Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Elisode 110


__ADS_3

"Aku mungkin bisa mempercayaimu tapi bagaimana dengan adikku? Dia terlihat begitu trauma padamu" Reza menghela nafas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Dulu sikap Papa Baron yang buruk pada mama dan dirinya sejak kecil membuatnya begitu menjaga diri dari laki-laki. Adikku menganggap serta meyakini semua laki-laki sama dengan Baron tapi hanya kamu laki-laki yang bisa mematahkan keyakinannya itu dan membuatnya bersedia menikah denganmu. Kali ini dia kembali terluka, dan itu akan jadi sangat sulit bagimu untuk mengembalikan kepercayaannya" Ucap Reza takut setelah melihat kondisi adiknya.


"Sesulit apapun aku tidak akan pernah menyerah untuk bisa meyakinkan dan membuatnya kembali percaya padaku" Ujar Rayhan, Dia tidak akan membiarkan istrinya membenci apalagi ketakukan pada dirinya. "Aku akan membuktikan bahwa diriku tidak bersalah" Ucap Rayhan meskipun masih benar-benar bingung apa yang sebenarnya terjadi kenapa bisa Bella memegang ponselnya dan menerima panggilan dari Eliza, sedang dirinya merasa sama sekali tidak pernah bertemu dengan Bella hari itu. Rayhan kembali teringat dirinya yang tersadar dengan bertelanjang dada di kantor dengan kepala yang terasa pusing.


Aku harus mencari wanita licik itu dan membuktikan bahwa diriku tidak bersalah. Geram Rayhan dalam hati.


"Aku tidak tahu harus berkata apa, tapi untuk saat ini biarkan Eliza bersamaku dulu" Tutur Reza yang juga masih bingung harus bagaimana yang jelas untuk sementara ia ingin adiknya menenangkan diri terlebih dahulu.


"Baiklah, tolong jagalah istriku. Aku akan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang di inginkan wanita licik itu" Ucap Rayhan geram beranjak melewati Reza masuk kedalam kamar di mana Eliza berada. Rayhan perlahan mendekati Eliza yang masih belum tersadar. "Maafkan aku El sayang, aku akan buktikan jika aku tidak bersalah" Rayhan mencium kening Eliza sebelum pamit pada Reza dan beranjak meninggalkan rumah sahabatnya itu.


Setelah kepergian Rayhan, datang seorang dokter pribadi yang di panggil Reza untuk memeriksa keadaan Eliza yang masih belum tersadar dari pingsannya.


"Bagaimana keadaan adik saya dokter" Tanya Reza saat dokter selesai memeriksa Eliza.


"Tuan Reza, keadaan adik anda baik-baik saja, hanya saja tubuhnya begitu lemah dan sepertinya adik anda mengalami stress yang berlebihan" Ucap Dokter itu.


"Anda benar dokter, dia sedang mengalami banyak masalah" Jawab Reza terus terang.


"Saya harap anda menjaga adik anda dari stress yang berlebihan yang bisa menjadi depresi dan hal itu sangat berbahaya bagi janin yang ada dalam kandungan adik anda" Ujar Dokter itu yang seketika membuat Reza berjengit kaget.


"Apa maksud dokter, apa adik saya hamil?" tanya Reza yang belum sempat di jawab oleh dokter itu karena tiba-tiba Eliza tersadar.


"Kak..." Panggil Eliza membuat keduanya menoleh. Eliza bangun perlahan dari tidurnya dan duduk di bantu oleh Reza.


"Nona sebaiknya anda jangan terlalu lelah, hindari pekerjaan berat dan terutama jangan banyak berpikir, anda harus menjaga kondisi anda agar janin dalam kandungan anda baik-baik saja" Eliza seketika terpaku kaget dengan kalimat yang di lontarkan dokter itu, Eliza menoleh pada kakaknya yang juga terlihat bingung.

__ADS_1


"Jadi maksud dokter, adik saya hamil?" Tanya Reza menatap penuh dokter itu dengan senyuman penuh harap.


"Benar tuan. Menurut hasil pemeriksaan saya, adik anda sedang mengandung. Untuk lebih jelasnya lagi anda bisa membawa adik anda ke dokter kandungan" Jelas dokter itu seketika membuat senyuman Reza semakin melebar dan memeluk adiknya.


"Aku akan segera menjadi paman, selamat ya gadis kecilku kamu akan jadi ibu" Seru Reza bahagia pada Eliza yang masih terdiam mematung dalam pelukannya.


"Tuan, tolong jaga kondisi adik anda, hindari stress yang berlebihan agar tidak berpengaruh pada janin yang ada dalam kandungannya" Ulang dokter itu mengingatkan.


"Baik dokter, terima kasih" Ucap Reza dan dokter itu pun pamit setelah memberikan resep vitamin penguat kandungan pada Eliza.


"Kak....." Panggil Eliza yang terlihat menunduk, entah apa yang ada dalam pikiran gadis itu.


"Ada apa gadis kecilku?" Tanya Reza setelah mengantar dokter pribadinya dan kembali duduk di sebelah Eliza.


"Kenapa? bukankah Rayhan adalah ayahnya dan berhak tahu" Tanya Reza yang meskipun ia sudah tahu masalah yang di alami adiknya.


"Eliza tidak ingin kak Ray tahu, kak Reza harus berjanji pada Eliza tidak akan memberitahukan kehamilan Eliza pada kak Ray" Genangan air di pelupuk mata Elizapun mengalir membasahi pipinya, ia kembali merasakan sakit ketika memori ingatanya kembali terputar Bella dengan baju tidur seksi dan Rayhan yang tidak memperdulikannya saat dirinya beriak memanggil nama suaminya itu.


Reza menghapus air mata adik kesayangannya itu. "Sudahlah jangan menangis, iya kakak tidak akan memberitahu suamimu tapi kamu harus menjaga kesehatanmu dan kandunganmu" Tutur Reza pada calon ibu itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rayhan berjalan menelusuri loby di perusahaannya dengan raut wajah yang terlihat tidak seperti biasanya. "Selamat pagi tuan" Ucap Reno ketika bertemu Rayhan di depan ruangannya. Kemarin Reno tidak ada di perusahaan karena ia sedang bertugas di luar kota mengurusi anak cabang perusahaan Rayhan, sehingga ia tidak mengetahui kejadian yang terjadi pada tuannya.


"Ren, aku ingin melihat rekaman CCTV kemarin" Perintah Rayhan tanpa menjawab salam Reno.

__ADS_1


"Baik tuan" Sahut Reno yang merasa bingung segera beranjak, meskipun dirinya di liputi rasa heran tapi Reno tidak berani bertanya pada tuannya, karena melihat wajah serius Rayhan yang tampak menahan geram.


Selang beberapa menit, Reno pun sudah berada diruangan Rayhan. Rayhan dan Reno yang berdiri di sampingnya mulai membuka rekaman CCTV pada layar laptop nya, Rayhan merasa kesal karena banyak sekali bagian yang sengaja di hapus termasuk rekaman CCTV di ruangan Rayhan hingga tidak bisa mengetahui sejak kapan kedatangan Bella di perusahaannya. Rayhan mencoba menekan tombol memutar rekaman CCTV di depan ruangannya, tampaklah rekaman di mana Bella dengan mengenakan baju tidur seksi mengusir Eliza sampai Eliza hampir terjatuh. "Wanita itu benar-benar licik" Geram Rayhan mengepalkan tangannya melihat istrinya di perlakukan seperti itu.


"Sepertinya ada yang menghapus sebagian dari rekaman CCTV kemarin tuan" Ucap Reno pada Rayhan. Reno kini mulai sedikit mengerti masalah yang di hadapi tuannya itu.


"Ren, cari tahu alamat Bella dan antarkan aku menemuinya" Perintah Rayhan pada Reno. Rayhan benar-benar bisa merasakan sakit yang di rasakan Eliza setelah melihat rekaman CCTV. Rayhan meraup wajahnya kasar. Wanita mana yang tidak hancur hatinya dalam keadaan seperti itu meskipun itu hanya salah paham, di tambah lagi ia baru teringat ketika sadar ia tidak mengenakan kemeja, betelanjang dada dan alibi itu semakin menguatkan Bella untuk bisa meracuni pikiran Eliza, mengira dirinya berbuat mesum dan berselingkuh dengan Bella.


"Baik tuan" Reno mengambil ponsel terlihat menelpon seseorang untuk mencari tahu di mana Bella tinggal saat berada di kota XX.


Rayhan menghela nafas, hatinya merasa sakit. "Wanita itu benar-benar licik" Kesal Rayhan kemudian menceritakan kejadian semuanya pada Reno.


.


.


.


.


.


.


Author minta maaf telat up date karena google drive Author lagi eror........Semoga kalian semua terhibur.....love you All😍😍

__ADS_1


__ADS_2