Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 59


__ADS_3

Di kediaman Rayhan.


"Ma, Ray tidak bisa hidup tanpa Eliza Ma" Ucap Rayhan membaringkan kepalanya di pangkuan Mamanya tanpa terasa air matanya menetes. Laki-laki itu benar-benar terlihat kacau. Nani mama Rayhan tidak tega melihat anak laki-lakinya terlihat begitu terpuruk. Nani membelai kepala Rayhan penuh kasih sayang.


"Kamu harus kuat Nak, kamu jangan putus asa. Mama yakin kamu pasti akan bertemu dengan Eliza" Nani begitu mencintai kedua anaknya. Rayhan dan Hanna adalah buah cinta dari dirinya dan tuan Syarif almarhum suaminya.


Rayhan sebagai anak laki-laki selalu patuh dan menjadi anak yang baik. Sejak kepergian Papanya, Rayhan berusaha keras mengambil alih tanggung jawab keluarganya. Selama ini Nani tidak pernah melihat Rayhan menyukai wanita manapun tapi kali ini, ia benar-benar melihat cinta tulus di mata anaknya itu. "Ingat nak masih ada Tuhan yang akan selalu menolong hambanya. Berdoalah, jika memang kalian berjodoh pasti akan bertemu sesulit apapun rintangan yang kalian hadapi" Nani berusaha memberikan semangat pada Rayhan.


"Bangkit dan bersemangatlah Nak. Jika kamu seperti ini bagaimana bisa kamu menemukan Eliza. Yakinkan satu hal bahwa doa mama akan selalu bersamamu Nak" Ucapan Nani membuat Rayhan terlihat sedikit tenang dan kembali bersemangat. Rayhan sudah bertekad dia akan terus mencari Eliza dan tidak akan pernah menyerah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di hotel XX, sebuah hotel yang terletak dekat dengan pantai dimana terlihat jelas panorama indahnya lautan yang membuat siapapun ingin melepas segala penak dan lelah untuk berlibur di hotel itu.


Hari ini di hotel XX itu terlihat begitu banyak persiapan yang dilakukan oleh pihak hotel dan para karyawan. Acara rutin akhir tahun yang di hadiri semua para pemimpin-pemimpin perusahaan besar di kota XX terlihat sangat megah.


Saat ini sudah tampak banyak pebisnis besar yang sudah hadir, jamuan makan, musik dan beragam acara sudah di persiapkan.


Seorang Ron Fernandes tampak telah tiba bersama seorang gadis di sampingnya Jolie yang tak lain adalah Eliza. Eliza terlihat sangat cantik dengan memakai dres berwarna putih selutut, rambut panjangnya terurai dan sedikit make up tipis natural di wajahnya membuat pesona kecantikan seorang Eliza semakin terpancar. Sejak dari rumah Ron tak henti-hentinya mengaggumi gadis yang di cintainya itu yang tampak seperti bidadari.


Aku pasti akan sangat cemburu Jolie, karena aku yakin semua laki-laki pasti akan terpesona melihatmu Jolie. Kau sangat Cantik. Batin Ron

__ADS_1


Semua arah mata memandang pada Eliza, gadis itu terlihat seperti gadis remaja yang masih sangat belia meskipun usia Eliza sudah 22 tahun. Eliza tampak tidak nyaman dengan semua tatapan yang memandangnya. Ron memegang erat tangan Eliza menunjukkan pada semua orang bahwa gadis yang berada di sampingnya itu adalah miliknya, tidak boleh ada yang mengusik.


Ron mengajak Eliza bertemu dengan relasinya yang baru tiba dari luar negeri." Tuan Ron Fernandes, apa kabar?" Tanya Bruno seorang pria pembisnis yang seumuran dengan Ron baru tiba dari luar negeri menjabat tangan Ron.


"Seperti yang anda lihat" Jawab Ron membalas menjabat tangan Bruno. Bruno menatap intens Eliza dari atas hingga bawah dengan tatapan seperti seorang pemburu yang menemukan mangsanya.


"Tuan Ron, sepertinya ada bidadari di samping anda?" tanya Bruno dengan seringai di bibirnya membuat Ron yang memperhatikannya sedari tadi merasa geram. Ron merangkul pundak Eliza.


"Dia adalah kekasihku, calon tunanganku" Ucap Ron tegas membuat nyali Bruno menciut karena dia tahu siapa Ron Fernandes itu.


"Hehe maaf tuan Ron, saya tidak bermaksud apa-apa" Ucap Bruno meringis kecil sembari mengangkat kedua tangannya tanda menyerah, takut melihat tatapan Ron. "Oh ya tuan Ron bagaimana perusahaan anda yang berada di perancis" Ucap Bruno mengalihkan pembicaraan. Ron pun berusaha bersikap profesional dengan meredam emosinya dan ikut serta menanggapi perbincangan itu.


Perbincangan diantara pebisnis itu membuat Eliza merasa bosan. Ron yang sedang asik larut dalam perbincangan dengan rekan-rekannya itu pun tidak menyadari ketika Eliza melepas tangannya perlahan.


Eliza yang merasa jenuh pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Ron di acara itu, Eliza beranjak keluar dari ruangan itu, berjalan di sekitar hotel. Eliza membulatkan mata melihat panorama indah di depannya, sebuah pantai yang sangat indah terpapar jelas di mata Eliza. Angin sepoi-sepoi membuat suasana semakin menyenangkan. Eliza seperti anak kecil berlari kepantai itu melepas sepatunya dan berjalan di pinggiran pantai. Eliza terlihat sangat senang menghirup udara bebas di pantai.


Disisi lain, Rayhan tampak baru saja tiba di hotel itu bersama Reno. Rayhan yang terlihat malas untuk mengikuti acara itupun, terpaksa datang karena permintaan Reno demi kelangsungan perusahaannya.


Rayhan merasa bosan melihat suasana di acara itu, apalagi ada sesosok Ron di sana yang masih misterius baginya, juga terlihat sedang asik berbincang dengan pebisnis-pebisnis lainnya.


"Ren, aku mau cari angin dulu" Ucap Rayhan meninggalkan Reno yang hanya mengangguk, melihat Rayhan berjalan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Bersambung.........


John : Katanya sakit thor?


Author. : Hem..... kecapek'an kerja lembur terus plus darah rendah......πŸ˜‘πŸ˜‘


John. : Makanya thor, nikah aja sama aku biar gak capek-capek kerja......biar bisa bercanda terus ma akuπŸ˜…πŸ˜…


Author. : Halu loe..... πŸ™„πŸ™„


John. : kok halu thor.......😧😧


Author. : Gue ogah di ajak produksi arang😌😌


John. : Kok produksi arang si thor..... πŸ€”πŸ€”


Author. : Lah kulit loe item, kulit gue sawo kematangan....Ntar yang ada anak kita kayak arang dah.... πŸ˜‚πŸ˜‚


John. : Ah Author gak seru...... awas aja kalau aku udah suntik pemutihπŸ™„πŸ™„


Author. : Ha.... ha..... 🀣🀣. Lagian loe kan ada di halu gue..... mana bisa nikah sama Author yang nyata..... Halu banget tau....... πŸ€­πŸ€­πŸ˜‡πŸ˜‡

__ADS_1


__ADS_2