
"Apa yang laki-laki itu miliki yang tidak aku miliki? Katakan Jolie" Tatapan mata Ron sudah seperti mengintimidasi, sungguh ia merasa hancur wanita yang di cintai selama bertahun-tahun ternyata mencintai laki-laki lain. Andai saja ia tahu akan seperti ini, pasti sejak pertemuan pertama dengan Eliza yang masih sekolah, Ron akan mendekap Eliza tak akan melepaskannya dan akan berusaha membuat Eliza mencintainya biarpun nantinya dia akan di sebut sebagai pedofil, ia tidak perduli.
"Eliza tidak mengerti apa maksudmu dan kenapa kamu bersikap seperti ini. Kenapa kamu bertindak seolah-olah kenal dengan Eliza. Apa Eliza pernah berbuat salah?" Pertanyaan itu di lontarkan Eliza meskipun sebenarnya dirinya di liputi rasa takut.
Mendengar pertanyaan Eliza, hati Ron terasa sakit. Tapi mungkin dirinya yang salah, karena tidak semua yang ada di dunia ini akan berjalan sesuai dengan keinginan dan pemikirannya. Ia begitu bodoh, mana mungkin gadis sekolah SMU yang waktu itu bisa ingat dirinya hanya dengan sekali bertemu.
Sejak pertemuan pertama dengan Eliza, Ron sering secara diam-diam mengawasi dan memotret segala kegiatan Eliza, ketika Eliza di sekolah, di taman dan ketika Eliza bersama teman-temannya dan satu lagi yang paling Ron tahu ketika Eliza terlihat murung, Ron mengikuti Eliza sampai berada pada sebuah stand es krim. Ron mengawasi Eliza di bangku yang berbeda, senyumnya mengembang ketika melihat Eliza yang sedih itu sedang menggerutu sendiri sambil melampiaskan kesedihannya pada berbagai macam es krim di depannya. "Benar-benar gadis yang manis"pikir Ron saat itu.
__ADS_1
Itulah yang di lakukan Ron, memperhatikan Eliza secara diam-diam. Dan akhirnya dia tidak sempat tahu nama dan alamat gadis itu karena setelah itu Ron mendadak harus kembali ke negara perancis, disibukkan dengan dunia bisnis dan geng mafia nya.
Selama itu pula bayangan Eliza selalu menghantuinya, berputar-putar terus di kepala dan bersemayam hatinya. "Paman.....Paman....." suara Eliza memanggilnya dengan tersenyum selalu terdengar di telinganya. "Gadis ini sungguh berbahaya" Umpat Ron yang tak jarang ia lontarkan ketika Eliza muncul lagi dalam pikirannya. Setelah beberapa tahun Ron pun kembali ke negara YY untuk mencari keberadaan Eliza, tapi sayangnya ia sama sekali tidak menemukan jejak Eliza.
Ron masih mendekap tubuh Eliza. Lagi-lagi Ron tidak menjawab pertanyaan Eliza. Yang terlontar dari mulutnya masih sama, sebuah perintah yang sudah seperti ancaman bagi Eliza. "Sekali lagi aku katakan padamu, jauhi laki-laki itu. Karena hanya aku yang boleh bersamamu suka atau tidak, hanya aku Jolie yang boleh memilikimu" Ron mendekatkan wajahnya pada Eliza, dia sudah tidak bisa menahan amarahnya. Dengan paksa Ron ingin mencium Eliza. Eliza dengan sekuat tenaga berusaha menolak dan.....
Pintu lift terbuka, Ron pun menarik paksa tangan Eliza untuk mengikutinya keluar dari lift. Eliza berusaha melepaskan tangannya, tanpa di sadari ada sebuah suara yang menghentikan Ron.
__ADS_1
"Tuan Ron apa yang anda lakukan" Seketika Ron menoleh pada suara itu, dilihatnya Reno yang sedang berdiri tepat di belakangnya.
Elizapun mengambil kesempatan itu menggigit tangan Ron, membuat Ron kaget dan seketika melepas pegangan tangannya pada Eliza. Eliza berlari menghampiri Reno.
Sorot mata tajam Ron menatap intens pada gadis itu yang berdiri dan bersembunyi di balik punggung Reno sambil memegang lengan Reno. Entah mengapa seketika hatinya tersentak, harusnya Eliza berada dibalik punggungnya, harusnya ia yang melindungi Eliza bukan malah Eliza berlindung pada laki-laki lain dan lebih parahnya lagi karena Eliza takut pada dirinya.
Tangan Ron mengepal, ia merutuki kebodohannya yang sudah menyakiti gadis yang ia cintai........
__ADS_1