
-----_Happy Reading All_-----------
Jangan lupa beri Like ya, makasih ππ
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Dengan seringai di bibirnya dan tatapan mata yang penuh arti, Ron pun perlahan mendekati Eliza.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam Jolie sayang" Suara Ron dibuat selembut mungkin mendekati Eliza. Eliza pun refleks mundur sampai badannya membentur dinding lift. Kini satu tangan Ron sudah berada di samping wajah Eliza menopang di dinding lift, mengunci pergerakan Eliza yang tepat berada di depannya.
Ron mendekatkan wajahnya pada Eliza, tercium aroma harum dari tubuh Eliza. Aroma yang sama, harum yang sama masih seperti dulu saat pertama kali mereka bertemu. Ron begitu kenal dan mengingat aroma itu ketika Eliza menolongnya dan Eliza berada diatas tubuhnya. Eliza tidak pernah memakai parfum seperti layaknya wanita-wanita dewasa lain. Hanya dengan memakai deodorant, bedak bayi, lotion bayi dan parfum anak-anak ditubuhnya, itulah kebiasaan yang selalu Eliza pakai.
Raut wajah Eliza berubah jadi pucat, ia tahu seberapa berbahayanya laki-laki yang ada dihadapannya saat ini, apalagi ketika satu tangan Ron terangkat membelai rambut Eliza, turun ke pipi dan Ron pun mendekatkan bibir nya pada ceruk leher Eliza, desiran nafas Ron membuat Eliza kaget dan menjatuhkan buku-buku mata kuliahnya.
Eliza berusaha mendorong tubuh Ron yang ingin mencium lehernya. "Jangan sentuh saya" Teriak Eliza. Meskipun Eliza bisa bela diri tapi tentu saja tenaganya sebagai seorang wanita tidak akan kuat mendorong tubuh kekar Ron.
"Kenapa tidak boleh menyentuhmu Jolie" Suara Ron begitu pilu terdengar, rasa kecewa, cemburu dan sakit hati yang ia rasa tersirat di dalamnya. "Apa aku begitu kotor sampai kamu tidak ingin aku sentuh. Apa hebatnya laki-laki itu Jolie sampai kamu membiarkan dia memegang tanganmu, menyentuh rambutmu?" Ucap Ron meninggi.
__ADS_1
"Sebenarnya apa mau kamu? kenapa kamu memanggilku Jolie" Eliza memalingkan wajahnya saat pandangan Ron tertuju pada bibirnya.
Ron tertawa sinis, tanpa memperdulikan pertanyaan Eliza. "Bibir ini, apa laki-laki itu sudah menciumnya" ibu jari tangan Ron mengusap lembut bibir Eliza yang terlihat menggoda bagi Ron sampai ia menelan air liurnya.
"Kamu sekarang sudah dewasa ya Jolie, semakin cantik dan semakin menarik" Bisik Ron di telinga Eliza. Eliza terlihat panik satu-satunya harapan ia adalah agar pintu lift segera terbuka.
"Aah" Teriak Eliza saat Ron menggigit daun telinga Eliza. Eliza refleks, tangannya terangkat ingin menampar Ron tapi Ron dengan mudah menahan tangan Eliza menariknya dan mendekap tubuh Eliza.
"Kamu nakal Jolie, tapi aku semakin suka" Ron sebenarnya sangat mencintai Eliza, ia sama sekali tidak ingin menyakiti Eliza hanya saja rasa cemburu di dalam dirinya begitu besar hingga ia tidak bisa menahan amarah yang bergejolak. "Tinggalkan laki-laki itu, aku akan berikan segalanya untukmu" Wajah Ron terlihat serius dan bersungguh-sungguh.
__ADS_1
"Eliza tidak mau" Jawab Eliza juga serius berusaha menahan rasa takutnya.
Mendengar ucapan Eliza, amarah Ron semakin berkobar. Ia bukanlah tipe pria romantis yang bisa tahu bagaimana cara menghadapi wanita. Karena sama halnya dengan Rayhan Ron baru pertama kali jatuh cinta dan itu pada gadis yang sama yaitu Eliza, gadis penyelamat mereka.