Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 112


__ADS_3

Pagi hari di depan rumah Reza terlihat seorang laki-laki tampan sedang berdiri bersandar pada mobilnya memperhatikan seorang wanita cantik duduk termenung di bangku sebuah taman kecil yang berada depan rumah, dengan tangan memegang perut datarnya. "Sayang, mulai sekarang mama akan bersemangat untukmu" Eliza ingin berusaha bangkit dari keterpurukannya demi calon anaknya dan di tambah lagi ia juga akan segera di wisuda. Eliza ingin kembali berkerja setelah lulus kuliah dan berusaha membesarkan anaknya meski dia harus menjadi seorang single parent nantinya karena ia masih merasa sakit teramat saat bertemu dengan Rayhan.


Dari sela-sela pagar besi, Rayhan dapat melihat istri cantiknya itu termenung yang terlihat sedikit pucat dan mata masih sembab. Rayhan berusaha mati-matian menahan untuk tidak menemui istri tercintanya itu. "Aku sangat menyayangimu istriku" Guman Rayhan kemudian masuk ke dalam mobil dan melajukannya menuju perusahaan.


"Gadis kecilku, hari ini kakak akan pulang cepat. Apa ada yang kamu inginkan?" Tanya Reza pada adiknya sembari ikut duduk di sebelahnya. Eliza yang tadinya menunduk kini beralih menatap kakaknya kemudian perlahan ia mengelengkan kepala. "Yakin....?" Tanya Reza kembali membuat Eliza membuka suara.


" Kak...!!" Eliza menjeda ucapannya. Reza tampak mengeryit menatap adiknya. "Sebentar lagi Eliza wisuda, apa boleh setelahnya Eliza berkerja" Tanya Eliza pada kakaknya. Reza tampak bingung menjawab.


"Gadis kecilku, kenapa kamu ingin bekerja? kamu kan sedang hamil tidak boleh terlalu lelah. Biarkan kakak saja ya yang bekerja" Reza mengusap lembut kepala adikknya. "Semua harta yang kakak miliki adalah milikmu juga dan tak akan habis untuk tujuh turunan jadi kamu tidak perlu berkerja lagi" Ucap Reza berusaha membujuk adiknya itu.


"Bukan itu kak, tapi Eliza ingin jadi wanita yang sukses dan yang bisa di banggakan agar anak Eliza kelak bangga pada ibunya" Tutur Eliza setengah memohon pada kakaknya.


Reza menghela nafas pelan, ia tahu akan sia-sia saja jika melarang adiknya itu. "Baiklah dengan satu syarat, kamu bekerja di perusahaan baru kakak di kota ini atau tidak boleh bekerja sama sekali" Tawar Reza membuat Eliza terdiam berpikir sejenak.


"Apa syaratnya bisa di ganti kak" Ucap Eliza polos membuat Reza ingin tertawa, ternyata adiknya itu memang tidak pernah berubah sejak dahulu masih selalu polos.


"Tidak bisa" Tolak Reza membuat Eliza meberengut kesal pada wajahnya yang tadinya terlihat murung.


"Eliza kan ingin mandiri kak, kalau kerja di perusahaan kakak, itu sama saja Eliza nebeng sama kakak" Reza sudah tidak bisa menahan lagi tawa nya.


"Siapa yang nebeng El?" Tanya Reza masih melanjutkan tawa nya. "Gadis kecilku, perusahaan itu milik kamu. Kakak sengaja membangunnya untukkmu" Reza sudah berhenti tertawa dan terlihat kembali serius. "EL FADIYAH GROUP itu nama perusahaan yang kakak dirikan untukmu" Imbuh Reza membuat Eliza merasa kaget dan terharu pada kakaknya karena nama perusahaan itu ada namanya dan mamanya.

__ADS_1


Eliza memeluk kakaknya. "Terima kasih kak, Eliza akan berusaha bersemangat" Ucap Eliza.


Hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu Ray. Ucap Reza dalam hati. Karena perusahaan yang ia dirikan untuk Eliza akan berkerja sama dengan perusahaan Rayhan. Dengan kerja sama itu Rayhan dan Eliza akan semakin dekat sering bertemu dan semoga Eliza sudah bisa mengatasi trauma nya serta perlahan bisa memaafkan Rayhan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiga gelas wine terangkat dengan suara dentingan dari ketiga gelas itu saat bertemu secara perlahan. Tawa seringai terdengar dari tiga orang yang kini berada di sebuah club malam. "Kau hebat Bella, bisa membuat Jolie dan ponakanku Rayhan Syarif berpisah" Ucap pria tampan itu yang hanya di tanggapi senyum kecut dari Bella.


"Tentu saja sayang, aku hebat karena kekuatan cintaku padamu" Sindir Bella mendekatkan duduknya pada pria itu. "Apa kau tidak ingin berubah pikiran, gadis yang kau sukai itu sungguh payah" Kesal Bella merangkul lengan pria tampan itu. "Baru di gertak sedikit saja sudah percaya dan menangis seperti itu, harusnya kau mencintaiku yang lebih dewasa seumuran denganmu dan tidak seperti anak kecil itu" Rayu Bella mencoba ingin membuat pria tampan itu membandingkan bahwa dirinya lebih baik dari pada Eliza.


Tangan Bella seketika terlepas oleh sentakan tangan pria tampan itu yang tak lain adalah Ron. "Jangan menyentuhku karena hanya Jolie ku yang berhak untuk itu" Ucap Ron dingin pada Bella.


"Kau sungguh menyebalkan Ron, untung saja aku mencintaimu" Kesal Bella kembali meminum gelas berisi wine di tangannya.


Rayhan dengan suatu alasan sengaja mencabut tuntutannya atas kasus dua kali percobaan pembunuhan yang di lakukan Ron terhadapnya. Dengan di cabutnya tuntutan Rayhan maka mempermudah kebebasan Ron.


"To the point saja apa yang kau inginkan Ron" Tanya pria paruh baya itu pada rekannya. Ron menyeringai, kemudian membetulkan posisi duduknya dari bersandar pada sofa.


"Anak gadismu..."


Pria paruh baya itu mengeryit tersenyum miring mendengar ucapan Reza. "Itu sebabnya kau memanggilku ayah mertua?" Tanya pria paruh baya itu yang tak lain adalah Baron.

__ADS_1


"Hmm" sahut Ron dengan mengangguk. Ron setelah mengetahui Reza adalah kakak dari Eliza, ia pun menyelidiki latar belakang keduanya dan fakta yang mengejutkan ternyata Baron yang merupakan rekannya dalam dunia mafia adalah ayah dari gadis yang dicintainya selama ini.


"Rupanya karena anak gadis itu, apa yang kau inginkan darinya? Jangan bilang kau tertarik padanya!!" Tanya Baron menebak.


"Bukan hanya tertarik tapi aku sudah jatuh cinta sejak lama dengan anak gadismu itu" Ujar Ron membayangkan wajah Eliza, Ia sungguh sangat rindu dengan Eliza. "Tapi sayang sekali anak gadismu itu sudah menikah dengan Rayhan Syarif" Kesal Ron merasa kecewa.


Baron sekilas dapat melihat ada cinta yang besar saat Ron berbicara tentang anaknya dan itu membuat dia berpikiran akan sangat menguntungkan jika seoarang Ron Fernandes menjadi menantunya. "Baiklah karena kau adalah rekanku dan telah banyak menolongku maka akan ku bantu kau untuk mendapatkan anak gadis itu" Ujar Baron tersenyum miring pada pria yang usianya dua tahun lebih tua dari usia Reza anak kandungnya. Ron memang terbilang masih mudah dan baru di dunia mafia tapi sepak terjangnya bisa melebihi Baron yang jauh lebih senior dari dirinya.


"Terima kasih Ayah mertua, aku senang mendengarnya" Ketiganya pun kembali bersulang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2