Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 127


__ADS_3

Rayhan melangkah ke kamar meninggalkan Eliza yang masih berdiri mematung merasa bersalah.


Eliza menarik nafas dalam dan menghembuskannya, biar bagaimanapun ia harus membujuk Rayhan agar mau memaafkannya. "Apa yang harus aku lakukan, biasanya aku yang ngambek sama kak Ray" Ucap Eliza yang baru pertama kali nya harus menghadapi suaminya yang sedang ngambek pada dirinya.


Eliza sejenak terdiam kemudian terbesit ide di pikirannya, iapun mengambil ponsel membuka internet dan mulai mengetik cara membujuk suami agar tidak marah. "memasak makanan yang di suka" Guman Eliza lirih membaca cara pertama yang keluar di layar ponselnya. "Itu sih mudah" Guman Eliza lagi kemudian bergegas ke dapur dan mulai memasak makanan kesukaan Rayhan untuk makan malam.


"Eliza sudah masak kesukaan kak Ray, kita makan ya" Ajak Eliza tersenyum tapi tak di jawab Rayhan. Eliza menarik tangan suaminya menuju ke ruang makan dan Rayhan masih tanpa suara mengikuti tarikan istrinya sampai di meja makan. Ia memilih diam sembari memakan makan malam yang telah di siapkan istrinya itu. Sekilas Rayhan melirik Eliza yang sama sekali tidak menyentuh makanannya dan hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di depannya. Tanpa berkata Rayhan mengambil alih sedok yang di pegang istrinya dan mulai menyuapi Eliza.


Hening suasana makan malam tanpa ada pembicaraan di antara mereka karena Eliza sudah tidak berani membuka suara lagi dan lebih memilih menerima suapan dari Rayhan sebab merasa takut melihat wajah Rayhan yang tidak seperti biasanya.


Sepertinya cara yang pertama gagal.....Lirih Eliza menghela nafas.


Setelah usai makan, Rayhan kembali ke kamar duduk di sofa berusaha fokus dengan laptop yang ada di hadapannya.


Sedangkan Eliza memilih ke kamar mandi membawa ponselnya. Ia melihat layar ponselnya lagi ada berbagai cara merayu suami tapi semuanya tidak ada yang pas momennya dan saat melihat cara yang terakhir, "Apaa....!!" Teriak Eliza seketika mendekap mulutnya melihat tulisan yang tertera di ponselnya. "Mana mungkin Eliza merayu kak Ray dengan cara seperti itu....aaaah" Kesal Eliza lantas menaruh ponsel pada meja yang berada disebelah dirinya yang saat ini sedang berendam di bathtub dan tanpa ia ketahui sebuah seringai tercetak di balik pintu kamar mandi yang sedikit terbuka karena mendengar teriakannya.


Setelah selesai mandi Eliza keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai jubah handuk. "Kak Ray masih marah sama Eliza" Eliza memberanikan diri membuka suara mendekati Rayhan yang masih duduk menatap laptopnya. Ia merasa sangat sedih di diamkan Rayhan seperti ini.


Rayhan tidak menjawab pertanyaan Eliza, Ia sama sekali tidak marah pada istrinya hanya saja ia benar-benar khawatir dan tidak ingin Eliza mengulangi kesalahaan itu lagi dan ia ingin Eliza terbuka dengannya pada masalah apapun yang sedang di hadapi karena Rayhan tahu saat ini Eliza sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya. "Hmm..." Jawab singkat Rayhan ambigu.


Kak Ray beneran marah......Apa aku coba cara yang terakhir di internet itu tapi memalukan....pikir Eliza yang wajahnya memerah seketika.


Rayhan masih terdiam menatap laptopnya dengan sedikit melirik Eliza sebenarnya merasa tak tega.


Eliza perlahan menghampiri Rayhan dan seketika duduk di pangkuannya. Rayhan sempat berjengit kaget dengan yang di lakukan istrinya sebelum ia memilih untuk terdiam kembali tanpa ekspresi padahal dalam hatinya ia sudah benar-benar menahan diri melihat istrinya yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Kak Ray beneran masih marah" Lirih Eliza mengalungkan kedua tangannya pada leher Rayhan setelah membuka sedikit jubah handuk di pundaknya. "Padahal Eliza ingin olah raga malam dengan kak Ray" Gugup Eliza terlihat jelas di mata Rayhan karena ini kali pertamannya Eliza berinisiatif merayu suaminya. Melihat itu Rayhan menahan tawa. ia benar-benar tidak menyangka istrinya berusaha sekali ingin membujuk dirinya.


"Ehem..." Rayhan berdehem mencoba menetralisir hasratnya yang muncul saat Eliza menatapnya dengan tatapan menggemaskan. "Saya lagi capek" Ucap Rayhan mencoba tidak tergoda.


Eliza menghela nafasnya, ia sudah tidak tahu bagaimana caranya merayu Rayhan lagi. "Kak Ray, jangan marah lagi. Eliza bingung di internet sudah tidak ada lagi cara untuk merayu kakak. Ups....." Seketika Eliza menutup mulutnya yang keceplosan.


Rayhan sudah tidak bisa menahan lagi, ia pun tertawa lepas. "Kak Ray kenapa tertawa" Ucap Eliza dengan wajah merona malu. Rayhan tidak menjawab dan sejenak menghentikan tawanya kemudian mencium leher istrinya itu dan meninggalkan jejak. "Apa yang kak Ray lakukan katanya capek" Kaget Eliza saat tangan Rayhan sudah membuka tali pengikat jubah handuk yang melingkar di perut Eliza.


"Istriku katanya ingin olah raga malam" Seringai di bibir Rayhan dengan cekatan menggendong tubuh Eliza polos ke ranjang karena jubah handuk yang di kenakan Eliza sudah terjatuh di lantai.


💕


💕


"Maaf sayang aku tidak pernah marah padamu" Rayhan membelai lembut pipi Eliza. "Aku bisa mengerti apa yang sedang kamu rasakan dan posisi yang sedang kamu hadapi saat ini tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi" Lirih Rayhan kemudian mencium kening Eliza lantas perlahan ia beranjak dari ranjang dengan membawa ponsel setelah memakai bajunya kembali. Rayhan keluar kamar dan terlihat menghubungi seseorang.


"Kita ikuti saja dulu permainannya....."Geram Rayhan mengepalkan tangan kemudian menutup sambungannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi hari saat burung berkicau, cahaya matahari bersinar menembus kaca pintu kamar di mana sepasang suami istri itu masih terlelap setelah menjalankan sholat subuh bersama.


"Kak Ray sudah gak marah lagi sama Eliza?" Tanya Eliza saat membuka mata mengerjap penglihatannya menangkap sosok suaminya yang sedang berbaring di sebelahnya menatap dengan tersenyum.


"Kenapa memangnya kalau suamimu ini masih marah, apa istriku ini mau mengajakku olah raga malam lagi seperti yang tertulis di internetmu itu sayang" Seringai di bibir Rayhan membuat Eliza seketika bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Kak Ray mesum.......Eliza kan jadi malu" Ucap Eliza hendak beranjak dari ranjang tapi seketika di tahan tangan Rayhan yang memeluknya erat dari belakang.


"Sayang, bukankan aku suamimu kenapa mesti malu" Ucap Rayhan lembut. "Dan suamimu ini ingin istrinya selalu terbuka dalam segala hal, jangan ada apapun yang kamu sembunyikan dariku apalagi merahasiakan sesuatu" Ucap Rayhan mulai serius. Eliza sedikit kaget dengan ucapan Rayhan, dalam benaknya ia berpikir apa suaminya sudah mulai mencurigai dirinya yang menemui Baron secara sembunyi-sembunyi.


"Apa makasud kak Ray" Gugup Eliza menoleh pada Rayhan menatap suaminya.


Rayhan tersenyum. "Aku sangat mencintai kamu dan anak-anak kita" Rayhan membelai lembut perut Eliza. "Tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti kalian apalagi memisahkan kalian dariku" Seringai Rayhan kemudian beranjak dari ranjang setelah mencium pipi Eliza yang masih mematung bingung dengan ucapan suaminya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2