


--------Flash back on-------


Perlahan Eliza mulai membuka kedua mata indahnya. "Jolie" Ucap Ron yang duduk di dekat tempat tidur Eliza.


Ron membawa Eliza yang pingsan saat bersama Rayhan di pantai pulang ke kediamannya. Ron sudah menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa Eliza.


"Paman, apa yang terjadi?" Eliza mencoba mengingat, tangannya terangkat memegang keningnya. Sekilas ia mengingat kejadian sebelum ia pingsan. "Laki-laki tadi siapa Paman, saya merasa tidak asing dengannya" Ucap Eliza seraya bangun dari posisinya berbaring di bantu Ron.


"Kenapa paman? Sepertinya Laki-laki tadi mengenaliku? dia juga kenapa memanggilku Eliza" Entah mengapa Eliza merasa tidak asing dengan nama panggilan itu.


"Dia itu laki-laki psikopat terobsesi dengan kamu Jolie" Ron berusaha memanipulasi pikiran Eliza.


Eliza sejenak terdiam. Dalam benaknya Eliza seperti masih tidak percaya karena ia merasa laki-laki yang bertemu dengannya tadi tidak seburuk itu. "Benarkah paman, tapi sepertinya dia orang yang baik" tutur Eliza menunduk membuat Ron sedikit terusik.


Ron selalu bersikap lembut pada Eliza, ia sebenarnya tulus menyanyangi Eliza. Ron tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan saat Eliza kehilangan ingatan, Ia ingin bisa membuat Eliza jatuh hati padanya sebelum ingatan Eliza kembali pulih dan sebenarnya Ron juga berharap ingatan Eliza selamanya hilang dan hanya ada dirinya yang ada di ingatan Eliza.


"Dia bukan laki-laki yang baik El, dia dan keluarganya sudah membuat Momy dan aku hidup menderita" Ucap Ron membuat pandangan Eliza yang tadinya menunduk beralih menatap Ron. Terlihat amarah kebencian pada manik mata indah itu, manik mata yang bisa membuat wanita manapun terpikat.

__ADS_1


"Maksud paman" Tanya Eliza hati-hati.


"Dia adalah Rayhan Syarif. Laki-laki yang begitu terobsesi dengan dirimu sampai dia tidak perduli bahwa kamu dan saya saling mencintai. Dia itu psikopat sangat berbahaya, kamu harus hati-hati dengannya sayang. Rayhan dan keluarganya juga bukanlah orang yang baik, karena mereka telah menghacurkan hidupku dan Momy." Ron perlahan beranjak dari duduknya berjongkok di depan Eliza yang duduk di pinggiran ranjang.


"Jolie sayang, berjanjilah padaku. Katakan pada laik-laki itu bahwa kamu hanya mencintaiku dan saya mohon kamu jangan berhubungan dengan laki-laki itu lagi karena ia sangat berbahaya" Pinta Ron memegang tangan Eliza dengan wajah serius untuk menutupi kebohongannya. "kamu mau kan" Eliza yang polos di tambah lagi dengan memori ingatannya yang hilang, mengangguk percaya dan menyetujui dengan ucapan Ron.


------Flash back off-------


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..........


Mohon maaf Readers tercinta baru bisa up date.....🙏🙏........Happy reading ya..... jaga kesehatan selalu...... Love you All 😊😊😍


__ADS_2