
Adzan subuh berkumandang membangunkan Eliza dari tidur lelapnya. Perlahan Eliza mengerjapkan mata menyentuh bibirnya mengingat kejadian semalam saat Rayhan menciumnya sampai ia tertidur di pelukan Rayhan. Perlahan Eliza menyikap selimut yang menutupi tubuhnya menggeser duduk nya untuk turun dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi Eliza berniat menjalankan sholat subuh di ruang mushola keluarga yang terletak di lantai bawah. Perlahan Eliza melangkahkan kaki menyusuri tangga.
Langkah Eliza terhenti di depan pintu Mushola ketika mendengar seseorang berdoa untuk dirinya. Dengan sepenuh hati dan ketulusan Rayhan memanjatkan doa pada sang ilahi untuk dirinya.
Ya Allah....hambamu ini bersimpuh padamu memohon keridhoanmu untuk kesembuhan Eliza gadis yang hamba cintai dan sayangi. Pulihkanlah kembali ingatannya ya Allah. Angkat kesedihannya dan gantikan dengan kebahagiaan. Bantu hamba untuk bisa membuatnya kembali tersenyum karena hamba sangat menyanyanginya. Aamiin ya rabbal alamin.
Eliza terdiam mematung mendengar alunan doa dari Rayhan untuk dirinya.
Tuan Rayhan sangat baik dan tulus, tidak mungkin jika laki-laki itu seorang yang psykopat seperti yang di katakan oleh Ron.
"Sayang, kenapa tidak masuk" Sentuhan tangan Nany menganggetkan Eliza dari lamunan. "Ayo kita sholat" Nany menarik Eliza masuk ke dalam mushola. Rayhan yang telah selesai sholatpun menoleh pada kedua wanita itu. Tatapan mata Rayhan dan Eliza bertemu membuat Eliza menjadi canggung mengingat kejadian semalam tapi tidak dengan Rayhan yang tersenyum padanya seperti biasa.
Rayhan masih di Mushola membaca ayar-ayat suci Alqur'an sampai Nany dan Eliza menyelesaikan sholatnya.
"Ray, nanti ajaklah Eliza pergi mencari pakaian. Kasihan dari kemarin dia hanya menggenakan pakaian dari adikmu" Ucap Nany ketika Rayhan selesai dengan bacaannya. Mendengar kata Mamanya, Rayhan baru menyadari ia sama sekali belum membelikan Eliza baju setelah keluar dari rumah sakit.
"Baik Ma" Ucap Rayhan tersenyum sedangkan Eliza hanya terdiam masih merasa canggung.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Sayang, kenapa diam saja? kamu boleh memilih baju manapun yang kamu suka" Ucap Rayhan yang saat ini keduanya sudah berada di sebuah clothing store yang cukup terkenal di kota xx. Eliza hanya terdiam karena ia bingung dengan semua pakaian yang ada di depannya. "Tolong berikan semua yang di perlukan untuk kekasih saya ini" Pinta Rayhan pada salah seorang pelayan toko.
__ADS_1
"Baik tuan, mari nona" Ajak pelayan toko itu di ikuti Eliza.
Sementara Rayhan menunggu Eliza, pandangannya terarah pada sebuah pakaian couple, dres yang berwarna putih merah untuk wanita berpasangan dengan sebuah jaket yang juga berwana merah untuk laki-laki. Rayhan mengambil baju couple itu dan menyuruh pelayan untuk membungkusnya karena ia ingin suatu saat nanti bisa memakainya dengan Eliza di moment yang tepat.
Eliza sudah selesai dengan banyaknya totebag yang di bawakan pelayan toko atas perintah Rayhan. "Tuan ini semua terlalu banyak buat saya" Keluh Eliza karena Rayhan menyuruh pelayan toko untuk membungkus setiap pakaian yang di sentuh oleh Eliza.
Rayhan yang selesai melakukan pembayaran untuk barang belanjaan Eliza pun menoleh. "Tidak apa-apa, malahan kalau kamu mau saya ingin membelikan semuanya untuk kamu" Ucap rayhan membelai rambut Eliza, "Ayo sayang" Ajak Rayhan keluar dari clothing store itu di ikuti dengan dua pelayan toko yang membawa banyak tote bag dan memasukkan kedalam mobil Rayhan. "Terima kasih" Ucap Rayhan pada kedua pelayan itu dan memberikan beberapa lembar uang.
"Sama-sama tuan" Ucap kedua pelayan toko itu berlalu.
Rayhan mengedarkan pandangannya mencari keberadaannya Eliza yang tiba-tiba tidak ada di sampingnya saat ia fokus pada kedua pelayan toko. Rayhan tersenyum menemukan Eliza yang sedang berdiri di depan sebuah kedai Es krim yang berada di sebelah toko pakaian, ia tahu bahwa kekasihnya itu suka sekali dengan es krim apalagi saat suasana hatinya tidak baik.
Rayhan bingung melihat Eliza yang berbalik mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kedai es krim itu dan melangkah menghampiri dirinya yang sedang berada disamping mobil. Dengan sedikit menunduk dan malu-malu Eliza mendekati Rayhan. "Tuan, apa aku boleh meminta uang" Rayhan menatap wajah Eliza yang sudah memerah.
"Ayo sayang" Rayhan menarik tangan Eliza berjalan kearah kedai es krim. "Pilihlah es krim sesukamu sayang" Ucap Rayhan pada Eliza yang sudah berada di dalam kedai es krim dengan buku menu berbagai varian rasa.
"Benarkah tuan, apa aku boleh memilih semuanya" tanya Eliza sedikit takut menatap Rayhan.
"Tentu saja boleh sayang" Ucapan Rayhan sontak membuat Eliza merasa senang.
"Terima kasih tuan" Eliza tersenyum seperti anak kecil. Rayhan tidak habis pikir, Sesederhana inikah untuk bisa membuat kekasihnya itu senang padahal saat membeli pakaian tadi tidak ada sedikitpun ekspresi senang tampak di wajah Eliza. Tapi memang Rayhan sedari awal sudah tahu jika gadis yang di cintainya itu bukanlah wanita matre.
__ADS_1
Berbagai macam rasa es krim kini sudah berada di meja Eliza, Rayhan menatap gemas dengan kekasihnya itu yang menikmati banyak es krim sungguh manis sekali.
"Sayang, pelan-pelan makannya" Rayhan mengambil tisu dan mengusap bibir Eliza. Wajah Eliza seketika memerah merasa malu saat menatap Rayhan. Sekarang Eliza menyadari bahwa Rayhan adalah laki-laki yang baik dan ia merasa sangat menyanyangi laki-laki dihadapannya ini.
Setelah selesai dari kedai es krim, Rayhan mengemudikan mobilnya mengajak Eliza menuju ke sesuatu tempat.
"Kamu bisa mengingat tempat ini sayang" Ucap Rayhan pada Eliza saat mobilnya berhenti di depan sebuah rumah kontrakan. Eliza terdiam melihat sekitar tempat itu dari dalam kaca mobil. Perlahan ia beranjak membuka pintu mobil, tanpa sadar berjalan sampai memasuki pagar rumah kontrakan itu. Sekilas potongan-potongan ingatan tentang rumah itu muncul dalam fikirannya.......
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..........