
"Hebat sekali kau ayah mertua" Ucap Ron tersenyum baru masuk ke apartemen ikut duduk dihadapan Baron yang sedang berada di sofa dengan wine di tangan dan Rudi berdiri berada di sampingnya.
"Tentu saja Ron fernandes. Aku sudah bilang padamu, anak itu seperti ibunya sangat mudah untuk di bodohi" Seringai Baron menuang wine pada gelas kemudian memberikannya pada Ron. "Minumlah"
"Lantas apa selanjutnya rencanamu ayah mertua" Tanya Ron meminum wine pemberian Baron.
"Kita bawa anak itu ke perancis. Saat sampai di sana, aku akan mengajaknya menemui seorang ahli hipnotis kenalanku yang akan membuatnya melupakan masa lalunya dan hanya akan mengingat dirimu seorang" Ucap Baron membuat Ron terlihat senang dan bersemangat.
"Kau hebat ayah mertua, aku sungguh sangat senang mendengarnya. Aku akan menjaga anak gadismu dan membahagiakannya dengan segenap jiwa ragaku" Ucap Ron betapa ia mencintai Eliza dan ingin memilikinya.
"Aku sama sekali tidak perduli dengan anak itu. Aku hanya ingin kau menepati janji untuk memberikan kekuasaan mu sebagai ketua mafia di kawasanmu" Ucap Baron yang terdengar sangat kejam pada Eliza tapi Ron tidak heran dan tidak perduli dengan itu semua karena ia sudah bertekad jika bisa memiliki Eliza maka ia akan melepas dunia mafia yang ia kuasai dan ingin hidup bahagia bersama Jolie dan momy nya.
"Tentu, setelah semua rencanamu berjalan lancar dan anak gadismu menjadi milikku maka semua kekuasaanku di dunia mafia akan kuserahkan padamu" Jawab Ron.
"Bagus, nanti malam kita akan berangkat ke perancis setelah anak itu datang" Tawa Baron merasa senang dengan rencana jahatnya menukar cinta tulus anak kandungnya itu dengan kekuasaan.
*******
Setelah pulang dari apartemen Baron, Eliza kembali pulang ke rumah.
Ya Allah berikanlah kesembuhan untuk papa dan benarkanlah keputusan hambamu ini serta buatlah kak Ray mau memaafkan hamba nantinya.....Aamiin. Doa Eliza setelah menjalankan sholat dhuhur.
Eliza kemudian berkemas menata beberapa baju dan beberapa keperluannya ke dalam sebuah tas untuk keberangkatan nanti malam.
Sore hari setelah memasak untuk makan malam, Eliza bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi Eliza merebahkan dirinya senjenak di kasur karena merasa lelah. Perlahan mata Eliza terpejam sampai tak terasa ia bisa melihat bayangan mama nya samar-samar mulai mendekat duduk di sampingnya perlahan, dengan tersenyum Fadiyah membelai lembut rambut Eliza yang masih terbaring di kasur. "Percayalah doa mama akan selalu ada bersamamu nak" Ucap mama Fadiyah pada Eliza.
"Eliza sayang mama" Lirih Eliza menatap mamanya yang masih tersenyum di sampingnya hingga perlahan bayangan Fadiyah mulai menghilang membuat Eliza kaget. "Mama jangan pergi...!!" Teriak Eliza seketika terbangun duduk di kasur merasakan sedang berada dalam pelukan erat seseorang.
__ADS_1
Rayhan yang baru pulang dari kantor mencari keberadaan Eliza. Ia tersenyum mendapati istrinya sedang tertidur di kasur. Perlahan ia mendekati duduk di sampingnya. Rayhan menatap gemas istrinya hingga ia tersentak kaget saat tiba-tiba Eliza terbangun berteriak memanggil mamanya dan Rayhanpun segera memeluk Eliza.
"Sudah tidak apa-apa sayang, kamu pasti sedang bermimpi" Ucap Rayhan membelai lembut Eliza yang berada dalam dekapannya.
"Eliza mimpi bertemu mama" Ucap Eliza masih memeluk Rayhan. "Kak Ray sudah pulang, maaf ya Eliza ketiduran" Lirih Eliza perlahan melonggarkan pelukannya pada Rayhan.
"Tidak apa-apa sayang, kamu pasti lelah. Istirahatlah" Rayhan mencium kening Eliza setelah membelai lembut perutnya. "Aku mandi dulu sayang" Rayhan beranjak ke kamar mandi.
Malam hari pukul 8, Rayhan dan Eliza berada di kamar. "Eliza sayang sama kak Ray" Eliza memeluk Rayhan yang berbaring di sampingnya rasa gundah begitu menghinggapi dirinya.
Rayhan tersenyum membalas pelukan Eliza. "Aku juga sangat menyayangimu dan calon anak-anak kita sayang" Rayhan membelai lembut rambut Eliza yang tidur di dada bidangnya. "Aku akan menjaga kalian dari apapun dan siapapun. Percayalah padaku" Keduanya berpelukan hingga sama-sama memejamkan mata.
Pukul 9 malam Eliza perlahan membuka matanya menatap Rayhan yang terlihat sudah tenggelam ke alam mimpi. "Maafin Eliza kak Ray, Eliza hanya pergi beberapa hari sampai papa sembuh. Kak Ray jaga diri baik-baik ya selama Eliza tidak bersama kak Ray" Lirih Eliza membelai lembut pipi Rayhan mencium keningnya. "Aku mencintaimu suamiku" Eliza perlahan beranjak bangun kemudian ia berganti baju dan membawa tas yang telah ia siapkan tadi. Sekilas Eliza menoleh menatap suaminya sebelum beranjak keluar kamar.
Eliza secara perlahan melangkah keluar rumah dan entah bagaimana caranya iapun berhasil melewati pengawal Rayhan yang berjaga.
"Silahkan nona" Ucap Rudi membukakan pintu ketika Eliza sampai di apartemen Baron. Eliza mengangguk kemudian ikut melangkah masuk, sampai di ruang tamu sudah ada Baron menyeringai, duduk di kursi roda sudah bersiap untuk membawa anak perempuannya itu atau lebih tepatnya menjalankan rencananya membawa kabur Eliza untuk di tukar dengan kekuasaan yang di miliki Ron.
"Kamu sudah siap nak, kita berangkat ya..! Rudi sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan kita dengan pesawat pribadi" Ucap Baron.
Eliza masih tampak ragu, mendekati Baron duduk di sofa dekat kursi roda. "Ya Pa, Eliza sudah siap" Jawab Eliza yang begitu mudah di bodohi oleh Baron hanya karena ingin menjadi anak yang berbakti.
"Rud, kita berangkat sekarang" Ucap Baron menoleh pada Rudi di sampingnya.
"Baik tuan" Rudi pun mendorong kursi roda Baron keluar apartemen di ikuti Eliza.
Eliza dan Baron sudah masuk kedalam mobil, sedangkan Rudi berada di samping supir yang mulai melajukan mobilnya. Mobil Baron melaju menembus heningnya malam.
__ADS_1
Di dalam mobil Eliza begitu tampak gelisah merasa bersalah pada Rayhan.
Sedangkan Baron dan Rudi tampak saling menatap dengan seringai di bibir masing-masing.
Kau memang sangat cantik, baik dan polos seperti mama mu Eliza, pantas saja dengan mudah bisa membuat seorang Rayhan Syarif dan Ron Fernandes tergila-gila, tapi sayang kau adalah anak haram Fadiyah dan selingkuhannya. Batin Baron menatap lekat Eliza yang sebenarnya adalah anak kandungnya.
Mobil Baron masih melaju hingga sampai pada jalanan yang tampak sepi tiba-tiba sebuah mobil melaju cepat menyalip mendahului mobil Baron membuat supir Baron menginjak rem secara mendadak hampir menabrak mobil itu yang berhenti tepat di depannya.
"Ada apa Rud?" Tanya Baron yang merasa kaget.
"Maaf tuan, di depan ada mobil yang menghentikan mobil kita" Ucap Rudi yang juga tak kalah kaget.
Eliza menatap lekat mobil itu merasa tidak asing hingga ia mebelalakkan mata membenarkan dugaannya saat seseorang keluar dari mobil.
"Kak Ray......" Lirih Eliza.......
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung......