Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 142


__ADS_3

Eliza perlahan membuka mata, tubuhnya merasa lemah tangan dan kakinya terikat sebuah tali. Ia mencoba untuk bangun dari posisinya yang terduduk di lantai bersandar pada dinding di ruangan itu. "Ah...." Desis Eliza merasakan pusing pada kepalanya. Ia mulai mengingat kejadian pagi tadi.


Pagi tadi di depan rumahnya setelah mengantar kepergian Rayhan berangkat ke kantor, Eliza melihat ada penjual kue serabi yang melintas di jalan. Eliza ingin menghampiri penjual itu namun di tahan oleh anak buah Rayhan yang berjaga. "Maaf nyonya, anda ingin pergi kemana"


"Saya cuman ingin beli kue itu pak" Ucap Eliza pada salah satu anak buah Rayhan yang menghalanginya.


"Biar kami saja nyonya yang belikan" Tawar anak buah Rayhan namun tak memghentikan Eliza karena Eliza ingin sekali membeli makanan itu sendiri.


"Tidak usah pak biar saya beli sendiri" Tolak Eliza tak menghiraukan anak buah Rayhan, ia terus melangkah keluar pintu gerbang rumahnya dengan tersenyum senang menghampiri penjual kue serabi itu. Anak buah Rayhan tak berani mencegah lagi keinginan Eliza karena mereka tahu ibu hamil satu ini masih suka ngidam dan mungkin ini salah satu dari ngindamnya. Anak buah Rayhan hanya bisa mengikuti nyonya muda itu dari belakang.


Eliza begitu senang sampai tiba-tiba datang sebuah mobil berhenti di dekatnya kemudian keluar seseorang bermasker dan berkaca mata hitam menodongkan pistol sontak membuat anak buah Rayhan juga ikut mengeluarkan pistol namun semua terlambat karena penjahat yang keluar dari mobil itu sudah menarik Eliza. "Berhenti di sana atau nyonya kalian ini akan mati di tempat" Teriak penjahat itu menghentikan langkah cepat anak buah Rayhan. Penjahat itu kemudian menarik Eliza masuk ke dalam mobil setelah membungkam mulut Eliza dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.


Mobil itu melaju dan membawa Eliza di dalamnya yang sudah tidak sadarkan diri. Anak buah Rayhan bergegas mengejar mobil itu namun naas ada sebuah mobil yang tiba-tiba mogok menghentikan laju mobil anak buah Rayhan, hingga gagal mengejarnya. Mobil penjahat itu melaju membawa Eliza ke suatu tempat.


"Sudah sadar kau wanita sialan..." Suara seorang wanita duduk santai dengan melipat kaki berada di kursi tidak jauh di mana Eliza berada.


Eliza tidak begitu jelas melihat wajah wanita itu namun suara wanita itu seperti tidak asing baginya.


"Eliza Fadiyah apa kau sudah lupa denganku?" Ucap wanita yang begitu membenci Eliza. Wanita itu berdiri dari duduknya melangkah mendekati Eliza berada kemudian berjongkok tangannya terangkat membuka lakban yang menempel di mulut Eliza.


"Apa mau mu mbak Erny, kenapa menculikku....." Tanya Eliza sudah bisa mengenali wanita yang berada di hadapannya yaitu Erny mantan rekan kerjanya yang sedari awal sudah tidak menyukai dan menaruh dendam pada dirinya.


"Ha.....ha.....Kenapa, kau bilang" Tanya Erny tertawa jahat. "Aku membencimu Eliza, aku sangat membenci bahkan dari sejak awal kita bertemu aku sudah tidak menyukaimu" Erny dengan satu tangan mencenkeram kasar wajah Eliza. "Aku iri dengan wajah cantikmu ini yang menjadi perhatian semua laki-laki saat pertama kali kau datang dan kini kau sudah merusak hidupku" Suara Erny meninggi melepas tangannya dari wajah Eliza.


"Bukan aku yang merusak hidupmu tapi kamu sendiri yang merusak hidupmu" Balaz Eliza membuat Erny naik pitam dan...

__ADS_1


Plaaak.....


Tangan Erny menampar Eliza hingga sudut bibir Eliza berdarah.


"Kau sudah gila, dia sedang hamil" Suara seorang laki-laki tiba-tiba muncul dari pintu.


"Ya aku memang sudah gila, jika bukan karena uang aku pasti sudah menghabisi wanita sialan ini" Bentak Erny pada laki-laki itu.


"Kalian gila, suamiku tidak akan pernah memaafkan kalian" Ucap Eliza membuat tangan Erny kembali terangkat hendak menamparnya lagi tapi segera di cegah laki-laki itu.


"Jangan hentikan aku, wanita ini benar-benar membuatku kesal" Bentak Erny lagi melepas tangannya dari laki-laki itu.


"Ingat perjanjian kita" Ucap laki-laki itu menatap tajam mengingatkan. Erny yang merasa kesalpun berdecih kemudian memilih keluar dari ruangan itu.


laki-laki itu mendekat, menatap Eliza dengan seringai. "Kau tidak apa-apa Eliza sayang" Tangan laki-laki itu terangkat hendak menyentuh sudut bibir Eliza yang berdarah.


"Eliza sayang, meskipun sedang hamil kau masih tetap terlihat mempesona dan menggoda ya" Ucap laki-laki itu tangannya membelai lembut pipi Eliza. Eliza menatap laki-laki itu dengan tatapan jijik karena laki-laki itu adalah Rendy mantan anak buah Rayhan dan Ron.


Waktu itu Ron memberikan kesempatan kembali pada Rendy untuk tetap bekerja pada dirinya namun Rendy memanfaatkan kesempatan itu dan menggelapkan uang perusahaan dengan jumlah yang cukup besar hingga membuat Ron murka dan memecatnya. Ron masih menghargai jasa-jasa Rendy sebelumnya pada dirinya hingga ia tidak memenjarakan Rendy. Kini Rendy bekerja sama dengan Erny menculik Eliza.


"Hanya wanita bodoh yang mau bersama dengan laki-laki seperti dirimu" Ucap Eliza mengalihkan wajahnya menghindari sentuhan tangan Randy.


"Well terserah kamu Eliza sayang, yang jelas aku akan mendapatkan banyak keuntungan dengan adanya dirimu disini" Seringai Rendy beranjak berdiri melangkah mendekati pintu.


"Apa yang kamu inginkan sebenarnya" Tanya Eliza menghentikan langkah Rendy dan tangannya yang sudah memegang handle pintu.

__ADS_1


"Selain dendamku pada kalian tentu saja uang dari suami dan kakakmu juga menjadi keinginanku" Ucap Rendy tertawa keluar dari ruangan itu meninggalkan Eliza.


*****


Malam hari pun tiba, Mobil Rayhan yang melaju cepat berhenti tepat di sebuah bagunan tua yang terlihat sudah di jaga oleh beberapa anak buah Rendy. Rayhan dan Reza turun dari mobil memandang sekitar dan tak beberapa lama datang anak buah Rendy menghampiri keduanya. "Siapa kalian? Dimana istriku?" Teriak Rayhan meraih baju anak buah Rendy yang menghampirinya, ia ingin sekali melepaskan pukulan dan menghabisi semua yang berada di sana.


"Ray....." Ucap Reza menahan dan menghentikan adik iparnya itu. Sama hal nya dengan Rayhan, Reza juga begitu emosi dan merasa sangat khawatir dengan adik satu-satunya yang ia sayangi namun ia berusaha menahan diri karena takut penjahat-penjahat itu menyakiti Eliza.


"Ikuti kami, jika ingin wanita itu selamat" Ucap anak buah Rendy melepas tangan Rayhan dari bajunya. Rayhan dan Reza pun tak punya pilihan, mereka mengikuti langkah anak buah Rendy yang membawanya ke dalam bangunan tua yang tak berpenghuni itu.


Rayhan mengedarkan padangan ke semua tempat mencari keberadaan Eliza, ia begitu mencemaskan keadaan istrinya.


Ya Allah lindungi istri dan calon anak-anakku. Jangan biarkan terjadi sesuatu pada mereka, bantu hamba untuk melindungi mereka ya Allah hamba rela meskipun harus mengorbankan nyawa hamba....Aamiin.


Doa Rayhan tak henti-henti dalam hatinya dengan keringat yang sudah terlihat di wajah, ia benar-benar takut terjadi sesuatu pada istri dan kedua calon anaknya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2